Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Ansara

Suka Musik, Sejarah dan Fotografi FB Annie Sabri, Twitter @4nsar4

Bagaimana Hukum Islam Tentang Pengeras Suara Mesjid?

OPINI | 25 October 2012 | 21:46 Dibaca: 1972   Komentar: 0   9

1351175738961398816

Speaker foto www.merdeka.com

Ketika pertama kali pindah ke rumah ini beberapa bulan lalu ibu saya merasa senang karena dekat mesjid sehingga kalau ada kegiatan pengajian atau kegiatan Islami lain tinggal jalan kaki saja. Biar berkah katanya. Mesjid di kompleks rumah saya ini ngga macam-macam dalam arti kata hanya disaat-saat tertentu saja terdengar suara nyaring dari dalam mesjid yaitu pada saat azan 5 waktu, kegiatan dibulan puasa dan takbir dimalam Idul fitri. Itupun suranya masih wajar jadi ngga mengganggu kegiatan masyarakat sekitar.

Nah yang diluar perhitungan,  ternyata ada kompleks lain yang punya mesjid lebih besar dan ramai kebetulan mesjidnya dan rumah kami hanya terhalang oleh tembok saja. Parahnya mesjid ini sering berlebihan dalam masalah volume speakernya. Jujur saya sering jengkel sama mesjid ini karena pengeras suaranya kencang banget dan waktunyapun kurang tepat. Contohnya nih, Adzan Subuh jam 4.20 setiap hari mesjid ini sudah mutar kaset orang mengaji 30 menit sebelum azan, kenceng lagi. Padahal mesjid yang lain ngga melakukan hal itu.. Azan ya azan ngga perlu pakai muter kaset mengaji kalau suara asli orang mengaji masih mendingan. Begitu pula hari Jumat, misalkan shalat jumat jam 11.45 nah jam 10.45 sekitar 1 jam  sebelumnya mesjid ini udah setel kaset ngaji dalam hati saya kenapa ya mesjid ini suka sekali memutar kaset orang mengaji, apa ada pahalanya mendengarkan suara kaset?

Memang suara orang mengaji itu bisa menyentuh hati tapi kalau tiap hari dicekokin suara kaset yang itu-itu saja kan cukup menganggu. Apalagi waktu bulan Ramadan, mesjid ini dari jam 2.30 dini hari sampai jam 3 mesjid itu terus muter kaset pengajian dengan keras setiap hari selama sebulan. Terkadang saya sendiri sulit khusyu saat shalat malam atau mengaji karena harus adu suara dengan suara kaset dari mesjid itu. Yang tersiksa adalah jika banyak kerjaan misalnya baru tidur jam 1 malam taunya jam 2.30 sudah terbangun karena suara speaker mesjid.

Saat saya nulis artikel ini, mesjid sebelah sudah takbiran dari jam 7 malam udah suaranya kencang,  yang takbiran anak-anak kecil pula mana takbiran itu sering diselingi suara ketawa mereka, seolah ngga menghargai keagungan ayat Allahu Akbar sesekali terdengar suara orang dewasa tapi jarang malah suara anak-anak yang mendominasi.

Sekarang pertanyaanya, bagaimana hukum pengeras suara yang berlebihan di mesjid menurut hukum Islam, bolehkah mesjid memutar kaset pengajian tiap hari tapi bukan orang asli yang mengaji? dan dosakah bisa saya kesal atau jengkel sama suara pengeras dari mesjid? Yang ilmu agamanya lebih mendalam ayo sharing disini, sekalian pencerahan juga untuk saya..

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sedanau, Kota Modern di Atas Laut …

Rakhmad Fadli | | 26 April 2015 | 15:14

Djunijanti Peggie, Buku Kupu-kupu dan Cinta …

Isson Khairul | | 26 April 2015 | 11:57

[Blog Competition] Perlindungan Tanpa Beban …

Kompasiana | | 18 April 2015 | 12:01

Hari Minggu dan Surat dari Tuhan …

Andi Wi | | 26 April 2015 | 11:54

They Called it Feminism, but I Called it …

Zaskia Osya Denaya | | 26 April 2015 | 15:51


TRENDING ARTICLES

Edan! Tarian Bugil Jadi Pengiring Pemakaman …

Abd. Ghofar Al Amin | 3 jam lalu

Gagasan Tommy Soeharto Ditolak, Ini …

Mbah Mupeang | 4 jam lalu

Kabinet Jokowi: Siapa Saja yang di Resuffle? …

Imam Kodri | 5 jam lalu

Ketika Bung Karno Bilang:” …. …

Hendi Setiawan | 8 jam lalu

Selasa Malam 10 Gembong Narkoba Dieksekusi …

Bambang Setyawan | 18 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: