Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Gunawan Wibisono

puisi adakalanya menggantikan rembulan diwaktu malam dan hadir menemanimu di siang hari tatkala hatimu gundah selengkapnya

Lagi .. Investasi Bodong Makan Korban

OPINI | 26 July 2012 | 02:29 Dibaca: 405   Komentar: 7   3

Pagi ini 26 Juli 2012, ketika membaca beberapa surat kabar yang terbit di Palembang, Sumatera Selatan, kembali saya dibuat terperangah dan tak henti menggelengkan kepala, seakan masih belum percaya akan pemberitaan koran yang mengabarkan bahwa “Investasi Bodong” kembali menelan korban.

Kali ini, pelaku penipuan berkedok investasi di Palembang, Sumsel ini di perkirakan oleh salah seorang korbannya menilap dana masyarakat dengan nilai sangat besar yaitu mencapai 6 -7 trilyun rupiah (Harian Palembang Pos 26/7 2012).

Menurut kesaksian salah seorang korban, berbagai upaya mereka lakukan untuk mengelabui para calon investor. Diantaranya menjanjikan tingkat keuntungan 6-10 persen per bulan dari besarnya nominal rupiah yang ditanamkan.

Modus lainnya adalah setiap nominal tertentu yang di investasikan, investor langsung mendapat cash back fee sebesar 30 persen saat itu juga. Luar biasa.

Tidak cukup sampai disitu, untuk membangun kepercayaan lebih, mereka meyakinkan calon investor dengan mencatut pula nama salah seorang mantan Wakil Kepala Kepolisian Daerah di Sumatera Selatan yang diakui sebagai salah seorang komisaris pada perusahaan investasi yang belakangan terbukti bodong ini.

Masyarakat Telah Kehilangan Rasionalitas

Penipuan berkedok investasi telah berulangkali terjadi di tanah air namun anehnya, meskipun telah berulangkali terjadi, namun masih demikian banyak masyarakat yang mudah sekali dikelabui jika muncul bentuk investasi baru dengan kedoknya yang baru. Padahal jika masyarakat mau sedikit cermat, tingkat keuntungan yang mereka janjikan sangatlah tidak masuk diakal sehat.

Dan lagi, yang tidak masuk dalam pemikiran akal sehat saya adalah, banyak diatara para korban yang berasal dari kalangan terdidik seperti guru, pensiunan pegawai, perwira polisi dan bahkan para pegawai bank yang nota bene dalam kesehariannya mengelola dana masyarakat dengan tingkat prudential tinggi. Sungguh mengherankan !

Dalam era yang serba permisif dan konsumtif seperti sekarang ini, orang yang berfikiran waras malah dibikin “gila” dengan keberanian para pemilik uang yang terlalu berani mengambil resiko dengan menempatkan sejumlah dananya dengan iming-iming yang sesungguhnya irasional.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kompasiana Nangkring bareng Pertamina …

Santo Rachmawan | | 01 September 2014 | 13:07

Inilah Buah Cinta yang Sebenarnya …

Anugerah Oetsman | | 01 September 2014 | 17:08

Catatan Pendahuluan atas Film The Look of …

Severus Trianto | | 01 September 2014 | 16:38

Mengulik Jembatan Cinta Pulau Tidung …

Dhanang Dhave | | 01 September 2014 | 16:15

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 7 jam lalu

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 7 jam lalu

Ahok Dukung, Pasti Menang …

Pakfigo Saja | 10 jam lalu

BBM Bersubsidi, Menyakiti Rakyat, Jujurkah …

Yunas Windra | 11 jam lalu

Rekayasa Acara Televisi, Demi Apa? …

Agung Han | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Pemenang Putri Indonesia di Belanda Bangga …

Bari Muchtar | 8 jam lalu

Penanggulangan Permasalahan Papua Lewat …

Evha Uaga | 8 jam lalu

Antara Aku, Kamu, dan High Heels …

Joshua Krisnawan | 8 jam lalu

Rakyat Dukung Pemerintah Baru Ambil Jalan …

Abdul Muis Syam | 8 jam lalu

Masa Orientasi, Masa Di-bully; Inikah Wajah …

Utari Eka Bhandiani | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: