Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Gerakan Sekolah Bebas Sampah

HL | 06 August 2012 | 02:02 Dibaca: 1014   Komentar: 20   16

13441832511536094467
Ilustrasi/ Admin (shutterstock)

Sekolah adalah sebuah tempat yang tepat bagi kami yang berperan sebagai pelajar untuk melakukan berbagai aktivitas, baik dalam kelas maupun di luar kelas. Salah satu kegiatan kami di luar kelas adalah dalam bentuk kegiatan ekstrakulikuler yang tergabung dalam Kelompok Ilmiah Remaja (KIR). Saat itu (2008) proyek yang dilakukan oleh KIR kami fokuskan dalam kegiatan konservasi lingkungan sekolah.

Dalam kegiatan tersebut kami mencoba berkonsentrasi pada pengelolaan sampah di lingkungan sekolah dan sekitarnya. Sehingga, kami bisa mewujudkan cita- cita kami yaitu Zero Waste School yaitu sekolah bebas sampah ! benar- benar bebas sampah!!.

Program pengelolaan sampah berbasis sekolah dimulai sejak tahun 2008. Kegiatan ini dipandu oleh seorang guru pembimbing KIR. Ada 10 orang yang menjadi tim Go To Zero Waste School, dan dilakukan secara berkelompok sesuai divisinya masing-masing.

Sebenarnya, ketertarikan awal terhadap program sampah ini saat ami dan teman-teman melihat tumpukan sampah yang menggunung di TPS TEGALEGA danĀ  saat ada edukasi dari YKI (Yayasan Kontak Indonesia) yang berkunjung ke SMPN 11 Bandung.

Lalu, ketertarikan pun mulai bertambah saat Bu Nia memberikan selebaran Young Changemakers Award “innovation in clean water and sanitation”. Saat itulah program Go To Zero Waste School mulai dijalankan.

  • Kelompok pengelolaan sampah organik

Kegiatannya terfokus kepada pengelolaan sampah organik dengan menggunakan metode “TAKAKURA”. Takakura merupakan metode pengkomposan yang efektif digunakan karena kompos hasil takakura ini sangat baik.

  • Kelompok pengelolaan sampah Tetrapak dan Kertas

Pengelolaan sampah jenis Tetra Pak terfokus pada kegiatan pembiasaan memilah sampah. Umtuk kegiatan ini kami bekerjasama dengan Yayasan Kontak Indonesia, dan dalam pelaksanannya YKI membantu kami dalam pelatihan serta memberikam tempat sampah khusus untuk membuang sampah jenis Tetrapak.

Sedangkan, untuk sampah jenis kertas difokuskan kepada pembuatan kertas daur ulang dan pemanfaatan sampah kertas menjadi barang yang bermanfaat

Kegiatan KEBUNKU bekrerjasama dengan Greneration Indonesia. Dalam pelaksanannya , kita mengumpulkan kertas dari kelas- kelas kemudian kita membuat komik dari kertas bekas tersebut.

  • Kelompok pengelolaan sampah an-organik

Kegiatan ini terfokus pada pemilahan sampah an-organik yang dimanfaatkan untuk membuat barang- barang yang berguna/ bernilai jual tinggi.

Tujuan dari Go To Zero Waste School ini ialah:

1. Mengurangi sampah dari sumbernya, denga melakukan berbagai aktivitas pembiasaan.

2. Kemampuan melakukan penelitian ilmiah, paling tidak pembiasaan dalam mebuat jurnal.

3. Kemampuan untuk merangkai jaringan bersama pihak-pihak yang terkait.

4. Menciptakan lingkungan sekolah yang bebas sampah.

5. Berkontribusi dalam penyelamatan bumi dari climate change.

6. Bersedia mengikut program pemerintah yaitu “Kurangi Sampah yang Dibuang ke TPS”

Mungkin itu cerita singkatnya untuk info yang ingin ditanyakan bisa follow twitter ami di @oyaamiami


Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kalau Bisa Beli, Kenapa Ambil yang Gratis?! …

Tjiptadinata Effend... | | 01 November 2014 | 14:03

Sebagai Tersangka Kasus Pornografi, Akankah …

Gatot Swandito | | 01 November 2014 | 12:06

Danau Toba, Masihkah Destinasi Wisata? …

Mory Yana Gultom | | 01 November 2014 | 10:13

Traveling Sekaligus Mendidik Anak …

Majawati Oen | | 01 November 2014 | 08:40

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

MA si Tukang Sate Ciptakan Rekor Muri …

Ervipi | 10 jam lalu

Jokowi Kelolosan Sudirman Said, Mafia Migas …

Ninoy N Karundeng | 10 jam lalu

Pramono Anung Sindir Koalisi Indonesia Hebat …

Kuki Maruki | 11 jam lalu

Keputusan MK Tentang MD3 Membuat DPR Hancur …

Madeteling | 12 jam lalu

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Inilah 5 Pemenang Voucher Belanja Buku di …

Kompasiana | 7 jam lalu

Nangkring “Tokoh Bicara”: Bupati …

Kompasiana | 9 jam lalu

13 Gejala Kehambaran Pernikahan …

Cahyadi Takariawan | 9 jam lalu

Kunci-kunci Penting Meraih Kebahagiaan …

Ngainun Naim | 9 jam lalu

Kopdar dengan Kompasianer Ini di Magdeburg …

Mentari_elart | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: