Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Auda Zaschkya

Realita adalah Inspirasiku Menulis

Pasangan Pria Berusia Lebih Tua. Kenapa Tidak ?

OPINI | 29 September 2012 | 06:11 Dibaca: 4607   Komentar: 131   25

Adalah suatu kebiasaan bagi setiap manusia yang sudah memasuki usia remaja, saling mengenal lawan jenis. Setelah melalui proses pendekatan a.k.a PDKT dan disertai dengan nembak, kemudian biasanya mereka akan memutuskan untuk menjalin hubungan yang lazim disebut pacaran.

Bagi remaja perempuan usia SMP atau SMA atau berumur dibawah 20 tahunan, mereka biasanya cenderung menyukai laki-laki yang sebaya dengan mereka. Mereka cenderung memilih remaja yang terkesan badboy, anak band, anak basket atau cowok-cowok yang aktif diberbagai ekstrakurikuler di sekolahnya. Sekalian biar kelihatan ikut ngetop sih. Bukankah ini biasa bagi remaja?

Seiring berjalannya waktu, remaja perempuan ini akan memikirkan suatu hubungan. Dengan demikian, mereka baru akan memikirkan pernikahan. Pada usia diatas 22 tahunan atau setelah tamat kuliah, mereka akan cenderung mencari sosok pria dewasa. Pria dewasa yang dimaksud adalah pria yang berumur lebih tua beberapa tahun dari mereka. Dan hal ini telah dibuktikan oleh teman saya yang akan menikah pagi ini.

***

Sebutlah namanya Via (24). Via adalah teman saya semasa SMA yang dulunya dia memiliki hubungan dengan kakak kelas. Namun karena adanya perbedaan, mereka pun berpisah. Setahu saya, pacar-pacar Via sebelumnya adalah pria yang sebaya atau sekitar 3 tahun lebih tua dari umurnya. Dengan mereka, ada saja ketidakcookan yang dihadapi Via sampai akhirnya iba-tiba awal bulan september ini, via mengajak saya bertemu.

Ia mengatakan agar saya hadir dipernikahannya. Otomatis saya pun terkejut. Lama tak bertemu, tiba-tiba saja mendapat berita itu.

Via menceritakan bahwa calon suaminya adalah sesosok pria dewasa yang terpaut 15 tahun dengannya. WOW, 15 tahun ini berarti seperti selisih usia saya dan abang kandung saya. Saya bertanya, mengapa ia berani mengambil keputusan menikah dengan pria yang berumur lebih tua?

Menurut pengakuan Via dan beberapa orang teman wanita yang saya wawancarai, sosok pria yang berumur lebih tua itu :

1. Ngemong.

Sebagai calon kepala rumah tangga, seorang pria hendaklah menjadi pembimbing si wanita.

2. Pengertian

Yang namanya orang normal, pasti mendambakan pendamping yang pengertian.

Misalnya : Ketika Via sedang menangani pasien, calon suaminya sangat mengerti akan aktivitas Via, dan begitu pula sebaliknya.

3. Tidak Suka Memaksa

Setiap orang yang punya pacar, kadang suka menuntut pasangannya untuk melakukan yang ia sukai. Dan itu tidak ditemukan Via di calon suaminya. Calon suaminya membebaskan Via bila ingin melakukan apapun. Toh Via sudah cukup dewasa, ia pasti mengetahui apa yang dilakukannya jadi tidak perlu dipaksa. Paling Cuma diarahkan.

4. Teman Yang Asyik untuk Bertukar Pikiran

Yang namanya perempuan, pasti kebiasaannya curhat, kan? Pastinya perempuan suka cerita apa saja sama sahabatnya dan si sahabat pun mendukung apa yang ia katakan. Apalagi kalau ceritanya itu sama pacar yang sebaya. Emosi pun akan meledak-ledak. Nah, pria yang lebih dewasa, cenderung memberikan masukan berupa nasehat dan pandangan positif lainnya. Bukan langsung mengamini apa yang kita (PR) lakukan. Dengan pertukaran pikiran itu, solusi untuk suatu permasalahan pun akan mudah ditemukan.

5. Tidak Gampang Cemburu

Laki-laki yang lebih muda, cenderung gampang cemburuan. Sedangkan yang berusia lebih tua, tidak gampang terprovokasi karena dapat lebih berpikir dengan kepala dingin.

6. Kenyamanan

Dalam setiap hubungan, setiap manusia pasti mendambakan kenyamanan dalam hubungannya. Bila dengan pacar yang sebaya, ada saja masalah yang sering dihadapi dan tentunya itu tidak membuat nyaman, bukan? pria yang berusia lebih tua, akan sangat menghormati anda sebagai kekasihnya dan berusaha memperlakukan anda senyaman mungkin.

***

Ada beberapa faktor yang dapat memberikan kenyaman kepada para perempuan untuk menjalani hubungan dengan pria lebih tua, misalnya :

1. Perbedaan usia memang sudah jelas, namun disamping itu dapat disiasati dengan mencari beberapa kesamaan. Misalnya kesamaan hobi. Tapi jangan terlalu giat mencari persamaan, nanti bikin pusing diri sendiri. Kalau memang tetap berbeda ya dihormati saja. Toh perbedaan itu akan menjadikan segalanya indah, bukan?

2. Usia memang sudah jelas berbeda. Terus apakah anda selamanya akan hidup dalam perbedaan usia itu? Apakah perbedaan usia itu akan menjadi biang keributan? Pasti tidak. Adakalanya malah anda yang wanita dan lebih muda akan lebih mampu bersikap dewasa daripada umur si dia yang lebih tua. Ya selama tak ada perbedaan lain yang mendasari, kenapa tidak berusaha memperbaiki yang sudah ada?

3. Anda memilihnya tentu karena berbagai alasa, bukan? pasti anda telah melalui proses PDKT yang panjang sampai anda akhirnya memilihnya. Jadi jangan ada cerita aku begini dan dia begitu lagi. Kan tadi PDKTnya panjang.

4. Jangan pernah membandingkan hubungan anda yang telah berakhir dengan mantan pacar anda dengan si pria dewasa. Hubungan yang sedang anda jalani dengan si pria dewasa ini adalah hubungan anda yang insya allah akan selamanya, bukan? nah.. jalani dengan penuh toleransi karena mengingat perbedaan usia tadi.

5. Menjalani hubungan dengan pria yang berumur lebih tua memang bukan hal yang mudah. Maka dari itu anda juga membutuhkan nasehat dari keluarga anda, sembari anda meyakinkan diri dari omongan orang yang banyak mempermasalahkan tentang itu. Yakinkan diri anda bahwa anda telah memilih si pria tersebut dan berusaha menjaga hubungan dengannya.

Kalau bagi yang akan menikah seperti teman saya itu, maka ada baiknya menyimak hal berikut ini :

1. Yakinkan diri anda bahwa perbedaan usia bukanlah masalah. Buatlah perbedaan itu menjadi tolak ukur untuk kebahagiaan rumah tangga yang akan anda jalani.

2. Walaupun si pria berusia lebih tua, ia masih bisa memberikan keturunan. Sedangkan wanita yang telah berusai diatas 35 tahunan, akan susah jika diharuskan untuk hamil walaupun ada juga.

3. Orang lain kadang akan sulit menerima keputusan anda menikah dengan pria lebih tua. Jadi, berusahalah untuk menciptakan citra positif dihadapan orang banyak walaupun masalah di dalam rumah tangga pasti ada, baik dengan pasangan sebaya, lebih muda maupun lebih tua.

4. Tak bisa dipungkiri bahwa kebanyakan wanita  memilih pria lebih tua untuk menikah dengannya karena alasan kemapanan. Jadi, supaya anda perempuan tak disebut sebagai cewek matre, anda kerja juga dong. Kalau suami anda tak mengizinkan anda bekerja diluar rumah, didalam rumah pun anda bisa menghasilkan uang. Misalnya membuat kue.

5. Pasti suami anda bangga karena telah memperistri anda yang masih muda dan tentunya cantik, apalagi anda perempuan muda yang juga pintar dapat dibanggakan dihadapan teman-temannya.

6. Menikah bukanlah untuk sehari atau dua hari. Menikah itu memerlukan kesiapan untuk berkomitmen selamanya. Pria lebih tua apalagi mapan, bisa menjadi alternatif yang OK,bukan?

7. Tuhan telah menghadirkan rasa cinta itu diantara anda berdua lewat berbagai macam persamaan dan perbedaan cara pandang terhadap sesuatu. Maka anggaplah itu sebagai anugerah yang tak dapat digantikan oleh apapun. Dengan demikian anda akan menikmati cinta itu sendiri tanpa terus mengingat bahwa anda perempuan telah menikah dengan pria yang lebih tua.

***

Terlepas dari usia pria yang lebih tua, setiap wanita pasti mendambakan kehidupan rumah tangga yang harmonis. Jadi rumah tangga yang telah dibina itu, dijalankan sebaik-baiknya. Jangan jadikan perbedaan usia itu menjadi penyebab jika dikemudian hari anda menemukan masalah.

Di dalam umumnya rumah tangga yang dibangun, kerikil-kerikil tajam adalah hal yang biasanya yang masih bisa dibicarakan. Maka diperlukan komunikasi yang intens agar tidak terjadi perbedaan pendapat antara anda dan pasangan anda. Jika pun nanti anda menemukan masalah, maka segera ingat hal-hal yang membuat anda memutuskan menikah dengannya.

Jadi, menikah dengan pria yang berusia lebih tua bukanlah sebuah masalah dalam menyatukan visi dan misi untuk berumah tangga. Bagaimana menurut anda?

Selamat Pagi

Auda Zaschkya

13488564171798325638

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Optimistis Melihat Produk Lokal dari Pasar …

Asri Alfa | | 22 October 2014 | 19:36

Happy Birthday Kompasiana …

Syukri Muhammad Syu... | | 22 October 2014 | 18:24

[BALIKPAPAN] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:00

Ngaku Kompasianer Langsung Diterima Kerja …

Novaly Rushans | | 22 October 2014 | 07:36

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Calon Menteri yang Gagal Lolos …

Mafruhin | 13 jam lalu

3 Calon Menteri Jokowi Diduga Terlibat Kasus …

Rolas Jakson | 13 jam lalu

Suksesi Indonesia Bikin Iri Negeri Tetangga …

Solehuddin Dori | 13 jam lalu

Bocor, Surat Penolakan Calon Menteri …

Felix | 14 jam lalu

Fadli Zon dan Hak Prerogatif Presiden …

Phadli Hasyim Harah... | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Ketika Bidan Desa Tak Peduli, Nyawa Bayi …

Yohana Damayanti Ma... | 8 jam lalu

Judge …

Ayu Syahbana Surbak... | 8 jam lalu

Memilih Makanan Halal di Eropa …

Aries Setya | 9 jam lalu

Amplas …

Katedrarajawen | 9 jam lalu

Obama Dream atau Obama Nightmare ? …

Andi Firmansyah | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: