Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Sopian Putra Gm

Seorang yang sedang belajar menapaki dunia tulis menulis. Berjuang menekuni hobi dan berbagi inspirasi. Hp. selengkapnya

Menulis: Ungkapan Syukur dan Cinta

OPINI | 17 July 2012 | 01:13 Dibaca: 712   Komentar: 0   0

Manusia adalah makhluk yang paling sempurna diciptakan Allah SWT. Manusia dimanjakan Allah dengan segala fasilitas hidup dan kenikmatan. Tidaklah berlebihan kiranya, jika semua yang tercipta di dunia disediakan khusus untuk manusia.

Matahari ada untuk keberlangsungan hidup manusia. Tidak terbayang, jika manusia hidup tanpa matahari. Begitupun dengan udara, ia sangat dibutuhkan manusia. Air, tanah, api, dan semuanya diciptakan untuk keperluan manusia.

Begitupun halnya dengan binatang-binatang dan tumbuhan yang ada, semua tercipta untuk kebutuhan manusia. Ayam, kambing, kerbau, sapi, unta, anjing, kuda, dan sebagainya semuanya merupakan kebutuhan bagi manusia.

Itu merupakan sebagian kenikmatan yang ada di luar diri manusia. Di dalam diri manusia sendiri, betapa banyak nikmat dan karunia Allah yang diberikan kepada hamba-Nya. Andaikan kita mau menghitungnya, maka tidak akan pernah bisa kita menghitung semua karunia dan nikmat Allah tersebut.

Pantaslah saja, jika dalam Al-Quran surat Ar-Rahman Allah sampai berulang-ulang menanyakan kepada manusia, “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” Karena betapa besar nikmat dan karunia yang Allah berikan kepada manusia. Terutama sekali nikmat iman dan Islam, nikmat sehat, dan nikmat diberikan akal- pikiran.

Berkaitan dengan nikmat akal-pikiran, dulu, ketika Allah hendak menciptakan manusia untuk menjadi khalifah di muka bumi, para malaikat ‘protes’ kepada Allah. Mereka bertanya mengapa Allah menciptakan dan memilih manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi?

Allah menjawab bahwasannya Dia lebih mengetahui apa alasan dibalik penciptaan manusia. Ternyata, salah satu keunggulan manusia (Adam) dibandingkan dengan para malaikat dan makhluk Allah yang lainnya adalah bahwa manusia diberikan Allah berupa akal-pikiran. Dengan akal tersebut, manusia dapat berpikir dan mendapatkan pengetahuan guna menjaga, merawat, dan memakmurkan alam dunia beserta isinya.

Menulis merupakan ungkapan rasa syukur dan cinta

Menulis adalah ungkapan syukur dan cinta kepada Yang Maha Kuasa. Karena pada dasarnya apa yang kita tulis merupakan ekspresi dari rasa syukur dan rasa cinta kita kepada Allah yang Maha Kuasa.

Maka, seorang penulis yang baik. Semua hasil karyanya akan berlandaskan pada dua hal tersebut, yakni rasa syukur dan cinta. Ketika ia menulis cerita tentang keadaan masyarakat di sekelilingnya, misalnya, maka apa yang ia tuangkan baik berupa gagasan, pikiran, perasaan, dan harapan, semuanya merupakan ekspresi rasa syukur dan cintanya kepada Allah SWT. Semua yang ia tulis bertujuan untuk kebaikan diri dan sesamanya.

Ketika seorang penulis dilandasi rasa syukur dan cinta, maka tidak akan didapatkan dalam hasil karyanya tulisan yang bersifat merusak atau menghancurkan tatanan nilai-nilai kebaikan dan kebenaran yang ada di masyarakat.

Karena ia menyadari betul bahwa dirinya adalah seorang khalifah, seorang ‘wakil’ Tuhan di muka bumi, yang senantiasa berkewajiban menjaga dan merawat nilai-nilai kebaikan dan kebenaran yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat.

Karena itu, sesungguhnya menulis merupakan pekerjaan yang sangat istimewa dan mulia. Karena menulis merupakan sumber pahala yang tiada habisnya. Dengan menulis yang baik, maka pahala akan terus mengalir dan menambah saldo kebaikan dalam rekening amal seorang penulis. Karena ketika ia menulis, harapannya, ada banyak orang yang akan tercerahkan, ada banyak orang yang berubah menjadi lebih baik. Ada banyak orang yang mendapatkan kebahagiaan dan kearifan.

(Penulis adalah anggota Pramuda FLP Bogor angkatan ke-5)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Wisata ke Perbatasan Surga dan Neraka di …

Taufikuieks | | 17 December 2014 | 11:24

Melahirkan Cesar Versi Saya dan Ashanty …

Mariam Umm | | 17 December 2014 | 13:39

Mau Operasi Kanker Tulang Kemaluan Atau …

Posma Siahaan | | 17 December 2014 | 19:17

The Hobbit: The Battle of the Five Armies …

Iman Yusuf | | 17 December 2014 | 21:02

Nangkring Parenting bersama Mentari Anakku: …

Kompasiana | | 10 December 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Seniman, antara Profesi dalam Angan dan …

Christian Kelvianto | 6 jam lalu

Sadisnya Politik Busuk Pilpres di Indonesia …

Mawalu | 8 jam lalu

Kalah Judi Bola Fuad Sandera Siswi SD …

Dinda Pertiwi | 8 jam lalu

Mas Ninoy N Karundeng, Jangan Salahkan Motor …

Yayat | 9 jam lalu

Jiwa Nasionalis Menteri yang Satu Ini …

Adjat R. Sudradjat | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Transformasi Perbankan di Tengah Likuiditas …

Andreas Hassim | 7 jam lalu

Saya Kaya Raya, So What? …

Nararya | 8 jam lalu

Penampilan Oke, Jodohpun Datang …

Fania | 8 jam lalu

Jika Saya Mendapatkan Paket Internet …

Syaiha | 8 jam lalu

The Obgyn #4 …

Dyah Rina | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: