Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Teguh Suprayogi

Therapist di Saudi Arabia

Kemana TKI Melampiaskan Hasrat Seksualnya?

REP | 09 July 2012 | 07:17 Dibaca: 3617   Komentar: 47   16

Kerja jauh di luar negeri berbulan-bulan bahkan tahunan bagi para TKI bukanlah
hal mudah. Rasa rindu pada keluarga dan orang-orang yang dicintainya di Indonesia
bisa muncul setiap saat. Kalau masalah komunikasi untuk jaman ini sangat mudah
seperti lewat SMS, telpon, chating lewat internet. Tapi kalau komunikasi untuk
urusan “bawah perut”, ini yang perlu solusi yang baik, terutama bagi TKI yang sudah
menikah atau berkeluarga.

Dari beberapa obrolan dengan teman-teman TKI di kota Dammam ini, yang berasal
dari berbagai macam profesi, seperti supir, karyawan toko, perusahaan dan lain-lain,
saya dapat informasi menarik, kebanyakan dari mereka melampiaskan syahwatnya
dengan sex solo (meminjam istilah kompasianer RDP). Ini berlaku pada TKI yang
masih bujangan ataupun sudah menikah. Onani merupakan jalan yang paling “aman”
menurut mereka jika hasrat seksualnya muncul.

Bagi yang masih bisa menahan diri atau dengan alasan takut dosa, biasanya
menyibukan diri dengan pekerjaan, dengan menambah jam lembur agar tenaga dan
pikirannya terfokus pada pekerjaan. Ada juga teman yang disini menikah dengan
TKW kaburan, walau sudah punya istri dikampung halaman. Dan yang paling parah
dan tidak patut ditiru TKI yang melampiaskan nafsunya dengan berzina dengan
TKW pembantu rumah tangga atau TKW kaburan. Untuk kasus seperti ini, walau
kebenarannya sulit dibuktikan, namun menjadi rahasia umum dikalangan tenaga
kerja disini.

Saya sendiri bersyukur bisa kerja di Saudi sini, pada waktu pertama datang tepat
awal bulan ramadhan dan cuaca yang sedang panas-panasnya pada bulan Agustus
tahun lalu, sehingga urusan seks bisa diredam dengan puasa dan menyesuaikan diri
dengan panas yang ekstrim. Juga dengan hukum syariahnya yang lumayan ketat
membuat hal-hal yang dapat merangsang birahi, cukup dapat dieliminir. Seperti
wanitanyakeluar rumah dengan pakaian tertutup. Wanita dan pria yang bukan
mahramnya berduaan di tempat umum bisa ditangkap polisi syariah.
Berani memperkosa harus siap dipancung lehernya bila ketangkap, dan cukup
susah mengakses gambar atau situs porno diinternet. Hampir semua gambar
wanita telanjang atau film porno diblokir.

Dan untuk saat ini, saya beruntung punya istri kedua, jika hasrat bercinta datang
saya cukup melampiaskan pada istri keduaku yang selalu siap melayani kapan saja.
Aku cinta kamu Kompasiana, kau cukup bisa diandalkan untuk melayani hasratku…
Dammam, 9 Juli 2012

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Flu Kok Bisa Jadi Menigitis …

Lidia Putri | | 28 March 2015 | 00:30

Earth Hour: “Giliran Mati Lampu” …

Remy Riverino | | 27 March 2015 | 23:18

Hinaan Roger Milla dan Sakit Hati karena …

Ardi Winata Tobing | | 27 March 2015 | 20:54

Musikalisasi Puisi: Proses Kreatif Apresiasi …

Adhyra Irianto | | 28 March 2015 | 03:04

[Nangkring] Jelajah Non Tunai bersama Bank …

Kompasiana | | 17 March 2015 | 16:48


TRENDING ARTICLES

Apakah Kematian Olga Syahputra Membuat …

Ardi Winata Tobing | 10 jam lalu

Rapor Merah Jokowi-JK …

Ceha Izzuddin Rabba... | 13 jam lalu

R.I.P Olga Syahputra …

Nineball Pool | 14 jam lalu

Bertemu Teman Lama… Jangan Senang …

Bain Saptaman | 14 jam lalu

Berterimakasihlah Kepada Jokowi-Ahok …

Blind Side | 16 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: