Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Choiron

Pejuang kehidupan | Mencoba menebar manfaat bagi semua | http://choiron.info/ | 081703311567

Jangan Tidur Setelah Subuh

OPINI | 30 July 2012 | 00:41 Dibaca: 10133   Komentar: 96   37

Setelah sholat subuh, apakah yang Anda kerjakan berikutnya? Mengaji hingga matahari terang menyinari, berolahraga, atau bahkan tidur kembali? Bila Anda memilih untuk terjaga dengan melakukan berbagai aktifitas maka itu sangat saya anjurkan daripada Anda tidur kembali.

Hasil dari berbagi cerita antara teman-teman dan saya sendiri, ada beberapa hal yang terjadi saat Anda meneruskan untuk tidur kembali setelah subuh, di antaranya :

  1. Bermimpi dengan mimpi yang aneh-aneh dan cenderung menyeramkan. Kedalaman mimpi tersebut juga hampir seperti nyata. Bila Anda mimpi dikejar-kejar banci, maka Anda akan terasa lelah saat terbangun. Bila Anda mimpi sepeda motor atau notebook Anda hilang, maka Anda akan mengalami kesedihan hingga akhirnya Anda terbangun dan sadar.
  2. Tidur setelah subuh sangat susah untuk bangun kembali, sehingga sering kali setelah bangun sebentar, tidur kembali.
  3. Mimpi saat Anda tidur setelah subuh juga menjadi mimpi yang sering berseri dan bersambung. Memang aneh, tetapi pengalaman mimpi bersambung ini pernah terjadi juga pada saya.
  4. Badan menjadi tidak fresh saat terbangun. Berbeda bila kita terbangun saat sebelum subuh dan tetap terjaga hingga siang.

Efek tidur setelah sholat subuh, nyaris sama dengan efek bila Anda tidur setelah sholat ashar dan bangun menjelang maghrib. Bedanya, bila terbangun saat matahari merah menjelang terbenam, saya pernah merasakan disorientasi waktu. Sampai-samapis aya tidak bisa membedakan ini sore atau pagi. Akibatnya saat SMP dulu, saya pernah melompat dari tempat tidur saat terbangun untuk segera berangkat sekolah karena takut terlambat.

Mungkin benar kata nenek saya dulu, agar jangan tidur setelah sholat subuh dan ashar. Menurut beliau, tidur pada saat matahari akan terbit dan teggelam membuat kita “teberis pekker” (Bahasa Madura untuk gangguan pikiran), bahkan bisa gila. Tidur setelah subuh juga cenderung untuk fakir karena malas untuk bangun, akibatnya malas juga untuk menyambut rejeki yang keduluan dipatok ayam.

Begitulah opini dan pengalaman saya terkait waktu-waktu tidur yang harus dihindari. Memang tidak ilmiah, jadi jangan tanya dalil naqli, referensi atau rujukan dari jurnal ilmiah semacam EBSCO.

Semoga bermanfaat bagi saya dan Anda.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Johannes Karundeng Mengajari Kami Mencintai …

Nanang Diyanto | | 21 September 2014 | 15:45

Kompasianers Jadi Cantik, Siapa Takut? …

Maria Margaretha | | 21 September 2014 | 16:51

Kaizen dan Abad Indonesia …

Indra Sastrawat | | 21 September 2014 | 15:38

Kucing Oh Kucing …

Malatris | | 21 September 2014 | 16:00

[Daftar Online] Nobar Film “Tabula …

Kompasiana | | 21 September 2014 | 10:33


TRENDING ARTICLES

Logika aneh PKS soal FPI dan Ahok …

Maijen Nurisitara | 7 jam lalu

Usai Sikat Malaysia, Kali ini Giliran Timor …

Achmad Suwefi | 11 jam lalu

Warga Menolak Mantan Napi Korupsi Menjadi …

Opa Jappy | 11 jam lalu

Warisan Dapat Jadi Berkah untuk …

Tjiptadinata Effend... | 11 jam lalu

Jokowi Tak Pernah Janji Rampingkan Kabinet …

Felix | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Sebuah Persembahan untukmu Gus…. …

Puji Anto | 8 jam lalu

Omne Trium Perfectum dan Tri-PAR …

Sam Arnold | 8 jam lalu

Saat R-25 Menjawab Hasrat Pria …

Zulfikar Akbar | 8 jam lalu

2 Tahun di Kompasiana Membukukan Sejumlah …

Thamrin Sonata | 8 jam lalu

Sombong Kali Kau …

Ian Ninda | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: