Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Bakhrul Ulum

Love reading books (always), Love writing (sometime), Hard Worker, Student

~ Surat Al-‘Ashr dan “Ritual” Doa Sebelum Pulang Sekolah ~

OPINI | 04 September 2012 | 22:46 Dibaca: 677   Komentar: 0   0

Semasa masih berada di bangku sekolah dasar(SD) sampai sekolah menengah pertama (SMP), masih selalu kita ingat, Guru kita menyuruh para muridnya untuk berdo’a sebelum pulang meninggalkan kelas dengan bersama-sama membacakan surat Al-‘Ashr. Seakan sudah menjadi tradisi dan “ritual” yang dialkukan di sekolah kami, mungkin juga di sekolah-sekolah yang lain.

Entah mulai kapan tradisi ini berlangsung dan siapa yang memulainya. Mengutip dari Al- Qur’an terjemahan Bahasa Indonesia yang dikeluarkan Departemen Agama RI, berikut adalah terjemahan dari surat ke-103 dalam Al-Quranul karim ini: ”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS. Al ‘Ashr).

Imam Asy Syafi’i rahimahullah berkata,

لَوْ تَدَبَّرَ النَّاسُ هَذِهِ السُّوْرَةَ لَوَسَعَتْهُمْ

”Seandainya setiap manusia merenungkan surat ini, niscaya hal itu akan mencukupi untuk mereka.” [Tafsir Ibnu Katsir 8/499].

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata, ”Maksud perkataan Imam Syafi’i adalah surat ini telah cukup bagi manusia untuk mendorong mereka agar memegang teguh agama Allah dengan beriman, beramal sholih, berdakwah kepada Allah, dan bersabar atas semua itu. Beliau tidak bermaksud bahwa manusia cukup merenungkan surat ini tanpa mengamalkan seluruh syari’at. Karena seorang yang berakal apabila mendengar atau membaca surat ini, maka ia pasti akan berusaha untuk membebaskan dirinya dari kerugian dengan cara menghiasi diri dengan empat kriteria yang tersebut dalam surat ini, yaitu beriman, beramal shalih, saling menasehati agar menegakkan kebenaran (berdakwah) dan saling menasehati agar bersabar” [Syarh Tsalatsatul Ushul].

Kembali ke bahasan tradisi membaca Surat Al-Ashr sebelum meninggalkan kelas, kita akan mengerti dari penjelasan terjemahan yang disebutkan tadi. Penulis berandai-andai mengapa Pencetus tradisi yang kita semua belum ketahui membuat tradisi ini.

Setelah sekian jam mengikuti proses belajar-mengajar, ketika kita pulang, kita dituntut untuk merenungkan apa-apa saja yang sudah dipelajari, sehingga segala sesuatu yang kita pelajari hari itu, tidak akan menjadi sia-sia dan tidak menjadi kerugian buat kita (Ayat 2).

Tidak cukup disitu, apa yang telaj dipelajari, sepatutnya juga diamalkan, contoh kecil nya berbagi dengan teman yang belum paham betul. sehingga akan menjadi amal sholeh untuk kita.

Filosofi lainnya adalah belajar saling menasehati dan bersabar. Bersabar untuk tidak terburu-buru meninggalkan kelas, untuk menyempatkan waktu berdo’a terlebih dahulu.

Terlepas dari bacaan atau doa yang diucapakan. Semua do’a itu baik dan dianjurkan. seperti firman Allah SWT dalam surat Al-Baqoroh ”Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS 2: 186).

Yuk disebarkan coretan saya ini kepada adik-adik yang masih duduk di bangku SD atau SMP, mari kita jelaskan filosofi kegiatan yang mereka lakukan sebelum meninggalkan kelas selesai jam sekolah. Diharapakn mereka mengerti apa yang dialkukan dan makana sesungguhnya yang diharapkan dari “tradisi” itu.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Di Yogyakarta Antri 4 Jam Demi Segelas …

Hendra Wardhana | | 28 August 2014 | 16:35

Ahok: Pro Transportasi Publik atau …

Ilyani Sudardjat | | 28 August 2014 | 12:43

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: Kenapa …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58

Gap Year: Setahun Nganggur …

Marlistya Citraning... | | 28 August 2014 | 11:39

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Dulu Saat Masih Dinas, Kakek Ini Keras …

Posma Siahaan | 6 jam lalu

Rieke Diah Pitaloka Tetap Tolak Kenaikan …

Solehuddin Dori | 10 jam lalu

Ahok Nggak Boleh Gitu, Gerindra Juga Jangan …

Revaputra Sugito | 10 jam lalu

Tomi & Icuk Sugiarto Nepotisme! …

Asep Rizal | 11 jam lalu

Sebab SBY dan Jokowi Tak Bicarakan BBM di …

Pebriano Bagindo | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Kabinet Ramping Jokowi: Cukup 20 Menteri …

Roes Haryanto | 7 jam lalu

Listrik dari Sampah, Mungkinkah? …

Annie Moengiel | 8 jam lalu

Sensasi Rasa Es Krim Goreng …

Topik Irawan | 8 jam lalu

Indonesia Abad ke-9 Masehi …

Ahmad Farid Mubarok | 8 jam lalu

Catatan Harian: Prioritas di Kereta Wanita …

Nyayu Fatimah Zahro... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: