Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Hendi Hermawan

Hobi dengan dunia IT

Ciri dan Tanda Husnul Khotimah

REP | 23 October 2012 | 00:47 Dibaca: 1595   Komentar: 0   1

Diantaranya tanda-tanda husnul khatimah, M. Nashiruddin al-Bani menyebutkan dalam kitabnya Ahkaamul-Jana’iz wa Bid’ihaa sebagai berikut :

  1. Mengucapkan kalimat syahadat menjelang kematiannya, Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa akhir perkataannya adalah LAA ILAAHA ILLALLAAH, maka dia masuk surga”. (HR. Hakim dan Abu Dawud).
  2. Meninggal dengan keringat di dahi. Buraidah Ibnul Khasib R.A. ketika berada di Khurasan, menengok saudaranya yang tengah sakit. Namun didapatinya ia telah wafat dan terlihat didahinyaberkeringat, lalu ia berkata: “ALLAHU AKBAR, sungguh aku telah mendengar Rasulullah bersabda: “Matinya seorang mukmin adalahdengan keringat di dahi”. (HR. Ahmad, An-Nasa’i dan lainnya dari Abdullah bin Mas’ud).
  3. Meninggal pada malam Jum’at atau hari Jum’at. Nabi SAW bersabda: “Tidaklah seorang muslim yang meninggal pada hari Jum’at atau pada malam Jum’at kecuali pastilah Allahmenghindarkannya dari siksa kubur”. (Hadis inimemiliki syahid dari hadis Anas dan jabir bin Abdillah).
  4. Mati Syahid di medan perang, bila yang dimaksudkan untuk berjihad menegakkan agama Allah. Firman-Nya: “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalanAllah itu meningal; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki”. (Q.S. Ali ‘Imran 3:169). Yang dimaksud hidup di ayat ini, yaitu hidup di alam lain, dimana mereka mendapat banyak kenikmatan di sisi Allah. Seseorang bisa memperoleh mati SYAHID tanpa harus berperang, asalkan permintaannya benar-benar muncul dari hatinya dengan penuhkeikhlasan, sabda Nabi SAW: “Barang siapa yangmemohon mati syahid kepada Allah dengan sungguh-sungguh maka Allah akan menyampaikan dengan derajat para syuhadasekali pun ia meninggal di atas ranjangnya”. (HR. Muslim dan Al-Baihaqi).
  5. Meninggal di Jalan Allah. Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang terhitung syahid menurut anggapan kalian?” Mereka menjawab: “Wahai Rasulullah, siapa yang terbunuh di Jalan Allah, maka ia syahid”. Beliau menanggapi : “Kalau begitu umatku yang mati syahid sangatlah sedikit”. Para sahabat kembali bertanya : “Bila demikian, siapakah mereka yang dikatakan mati syahid, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Siapa yang terbunuh di jalan Allah, siapa yang meninggal sedang berjuang dijalan Allah, siapa yang meninggal karena penyakit tha’un, maka ia mati syahid, yang meninggal karena penyakit perut, maka ia syahid dan siapa yang meninggal tenggelam ia mati syahid“. (HR. Muslim).
  6. Meninggal karena tha’un (wabah penyakit). Nabi SAW bersabda: “Dahulu tha’un merupakan siksaan yang ditimpakan Allah kepada siapapun yang dikehendaki-Nya, lalu Allah menjadikannyasebagai rahmat bagi orang-orang mukmin”. (HR.Bukhari dari Anas bin Malik RA).
  7. Meninggal karena penyakit perut, tenggelam dan tertimpa reruntuhan. Nabi SAW bersabda : “Syuhada itu ada lima, yaitu orang yang meninggal karena penyakit tha’un (wabahpenyakit), orang yang meninggal karena penyakit perut, orang yang mati tenggelam, orang yang mati karena tertimpa reruntuhan dan orang yang gugur di jalan Allah”. (HR. Bukhari, Muslim dari Abu Hurairah RA).
  8. Kematian wanita karena melahirkan anaknya adalah syahid. Anaknya akan menariknya dengan tali pusarnya ke dalam surga”. (HR. Ahmad dari Ubadah bin Ash-Shamit RA).
  9. Orang yang meninggal karena mempertahankan hartanya. Abu Hurairah RA berkata : “Seorang lelaki datang kepada Nabi SAW seraya bertanya: “Ya Rasulullah, beritahukan kepadaku bagaimana bila ada seseorang yang datang dan akan merampas hartaku?” Beliau mejawab : “Jangan engkau berikan”. ia bertanya : “bagaimana bila ia membunuhku?” Beliau mejawab : “Engkau mati Syahid”. Orang itu bertanya kembali : “bagaimana bila aku yang membunuhnya?” Beliau menjawab : “Ia masuk neraka”. (HR. Muslim An-Nasa’i dan Ahmad).
  10. Meninggal kaerna membela agama, keluarga atau membela diri. Nabi SAW bersabda: “Siapa yang meninggal karena mempertahankan hartanya, maka ia syahid, siapa yang meninggal membela agamanya, maka ia syahid, dan siapa yang meninggal karena mempertahankan darahnya (jiwanya), maka ia syahid”. (HR. Abu Dawud, An-Nasa’i dan Attirmizi dari Sa’id bin Zaid RA dan sanadnya sahih).
  11. Meninggal kaerna bertugas dalam perjuangan menegakkan agama Islam. Nabi SAW bersabda: “Berjaga-jaga dalam jihad fi sabilillah sehari semalam lebih baik dari puasa dan shalat malam yang dikerjakan selama sebulan. Jika ia mati (dalam berjaga-jaga itu), maka amal yang dulu ia kerjakan terus mengalir hingga tiba hari kiamat serta terjaga dari fitnah kubur”. (HR. Muslim).
  12. Meninggal saat mengerjakan amal saleh. Nabi SAW bersabda: “Barang siapa mengucapkan LAA ILAAHA ILLALLAH dengan berharap keridhaan Allah dan diakhir hidupnya mengucapkannya, maka ia masuk surga. Dan barang siapa bersedekah mencari ridha Allah dan menyudahi hidupnya dengannya (sedekah), maka ia akan masuk surga”. (HR. Ahmad dari Hudzaifah RA dengan sanad sahih).
  13. Berzikir pagi dan petang, membaca ayat-ayat akhir surah Al-Hasyr. Telah menceritakan kepada kami Mahmud bi Ghailan, telah menceritakan kepada kami Abu AHmad Az-Zubairi, telah menceritakan kepada kami Khalid bin Thaman Abu Al-Ala’ Al-Khaffaf, telah menceritakankepada Nafi’ bin Abu Nafi’ dari Ma’qil bin Yasar dari Nabi SAW, beliau bersabda : “Barang siapa membaca tiga kali di pagi hari, A’uudzu billahis-sami’il a’liimi minasy-syaithaanir rajim, lalu membaca tiga ayat terakhir surat Al-Hasyr (surah ke- 59), maka dengannya Allah akan menugaskan 70.000 malaikat untuk mendoakannya hingga sore hari dan bila ia meninggal pada hari itu, ia mati dalam keadaan syahid. Dan barang siapa mengucapkannya di sore hari, kedudukannya sama seperti itu”. (Abu Isa berkata, hadis ini gharib (asing), kami mengetahuinya hanya melalui sanad ini (HR. Tirmizi No.2846). Dalam Riwayat lain disebutkan Nabi SAW bersabda: “Barangsiapa membaca ayat-ayat akhir surat AL-Hasyr pada waktu malam atau siang, Allah akan menjamin baginya surga”. (HR. Al-Baihaqi dari Abu Umamah RA).

Akhir kata, pesan Nabi SAW: “Janganlah kalian tertipu oleh penglihatan luar kalian terhadap seseorang, melainkan lihatlah pada akhir hidupnya bagaimana ia mengakhiri kematiannya…….” (HR. Ahmad, Tirmizi, Ibnu
Hibban dari Anas bin Malik RA).

Wallahu’Alam
Dikutip dari Lembaran Dakwah “Uswatun
Hasanah” No.1156/Th.XXIII, Jumat III, 11
Muharram 1432 H./17 Desember 2010 M.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Main ke Jogja, Mari Mampir ke Youthphoria …

Widioke | | 01 November 2014 | 13:09

Sebagai Tersangka Kasus Pornografi, Akankah …

Gatot Swandito | | 01 November 2014 | 12:06

Serunya Workshop Hijab Mazaya di Trans …

Efii Fitriyyah | | 01 November 2014 | 18:00

DIY = Do It Yourself, Cara Membuat Teh …

Gitanyali Ratitia | | 01 November 2014 | 17:24

Inilah 5 Pemenang Voucher Belanja Buku di …

Kompasiana | | 01 November 2014 | 19:54


TRENDING ARTICLES

MA si Tukang Sate Ciptakan Rekor Muri …

Ervipi | 10 jam lalu

Jokowi Kelolosan Sudirman Said, Mafia Migas …

Ninoy N Karundeng | 11 jam lalu

Pramono Anung Sindir Koalisi Indonesia Hebat …

Kuki Maruki | 11 jam lalu

Keputusan MK Tentang MD3 Membuat DPR Hancur …

Madeteling | 12 jam lalu

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Inilah 5 Pemenang Voucher Belanja Buku di …

Kompasiana | 8 jam lalu

I Love My Job and I Love My Small Team …

Adolf Isaac Deda | 9 jam lalu

Pemimpin untuk Kepentingan Bersama dan atau …

Adrian Mamahit | 9 jam lalu

Nangkring “Tokoh Bicara”: Bupati …

Kompasiana | 9 jam lalu

Puisi untuk Pergantianmu …

Salimun Abenanza | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: