Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Coretan Embun

To travel by train is to see nature & human beings, towns, churches & rivers, selengkapnya

Cara Mengatasi Kegalauan

OPINI | 25 July 2012 | 16:28 Dibaca: 2281   Komentar: 7   3

Apa sih yang dimaksud ‘Galau’ ? Kata galau mulai populer diantara para remaja sekitar awal tahun 2001. Belakangan kata galau makin sering digunakan tidak saja oleh remaja tetapi orang dewasa pun ikut-ikutan ber-galau ria. Kata galau akhirnya menjadi populer di kalangan masyarakat.

Kini tidak hanya remaja yang mengaku galau, tetapi orang dewasa, manula dan anak kecil sering mengaku dirinya galau. Entah galau karena pasangan, pekerjaan, teman atau keluarga.
Lalu kata galau semakin berkembang dengan luas, apakah Anda seringkali merasakan kegalauan ? Lalu, bagaimana cara Anda mengatasinya?

Berikut ini saya berikan tips untuk mengatasi galau supaya tidak menjadi-jadi. Karena pasti akan mengganggu Anda dalam melakukan aktifitas sehari-hari.

• Galau karena pasangan atau kekasih anda :
Jika penyebab galau Anda adalah karena pasangan atau kekasih, jangan pernah mendengarkan musik yang mellow karena bukannya galau hilang, yang ada Anda pasti akan semakin galau. Sebaiknya, pilihlah lagu yang ngebit, bersemangat, atau bahkan yang bisa membuat Anda berteriak-teriak. Tapi jangan terlalu keras teriaknya dan lakukan di tempat tersembunyi seperti dalam kamar atau kamar mandi. Karena kalau dilakukan di depan rumah Anda pasti dikira stres beneran. Percayalah, cara ini ampuh untuk menghilangkan perasaan galau, setidaknya membuat Anda tenang sejenak sebelum akhirnya menyelesaikannya dengan pikiran yang ‘fresh’.

• Galau di tempat kerja, lingkungan rumah, sekolah/kampus atau tempat Anda berinteraksi dengan orang lain :
Menangislah, karena menangis adalah sebuah cara untuk melepaskan galau yang paling ampuh. Tidak hanya wanita yang boleh menangis, laki-laki juga boleh menangis. Tapi khusus untuk laki-laki menangisnya dalam hati saja ya? Menangis bukan berarti menunjukkan bahwa seseorang itu lemah dan cengeng, namun dalam menangis sendiri ternyata memang dapat mengeluarkan hormon stres yang ada di dalam tubuh yaitu endorphin leucine-enkaphalin dan prolactin. Selain itu, menangis juga dapat mengurangi resiko terkena penyakit yang disebabkan oleh stres seperti darah tinggi.

• Galau karena sahabat yang tiba-tiba menunjukkan sikap kurang bersahabat :
Manusia adalah makhluk sosial, dimana selalu bersosialisasi dengan manusia yang lainnya. Salah satu cara lain yang dapat berguna mengusir galau karena sahabat yang mengecewakan kita adalah dengan curhat kepada orang terdekat, entah sahabat lain, pasangan atau orang tua. Atau akan lebih baik bila diselesaikan dan dibicarakan pada sahabat yang mengecewakan Anda. Karena bukannya tidak mungkin sahabat Anda juga kecewa dengan Anda, yang menyebabkan dia berubah sikap. Jadi dengan hubungan komunikasi yang baik segala masalah akan menjadi ‘clear’.

• Galau karena rutinitas yang membosankan :
Masing-masing orang memang memiliki karakter yang berbeda-beda. Maka akan berbeda pula dalam menyikapi masalah. Terutama mengatasi masalah rutinitas yang membosankan. Jangan buru-buru ingin ‘harakiri’ ya, wah … tidak boleh itu karena dilarang semua agama. Jadi camkan slogan ‘bosan aja kok repot’. Maka dari itu cobalah beberapa alternatif untuk mengusir kebosanan dari hidup kita, diantaranya :
* Jalan-jalan :
Cara ini juga ampuh karena dengan jalan-jalan dapat menghilangkan stres dan galau berlebih karena bosan.

* Makan makanan kesukaan :
Beberapa orang ketika galau melanda ada yang memilih untuk melampiaskannya pada makanan. Karena dengan makan makanan kesukaan kita, apa yang ada dipikiran dapat ditenangkan meski sejenak. Tapi makannya jangan sampai kalap ya? hal ini berbahaya jika Anda selalu melakukannya, selain tidak baik bagi kesehatan, melampiaskan diri pada makanan juga berakibat pada obesitas.

* Tidur :
Daripada pusing memikirkan pikiran galau yang tidak kunjung selesai, tidur bisa menjadi satu pilihan tepat untuk menghilangkan kegalauan. Meski hilang hanya sejenak dan tidak menyelesaikan masalah, setidaknya setelah bangun tidur pikiran Anda kembali segar dan dapat memikirkan bagaimana solusi selanjutnya.

• Galau karena sudah bertahun-tahun menulis di Kompasiana tapi belum juga menerbitkan buku :
Nah kalo hal ini kita perlu instrospeksi nih. Semua dikembalikan pada diri kita masing-masing. Mungkin yang kita tulis cuma curhatan saja. Jadi bisa-bisa dibilang penulis sastra galau nantinya. Bagi sebagian orang yang suka menulis, menulis adalah sebuah terapi untuk menenangkan pikiran. Namun, banyak orang yang terbiasa melampiaskan rasa galaunya dengan menuliskan pada status facebook atau twitter ataupun menulis artikel di Kompasiana yang mengandung unsur galau. Hal ini sebenarnya (mungkin)mengganggu banyak orang yang kebetulan menjadi teman atau followers Anda jika setiap kali menulis selalu bertopik kegalauan. Bukannya simpatik, teman atau rekan Anda justru risih melihatnya. Tapi bukan tidak mungkin sastra galau yang Anda tulis juga bisa menghibur orang lain yang membacanya. Bener gak sih? :P

Bagaimana, bro and sista, bapak ibu, om dan tante semoga tips di atas dapat menghilangkan rasa galau berlebih ya :)

Salam manies dan hangat, CE ;)

***

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Istiwak, Jam Kuno di Kota Solo …

Agoeng Widodo | | 23 September 2014 | 11:20

Perang Mulut di Talkshow TV (Mestinya) Cuma …

Arief Firhanusa | | 23 September 2014 | 11:04

Billboard, Sarana Sosialisasi Redam Gepeng …

Cucum Suminar | | 23 September 2014 | 16:30

Mengapa Toga Berwarna Hitam? …

Himawan Pradipta | | 23 September 2014 | 15:14

Lelaki Pengingatku …

Edrida Pulungan | | 23 September 2014 | 17:11


TRENDING ARTICLES

Mendikbud Akhirnya Tegur Guru Matematika …

Erwin Alwazir | 7 jam lalu

Ini Kata Anak Saya Soal 4 x 6 dan 6 x 4 …

Jonatan Sara | 9 jam lalu

PR Matematika 20? Kemendiknas Harus …

Panjaitan Johanes | 11 jam lalu

Kesamaan Logika 4 X 6 dan 6 X 4 Profesor …

Ninoy N Karundeng | 11 jam lalu

Cara Gampang Bangun ”Ketegasan” …

Seneng Utami | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Kemana Peghuni Eks Bongkaran Tanah Abang dan …

Akhmad Sujadi | 8 jam lalu

Usia Orang Kota Lebih Pendek Dari Orang …

Asep Rizal | 8 jam lalu

Apa Salahnya Ahok, Dimusuhi Oleh Sekelompok? …

Kwee Minglie | 8 jam lalu

Waspadai Caries Gigi …

Amallya Luckyta | 8 jam lalu

Kunci Sukses itu Sesungguhnya Ada di Tangan …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: