Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Agus Pribadi

Mencoba menghayati kehidupan dan menuliskannya dalam cerita-cerita sederhana. Kunjungi juga tulisan saya di http://aguspribadi1978.blogspot.com selengkapnya

Memilih Judul Cerpen

OPINI | 15 October 2012 | 17:26 Dibaca: 2666   Komentar: 5   4

Judul cerpen menjadi salah satu hal yang sangat penting pada sebuah cerpen. Judul cerpen menjadi istimewa karena menjadi nama sebuah cerpen, dan akan disebut beserta nama pengarangnya untuk mewakili sebuah cerpen yang dimaksud.

Memilih judul cerpen dapat dikatakan tidak mudah. Namun bisa dilatih. Seiring tingginya jam terbang dalam menulis cerpen, maka seseorang akan semakin terampil dalam membuat judul cerpen.

Memilih judul cerpen bisa berdasarkan berbagai pertimbangan, diantaranya :

1. Tema

Judul biasanya mencerminkan tema yang diusung sebuah cerpen. Dengan membaca judul cerpen, pembaca biasanya akan ada gambaran tema apa yang ada pada cerpen tersebut. Misalnya cerpen “Pencabut Uban” karya Aris Kurniawan, temanya tentang kisah hidup seorang pencabut uban. Cerpen “Sepasang Sosok yang Menunggu” karya Norman Erikson Pasaribu, temanya tentang sepasang sosok (boneka) yang menunggu sesuatu/seseorang.

2. Kata atau kalimat yang dianggap menarik atau sastrawi

Ada cerpenis yang sangat memperhatikan judul cerpen yang akan dibuatnya. Kata atau kalimat yang menarik, indah, dan sastrawi biasanya menjadi salah satu pilihan seorang cerpenis. Tak jarang dengan hanya membaca judul cerpennya, pembaca sudah jatuh hati dengan cerpen tersebut. Kata atau kalimat yang dipilih untuk judul biasanya bukan kata atau kalimat rutinitas yang biasa dan banyak digunakan. Perlu mencari sebanyak-banyaknya kata atau kalimat untuk stok membuat judul cerpen semacam ini. Contoh judul cerpen semacam ini, diantaranya : “Musim Kesunyian” karya Ai El Afif, “Serahim Nira” karya Zakiya Sabdosih.

3. Jumlah kata

Ada cerpenis yang memilih satu, dua, tiga, dan lebih dari tiga kata untuk dijadikan judul cerpen. Semuanya bisa memberikan efek yang menarik untuk sebuah cerpen. Berikut berturut-turut contoh judul cerpen yang terdiri dari satu, dua, tiga, dan lebih dari tiga kata : “Rumah” karya Ahimsa Marga, “Penakluk Lebah” karya S Prasetyo Utomo, “Surat dari Chekhov” karya Gatot Zakaria Manta, “Pada Bulan Merah, Akankah Kau Pulang?” karya Fakhrunnas M.A. Jabbar.

Demikian ulasan mengenai judul cerpen. Namun demikian, pemilihan judul cerpen beserta pertimbangannya menjadi wewenang sepenuhnya seorang cerpenis.

Salam Kompasiana!

Banyumas, 15 Oktober 2012

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Hari Pusaka Dunia, Menghargai Warisan …

Puri Areta | | 19 April 2014 | 13:14

Paskah di Gereja Bersejarah di Aceh …

Zulfikar Akbar | | 19 April 2014 | 08:26

Apakah Pedofili Patut Dihukum? …

Suzy Yusna Dewi | | 19 April 2014 | 09:33

Jangan Prasangka Pada Panti Jompo Jika Belum …

Mohamad Sholeh | | 19 April 2014 | 00:35

Perlukah Aturan dalam Rumah Tangga? …

Cahyadi Takariawan | | 19 April 2014 | 09:02


TRENDING ARTICLES

Sstt, Pencapresan Prabowo Terancam! …

Sutomo Paguci | 7 jam lalu

Mengintip Kompasianer Tjiptadinata Effendi …

Venusgazer™ | 15 jam lalu

Suryadharma Ali dan Kisruh PPP …

Gitan D | 15 jam lalu

Kasus Artikel Plagiat Tentang Jokowi …

Mustafa Kamal | 17 jam lalu

Timnas U 19: Jangan Takut Timur Tengah, …

Topik Irawan | 18 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: