Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Choiron

Guru Ngaji. Tinggal di desa.

Jangan Tidur Setelah Subuh

OPINI | 30 July 2012 | 00:41 Dibaca: 10249   Komentar: 96   37

Setelah sholat subuh, apakah yang Anda kerjakan berikutnya? Mengaji hingga matahari terang menyinari, berolahraga, atau bahkan tidur kembali? Bila Anda memilih untuk terjaga dengan melakukan berbagai aktifitas maka itu sangat saya anjurkan daripada Anda tidur kembali.

Hasil dari berbagi cerita antara teman-teman dan saya sendiri, ada beberapa hal yang terjadi saat Anda meneruskan untuk tidur kembali setelah subuh, di antaranya :

  1. Bermimpi dengan mimpi yang aneh-aneh dan cenderung menyeramkan. Kedalaman mimpi tersebut juga hampir seperti nyata. Bila Anda mimpi dikejar-kejar banci, maka Anda akan terasa lelah saat terbangun. Bila Anda mimpi sepeda motor atau notebook Anda hilang, maka Anda akan mengalami kesedihan hingga akhirnya Anda terbangun dan sadar.
  2. Tidur setelah subuh sangat susah untuk bangun kembali, sehingga sering kali setelah bangun sebentar, tidur kembali.
  3. Mimpi saat Anda tidur setelah subuh juga menjadi mimpi yang sering berseri dan bersambung. Memang aneh, tetapi pengalaman mimpi bersambung ini pernah terjadi juga pada saya.
  4. Badan menjadi tidak fresh saat terbangun. Berbeda bila kita terbangun saat sebelum subuh dan tetap terjaga hingga siang.

Efek tidur setelah sholat subuh, nyaris sama dengan efek bila Anda tidur setelah sholat ashar dan bangun menjelang maghrib. Bedanya, bila terbangun saat matahari merah menjelang terbenam, saya pernah merasakan disorientasi waktu. Sampai-samapis aya tidak bisa membedakan ini sore atau pagi. Akibatnya saat SMP dulu, saya pernah melompat dari tempat tidur saat terbangun untuk segera berangkat sekolah karena takut terlambat.

Mungkin benar kata nenek saya dulu, agar jangan tidur setelah sholat subuh dan ashar. Menurut beliau, tidur pada saat matahari akan terbit dan teggelam membuat kita “teberis pekker” (Bahasa Madura untuk gangguan pikiran), bahkan bisa gila. Tidur setelah subuh juga cenderung untuk fakir karena malas untuk bangun, akibatnya malas juga untuk menyambut rejeki yang keduluan dipatok ayam.

Begitulah opini dan pengalaman saya terkait waktu-waktu tidur yang harus dihindari. Memang tidak ilmiah, jadi jangan tanya dalil naqli, referensi atau rujukan dari jurnal ilmiah semacam EBSCO.

Semoga bermanfaat bagi saya dan Anda.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tren Selfie Ekstrem, Gangguan Kejiwaankah? …

Weka Bhagawan | | 31 January 2015 | 15:03

Perjalanan Menantang Maut Guru SM3T di …

Fi La | | 31 January 2015 | 11:40

Peringkat Badminton Makin Membumi, Indonesia …

Sahroha Lumbanraja | | 31 January 2015 | 12:41

Windows 10 Preview #Edisi Januari, Hampir …

Kembang_jagung | | 31 January 2015 | 14:58

Dari Undangan Diskusi di Kompasiana TV; …

Subronto Aji | | 31 January 2015 | 08:45


TRENDING ARTICLES

Niat Jokowi Tidak Akan Torehkan Cacat …

Den Bhaghoese | 7 jam lalu

Musni Umar: Save Jokowi Walau Dapat Rapor …

Musni Umar | 7 jam lalu

Fakta Menjelang Jatuhnya QZ8501 Mulai …

Mas Wahyu | 9 jam lalu

Topeng Ketua KPK Abraham Samad Dibeberkan …

Edi Abdullah | 10 jam lalu

Siapa yang Bakal Terdepak dari Istana? …

Anis Kurniawan | 15 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: