Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Thamrin Dahlan

Sharing, connecting on rainbow. Pena Sehat Pena Saran Pena Kawan

Profil Masjid Nabawi Ada di Betawi

REP | 23 July 2012 | 15:21 Dibaca: 516   Komentar: 14   6


1343012790153824341

Seperti menara Masjid Nabawi


Membangun Menara

Titian muhibah ramadhan hari ke -2, awak berencana akan takziah ke Masjid yang terletak di komplek perumahan karyawan Taman Mini Indonesia Indah di daerah Pondok Gede Bekasi.  Masjid yang katanya merupakan masjid terakhir atau urutan ke 999 dibangun oleh Yayasan Amal Bhakti Pancasila yang di ketuai oleh  Bapak Presiden RI kedua Bapak Soeharto.  Namun apa hendak dikata, ketika awak sudah siap siap akan berangkat, sang isteri tercinta mengajak awak ke rumah bawah.  ” Mumpung hari libur yok bersih bersih rumah”.  Ini titah, tak berani awak tolak, jadilah muhibah ramadhan ditunda sambil mencari waktu asar atau waktu maghrib nanti.

Akhirnya awak memutuskan untuk mengangkat profil Masjid Jami Annur, masjid yang terletak didepan rumah.  Alasannya adalah karena ada beberapa bagian penting dari masjid yang belum diungkap seperti kata Bapak H. Subagyo.  Beliau mengatakan hal itu ketika selesai membaca buku ” Bukan Orang Terkenal”.  Pak Haji Purnawirawaan Polisi yang merupakan salah seorang jamaah tetap masjid mengatakan ” menara masjid kita belum pak haji ceritakan,…. ” serta merta  awak menyahut ” Siap komandan I will posting “(ini suara hati menjawab) , tetapi yang terdengar di telinga beliau : ” inggih mas,…”.

Habib Umar Bin Ahmad Al Hamid, guru ngaji kami mengatakan :  ” kalau haji mau membangun menara, jangan asal buat, contoh menara Masjidil Haram atau menara Masjid Nabawi. ” . Menara Masjid ada simbol syiar agama Islam. Dengan adanya menara yang tinggi maka lokasi masjid akan nampak dari jauh, sehingga jamaah musafir yang akan lebih mudah menemukan masjid untuk menunaikan shalat. Selain itu dengan adanya menara maka azan yang dikumandangkan akan mempunyai daya jelajah yang lebih luas.

Dengan mengucap Bismillahirahmanirrohim, pada bulan April 2005, peletakan batu pertama menara di lakukan oleh Habib Umar. Habib mendoakan semoga menara yang akan dibangun dengan waktu 90 hari dapat berjalan lancar. Kontraktor spesialis membangun menara masjid prototype menara masjid nabawi itu mengatakan bahwa menara masjid kami adalah menara urutan ke - 9 yang pernah mereka bangun.

Hanya dengan bekal keyakinan, dana ketika itu ada di kas masjid Rp. 14.500.000 Khadimullah bertekad menyelesaikan bangunan menara yang diperkirakan menghabiskan dana Rp. 125.000. 000,- . Luar biasa, takjub, Subhanallah, entah dari mana dana untuk membantu membangun Rumah Allah itu datang, dana bantuan terus mengalir. Sehingga sesuai dengan jadual 90 hari menara setinggi 33 meter akhirnya berdiri tegak di halaman muka masjid jami An Nur. Pada Tanggal 23 Juli 2005 bersamaan dengan 15 Djumadil Akhir 1426 H Menara di Resmikan dengan memahatkan prasasti di badan menara sebagai bukti sejarah bagi umat Islam


1343012418849690149

Prasastitanda peresmian menara

Menyerupai Masjid Nabawi

Inilah kebanggaan khadimullah (kami mempiosisikan pengurus masjid dengan istilah pelayan rumah Allah) yang telah menegakkan syiar agama dilingkungan RW 05 Kelurahan Rambutan Komplek Polri Polsek Ciracas Jakarta Timur. Atas hasil musyawarah untuk mufakat khadimullah, kami menambahkan lagi kelengkapan masjid yang ber motto shalat fardhu seramai shallat Jum’at. Penambahan itu dimaksudkan agar masjid kami paling tidak bisa menyerupai Masjid Nabi Muhammad SAW, Masjid Nabawi di Madinah.

Setelah Menara yang sama profilnya dengan Menara Masjid Nabawi, Khadimullah mengganti cat kubah masjid yang tadinya berwarna putih menjadi warna hijau seperti warna kubah Masjid Nabawi. Kemudian dibagian dalam ada empat tiang yang dibuatkan profil seperti tiang tiang yang ada di Raudhah. Raudah adalah tempat mustajab untuk berdoa terletak di antara maqam Nabi dan mimbar.

Nah kapan anda akan berkunjung ke Masjid Jami An Nur. Masjid yang mulai menuju capaian visi shalat fardhu seramai shalat Jum’at. Masjid yang terasa teduh dengan adanya mesin pendingin dibagian dalam masjid. Anak anak polisi yang selalu meramaikan masjid terutama bulan ramadhan. Masjid yang menyediakan tajil dan makan sahur untuk musafir. Masjid yang menyelenggarakan Shalat Tarawih 23 rakaat ditambah kulkas (kuliah ringkas).

134301319462508496

Kubah di cat warna hijau menyerupai Kubah Masjid Nabawi

Inilah Masjid yang berupaya dimakmurkan sesuai dengan Sabda Illahi : “Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan sholat, menuaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. at-Taubah:18).

1343013351842726943

Tiang dalam masjid yang menyerupai tiang tiang di Raudhah Masjid Nabawi

Upaya memakmurkan masjid yangh didirikan oleh para Ulama dan personil Polri tahun 1962 ini dilakukan melalui 3 program utama. Ke-3 Program unggulan  itu adalah :

1. Tersedianya Imam Shalat tetap masjid (imam rawatib)

2. Bergulirnya 7 taklim dalam seminggu

3. Bangunan dan suasana masjid yang tenang,  nyaman dan aman

Semoga keberadaan Baitullah ini akan menjadi saksi di akherat nanti sebagai pendamping anak manusia (yang penuh dengan kelalaian) ketika menghadap sang Khaliq. Amin ya Rabb

Seri ke - 2 : Ketika Baitullah Bersaksi

PenaSehat Penasaran PenaKawan

TD

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kalau Ga Pengen Gundul? Rawat Rambutmu??? …

Kang Isrodin | | 29 November 2014 | 12:00

Sentilan-sentilun SBY dan Jokowi …

Gunawan | | 29 November 2014 | 09:00

Saatnya Kirim Reportase Serunya Nangkring …

Kompasiana | | 12 November 2014 | 11:39

Festival Payung Indonesia Pertama, …

Indria Salim | | 29 November 2014 | 13:31

Tulis Aspirasi dan Inspirasi Aktif Bergerak …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Jangan Tekan Ahok Lagi …

Mike Reyssent | 7 jam lalu

Ibu Vicky Prasetyo Ancam Telanjang di …

Arief Firhanusa | 8 jam lalu

Pak Jokowi, Dimanakah Kini “Politik …

Rahmad Agus Koto | 9 jam lalu

Ketika Jonru Murka #KJM …

Alan Budiman | 11 jam lalu

Anak Madrasah Juara 1 Olimpiade Indonesia …

Ahmad Imam Satriya | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Kekhawatiran Masyarakat Terhadap Bahaya Susu …

Hikmawati . | 8 jam lalu

Seperti Apa Mas Kawin di Zaman Rasulullah …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Kontraversi Aborsi …

Jahrianti Nur Tahir | 8 jam lalu

Remang-remang Kunang-kunang …

Harry Ramdhani | 9 jam lalu

Panggung Rising Star Indonesia Gagal …

Pietro Netti | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: