Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Bocah Kakean Polah

Pecinta hujan, pemuja bintang

Romantis Itu (Sebuah Catatan di Malam Minggu)

OPINI | 06 October 2012 | 15:30 Dibaca: 444   Komentar: 5   0

Buat yang jomblo (dan galau), disarankan untuk tidak membaca tulisan ini lebih lanjut. Sebab saya tidak mau bertanggung jawab jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan akibat penggalauan tingkat dewa:p

(sebuah catatan di malam Minggu)

Ternyata, romantis itu nggak melulu soal bunga, cokelat atau puisi cinta. Bukan pula soal boneka teddy bear atau candle light dinner.  Tanpa saya sadari…, saya banyak menghabiskan waktu bersama seseorang yang sebenarnya sangat romantis. ..

Dan berikut adalah  beberapa hal romantis versi saya:p

Romantis itu ketika senja hari saya diajak seorang cowok untuk makan sate padang yang luar biasa murah di pinggir jalan , minumnya es kelapa muda yang sama murahnya. Tapi bisa ngeliatin lampu2 di deretan toko yang mulai dinyalain…sambil ngeliatin satu2 plat kendaraan yang lewat yang bukan ‘BD’ sambil main tebak-tebakan : “kode N darimana hayo?”

Romantis itu ketika lagi boncengan motor trus motor yang dinaikin tiba-tiba mogok malem-malem. Dan kami terpaksa berjalan kaki sambil mencari tempat tambal ban terdekat sambil ngobrol-ngobrol.Dan pas nunggu motor di tambal itu menyenangkan lhooo:)

Romantis itu ketika ada yang ngajak saya melihat tempat baru dengan naik becak setelah lelah berjalan kaki. (motornya dititipin aja sama tukang parkir:p)

Romantis itu ketika diajak ngobrol berjam-jam di pinggir jalan sambil minum bandrex atau makan lesehan di warung tenda di pinggir jalan.

Romantis itu ketika sama-sama seru ngabisin duit di kantong n di dompet buat ngeborong buku di gramedia. (sampai jatah buat tukang parkirpun udah nggak ada lagi.ckckckck

Romantis itu ketika hunting duren berdua, makan di pinggir jalan….tapi duren yang dipilih kalo nggak mentah ya busuk:p

Romantis itu…

aduh. nggak tau ah, banyak banget…..:):)

** Hey, jelek!
harusnya kau tahu…

“Bahagia itu…., bukan soal pizza atau seberapa mahal dan mewahnya restoran yang bersedia kau bayar…

Tapi melihat senyummu saat menyantap Sate padang dan es kelapa muda di emperan mall….

Bahagia itu…bukan berdiam di balik kemudi honda jazz atau Yaris merah dengan obrolan omong kosong.

Tapi berpelukan erat di atas motor butut,menembus guyuran hujan…

tanpa kata, tanpa suara…namun dapat kau rasakan kehangatan sesungguhnya:):):):)

**ah. senyummu, ceritamu, candaanmu yang ga lucu itu membuatku rindu”

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kalahkan Norwich, Liverpool Kian Dekat …

Achmad Suwefi | | 20 April 2014 | 19:54

Ketagihan “Pecel Senggol” …

Hendra Wardhana | | 20 April 2014 | 16:01

Kebijakan Mobil LCGC Yang Akhirnya Membebani …

Baskoro Endrawan | | 20 April 2014 | 13:30

My Mother Is…? …

Salmah Naelofaria | | 20 April 2014 | 15:03

[Puisi Kartini] Petunjuk Akhir Event Puisi …

Fiksiana Community | | 20 April 2014 | 09:25


TRENDING ARTICLES

Awas Pacaran Sama Bule Player! Tips dari …

Cdt888 | 13 jam lalu

Mari Jadikan Sekolah Benar-Benar Sebagai …

Blasius Mengkaka | 15 jam lalu

Hargai Pilihan Politik Warga Kompasiana …

Erwin Alwazir | 15 jam lalu

Mandi Air Soda di Kampung, Ajaib! …

Leonardo Joentanamo | 16 jam lalu

Prediksi Indonesian Idol 2014: Virzha …

Arief Firhanusa | 17 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: