Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Nunung Nuraida

teacher, English, novel, x-files, Rayhan http://nunungnuraida.wordpress.com

Komunitas “Hijaber”?

OPINI | 09 September 2012 | 04:02 Dibaca: 811   Komentar: 12   2

Pagi tadi saya berangkat ke sekolah bertemu dengan salah seorang siswi. Kebetulan, kami cukup akrab. Saya sempat melihat gaya berjilbabnya. Ada yang berbeda. Saya pun mengomentarinya, “Kayaknya ada yang lagi ikut trend baru nih?” Katanya, “Iya, mam. Kata anak-anak sekelas, hari ini wajib pake hijab!” Saya bengong, “Hijab?” “Iya, Mam, jilbab yang dimodel-model kayak gini. Padahal makainya ribet, Mam. Saya aja udah gak betah nih!” “Terus, kenapa dipakai?” “Yah, daripada dibilang gak kompak?”

Malam ini, pembicaraan seputar “hijab” ini berlanjut, tapi dengan orang yang berbeda. Kali ini salah seorang alumni bertandang ke rumah. Obrolan kita ngalor ngidul, dari keikutsertaannya di acara MTV Exit, sampai ke masalah “komunitas hijaber” ini. Dia sempat ditanya dengan teman-teman kampusnya yang laki-laki “Lo gak gabung sama cewek-cewek gurita itu ya?” “Cewek gurita? Maksud lo?” “Iya, komunitas hijaber yang kalau pake jilbab kayak gurita gitu, ribet! aneh-aneh!” “Kenapa emangnya?” “Ya aneh aja, gue liat orang pake jilbab biasa aja udah ribet, ini lagi ditambah lilit sana sini. Gak praktis banget sih?”

Oh, ternyata orang yang melihat para “hijaber” itu merasa bahwa mereka itu terlalu berlebihan. Akhirnya si alumni yang tadinya merasa jadi anak jadul karena masih pakai jilbab standar, kepercayaan dirinya tumbuh lagi. Yang kami herankan adalah mengapa jilbab yang “tidak simpel” itu dibilang hijab? Lalu mengapa pula harus ada yang namanya “komunitas hijaber”? Rasanya ada yang kurang pas dengan penamaan komunitas hijaber ini.  Bukankah hijab adalah kewajiban bagi seluruh perempuan muslim? Kalau mereka sudah menyatakan diri sebagai sebuah komunitas, secara tidak langsung mereka telah mengotak-kotakkan umat muslim berdasarkan penggunaan jilbabnya.

Lalu sebenarnyaa apa sih pengertian hijab itu sendiri? jangan sampai masyarakat tergiring dengan pemahaman makna hijab yang kurang tepat karena adanya penamaan komunitas hijaber tersebut.

Menurut Muhammad Nashiruddin Al-Albany kriteria jilbab yang benar hendaklah menutup seluruh badan, kecuali wajah dan dua telapak, jilbab bukan merupakan perhiasan, tidak tipis, tidak ketat sehingga menampakkan bentuk tubuh, tidak disemprot parfum, tidak menyerupai pakaian kaum pria atau pakaian wanita-wanita kafir dan bukan merupakan pakaian untuk mencari popularitas diri. [Dikutip dari Kitab Jilbab Al-Marah Al-Muslimah fil Kitabi was Sunnah (Syaikh Al-Albany)]

Apakah hijab yang saat ini sedang “IN” adalah hijab yang sesuai dengan syar’i? Dengan bentuk yang, menurut kami, tidak simpel, berwarna-warni, terkesan hijab yang dipakai sekarang lebih merupakan pakaian untuk mencari popularitas diri. Artinya ada kesan bahwa si pemakai ingin orang lain memandang dan mengagumi hijab yang ia kenakan. Entah pandangan kami benar atau salah, namun itulah yang kami perhatikan.

Yang kami sayangkan adalah trend hijab sepertinya melenceng dari makna sebenarnya, dan dengan adanya sebutan “komunitas hijaber”, seakan pemakai hijab-hijab trend ini ingin memisahkan diri dari para pengguna jilbab yang bisa dibilang standar. Padahal tak sepantasnya, penggunaan hijab dijadikan sebagai satu komunitas tertentu karena hijab adalah satu perintah Allah yang tertulis jelas di Al Quran, bukan sebagai suatu pembedaan kelompok dalam bentuk komunitas.

Qur’an

  1. Dalam Al Qur’an surat Al-Ahzab ayat 59 disebutkan : Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
  2. Kemudian dalam surat An-Nur ayat 31 : …Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya…
 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kekecewaan Penyumbang Pakaian Bekas di …

Elde | | 25 October 2014 | 12:30

Rafting Tidak Harus Bisa Berenang …

Hajis Sepurokhim | | 25 October 2014 | 11:54

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15

Dukkha …

Himawan Pradipta | | 25 October 2014 | 13:20

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 6 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 12 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 12 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 13 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Jadilah Peniru …

Wiwik Agustinanings... | 7 jam lalu

Pesan Membaca di Film The Book of Eli …

Eko Prasetyo | 7 jam lalu

Wisata Magelang – Menuju Kejayaan …

Sigit Mardiyanto | 7 jam lalu

Gejolak Pikiran setelah Berkunjung ke …

Mad Solihin | 7 jam lalu

Buku: antara Hidup dan Mati …

Onenation | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: