Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Agus Pribadi

Mencoba menghayati kehidupan dan menuliskannya dalam cerita-cerita sederhana. Kunjungi juga tulisan saya di http://aguspribadi1978.blogspot.com selengkapnya

Memilih Judul Cerpen

OPINI | 15 October 2012 | 17:26 Dibaca: 2898   Komentar: 5   4

Judul cerpen menjadi salah satu hal yang sangat penting pada sebuah cerpen. Judul cerpen menjadi istimewa karena menjadi nama sebuah cerpen, dan akan disebut beserta nama pengarangnya untuk mewakili sebuah cerpen yang dimaksud.

Memilih judul cerpen dapat dikatakan tidak mudah. Namun bisa dilatih. Seiring tingginya jam terbang dalam menulis cerpen, maka seseorang akan semakin terampil dalam membuat judul cerpen.

Memilih judul cerpen bisa berdasarkan berbagai pertimbangan, diantaranya :

1. Tema

Judul biasanya mencerminkan tema yang diusung sebuah cerpen. Dengan membaca judul cerpen, pembaca biasanya akan ada gambaran tema apa yang ada pada cerpen tersebut. Misalnya cerpen “Pencabut Uban” karya Aris Kurniawan, temanya tentang kisah hidup seorang pencabut uban. Cerpen “Sepasang Sosok yang Menunggu” karya Norman Erikson Pasaribu, temanya tentang sepasang sosok (boneka) yang menunggu sesuatu/seseorang.

2. Kata atau kalimat yang dianggap menarik atau sastrawi

Ada cerpenis yang sangat memperhatikan judul cerpen yang akan dibuatnya. Kata atau kalimat yang menarik, indah, dan sastrawi biasanya menjadi salah satu pilihan seorang cerpenis. Tak jarang dengan hanya membaca judul cerpennya, pembaca sudah jatuh hati dengan cerpen tersebut. Kata atau kalimat yang dipilih untuk judul biasanya bukan kata atau kalimat rutinitas yang biasa dan banyak digunakan. Perlu mencari sebanyak-banyaknya kata atau kalimat untuk stok membuat judul cerpen semacam ini. Contoh judul cerpen semacam ini, diantaranya : “Musim Kesunyian” karya Ai El Afif, “Serahim Nira” karya Zakiya Sabdosih.

3. Jumlah kata

Ada cerpenis yang memilih satu, dua, tiga, dan lebih dari tiga kata untuk dijadikan judul cerpen. Semuanya bisa memberikan efek yang menarik untuk sebuah cerpen. Berikut berturut-turut contoh judul cerpen yang terdiri dari satu, dua, tiga, dan lebih dari tiga kata : “Rumah” karya Ahimsa Marga, “Penakluk Lebah” karya S Prasetyo Utomo, “Surat dari Chekhov” karya Gatot Zakaria Manta, “Pada Bulan Merah, Akankah Kau Pulang?” karya Fakhrunnas M.A. Jabbar.

Demikian ulasan mengenai judul cerpen. Namun demikian, pemilihan judul cerpen beserta pertimbangannya menjadi wewenang sepenuhnya seorang cerpenis.

Salam Kompasiana!

Banyumas, 15 Oktober 2012

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Penambang Belerang Kawah Ijen yang …

Mawan Sidarta | | 17 September 2014 | 10:13

Nangkring dan Test Ride Bareng Yamaha R25, …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 06:48

Ketika Guru Masih Bermental Plagiat, Apa …

Muhammad | | 17 September 2014 | 14:58

Seni Bengong …

Ken Terate | | 16 September 2014 | 16:16

[Fiksi Fantasi] Keira dan Perjalanan ke …

Granito Ibrahim | | 17 September 2014 | 08:56


TRENDING ARTICLES

Bangganya Pakai Sandal Jepit Seharga 239 …

Jonatan Sara | 6 jam lalu

Percayalah, Jadi PNS Itu Takdir! …

Muslihudin El Hasan... | 9 jam lalu

Yang Dikritik Cuma Jumlah Menteri dan Jatah …

Gatot Swandito | 9 jam lalu

Sebuah Drama di Akhir Perjalanan Studi …

Hanafi Hanafi | 11 jam lalu

Di Airport, Udah Salah Ngotot …

Ifani | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Warga Cidolog Ciamis “Duga” …

Asep Rizal | 8 jam lalu

RUU Kelautan Masuk Pembahasan Tingkat I …

Bicara Laut | 8 jam lalu

Ternyata Kebiasaan Bohong Dapat Dicegah …

Rahmah Hayati | 8 jam lalu

5 Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam …

Hendra Makgawinata | 8 jam lalu

[Fiksi Fantasi] Peri Terasi …

Dewi Ari Ari | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: