Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Taufiq Rilhardin

Taufiq Rilhardin lahir di jakarta tanggal 29 april 1978 dan sekarang tinggal di meruya selatan, selengkapnya

Kebersihan Diri

OPINI | 21 June 2012 | 14:39 Dibaca: 8131   Komentar: 0   0

Menurut saya kebersihan diri adalah hal paling utama dalam hidup, maksud kebersihan diri di tulisan ini adalah kebersihan yang ada pada tubuh kita seperti kebersihan badan,muka,tangan dan kaki menurut saya sebagai penulis hari akan terasa indah apa bila kebersihan dalam diri kita sudah dilakukan seperti ; mandi dengan menggosok badan hingga bersih, mencuci buka hingga bersih dengan harapan setelah mencuci muka akan terasa segar. dalam melakukan aktifitas selanjutnya membersihkan tangan agar terbebas dari kuman karena banyak benda yang kita pegang tanpa diketahui bahwa benda yang kita pegang mengandung kuman yang tidak baik untuk kesehatan. untuk pada tahap yang terakhir adalah kebersihan pada kaki kita sendiri seperti membersihkan kotoran yang ada pada selah selah jari jari kaki serta di sekitar mata kaki karena kita berjalan sangat jauh dan tanpa mengetahui apa saja yang telah kita injak yang akhirnya begitu banyak kuman yang terdapat pada kaki kita.

Sebenarnya kegiatan membersihkan diri adalah kegiatan yang kita lakukan sejak kecil dan kegiatan tersebut harus terus dilakukan sampai sekarang agar dampak pengaruh kebersihan diri dapat terhubung dengan dampak kesehatan, karena selama ini saya sebagai penulis selalu mencari informasi mengenai kebersihan diri dengan harapan informasi yang didapat dari penulis sangat berguna bagi diri sendiri maupun orang yang membaca tulisan penulis.

Setelah melakukan pencarian informasi pada media pencari informasi di internet yang bernama google.com akhirnya didapatkan suatu tulisan yang bagus seperti penjelasan dibawah ini :

Cara-Cara Menjaga Kebersihan Diri

Iman al Ghazali pernah mengungkapkan:“Apabila menilai seseorang lihatlah pada kebersihan dirinya terlebih dahulu” Kebersihan adalah keadaan bebas dari kotoran, termasuk di antaranya, debu, sampah, dan bau.
Di zaman modern, setelah Louis Pasteur menemukan proses penularan penyakit atau infeksi disebabkan oleh mikroba, kebersihan juga berarti bebas dari virus, bakteri patogen, dan bahan kimia berbahaya. Kebersihan adalah salah satu tanda dari keadaan higiene yang baik. Manusia perlumenjaga kebersihan lingkungan dan
kebersihan diri agar sehat, tidak bau, tidak malu, tidak menyebarkan kotoran, atau menularkan kuman penyakit bagi diri sendiri maupun orang lain. Kebersihan badan meliputi
kebersihan diri sendiri, seperti mandi, menyikat gigi, mencuci tangan, dan memakai pakaian yang bersih.
Mencuci adalah salah satu cara menjaga kebersihan dengan memakai air dan sejenis sabun atau deterjen. Mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan produk kebersihan tangan merupakan cara terbaik dalam mencegah penularan influenza dan batuk-pilek.
Kebersihan lingkungan adalah kebersihan tempat tinggal, tempat bekerja, dan berbagai sarana umum. Kebersihan tempat tinggal dilakukan dengan cara melap jendela dan perabot rumah tangga, menyapu dan mengepel lantai, mencuci peralatan masak dan peralatan makan (misalnya dengan abu gosok),membersihkan kamar mandi dan jamban, serta membuang sampah. Kebersihan lingkungan dimulai dari menjaga kebersihan halaman dan selokan, dan membersihkan jalan di depan rumah dari sampah.
Tingkat kebersihan berbeda-beda menurut tempat dan kegiatan yang dilakukan manusia. Kebersihan di rumah berbeda dengan kebersihan kamar bedah di rumah sakit, sedangkan kebersihan di pabrik makanan berbeda dengan kebersihan di pabrik semikonduktor yang bebas debu.
MENJAGA kebersihan adalah amalan terpenting dalam kehidupan seharian kerana kebersihan tonggak kehidupan yang selesa dan harmoni selain menjadi manifestasi keteguhan iman seseorang kepada Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: “Kebersihan itu sebahagian daripada iman.” Islam menganjurkan umatnya sentiasa mengamalkan kebersihan mencakupi kebersihan diri, keluarga, tempat tinggal dan tempat beribadat kerana suasana bersih dan suci membawa kepada persekitaran sihat, selamat dan impak kesejahteraan kepada umum.
Dalam konteks kebersihan diri, bukan hanya setakat kebersihan luaran, tetapi merangkumi kebersihan hati nurani daripada kekufuran dan segala perkara yang boleh membawa kepada bahaya dan dosa termasuk perbuatan mensyirikkan Allah. Sebagai hamba Allah, kita hendaklah mengabdikan diri kepadaNya dengan mengerjakan segala perkara selagi tidak bercanggah dan mendatangkankemudaratan.
Allah menyukai hamba-Nya yang sentiasa menyucikan diri.
Allah berfirman yang bermaksud: “Sesungguhnya Allah mengasihi orang yang banyak bertaubat dan mengasihi orang-orang yang sentiasa mensucikan diri.” (Surah Al-Baqarah, ayat 222). Membudayakan amalan kebersihan, bermakna kita sentiasa mengambil berat aspek kebersihan dan memberi keutamaan kepada penjagaan kebersihan. Mengabaikan kebersihan bermakna kita dengan sengaja mengundang pelbagai penyakit seperti kolera, cirit-birit, denggi dan keracunan makanan. Untuk melahirkan persekitaran hidup yang bersih dan sentiasa kelihatan menarik, perkara berikut perlulah kita hayati bersama:
  • Kita hendaklah mempertingkatkan kesedaran terhadap kebersihan diri, tempat tinggal, tempat beribadat, tempat kerja dan seluruh tempat awam sebagai cermin kemurnian ajaran Islam yang mengutamakan kebersihan dalam semua bidang kehidupan.
  • Setiap individu daripada semua kalangan sama-sama memikul tanggungjawab dan menanam sikap suka kepada kebersihan secara berterusan dengan melaksanakan amalan ini setiap masa bagi menghindari berlakunya kekotoran di merata tempat.
  • Kita sama-sama mendisiplinkan diri bagi menjaga imej Islam yang mementingkan kebersihan dengan melahirkan persekitaran yang sejahtera dan selesa.
  • Mempertingkatkan amalan tegur-menegur dan nasihat-menasihati sesama kita dalam hal menjaga kebersihan. Dengan demikian, ia akan melahirkan perasaan cinta kepada kebersihan dan benci kepada kekotoran, di samping memastikan tidak merebak penyakit berjangkit.

(Sumber : http://inyong-shubhi.blogspot.com/2012/04/cara-cara-menjaga-kebersihan-diri.html)

Selain itu kita juga harus mengetahui mengenai faktor faktor apa saja yang mempengaruhi kebersihan tubuh dan hal tersebut di jelaskan pada tulisan dibawah ini :

faktor faktor apa saja yang mempengaruhi kebersihan tubuh antara lain :

1.Citra tubuh

Penampilan umum klien dapat menggambarkan pentinya hygiene pada orang tersebut. Citra tubuh merupakan konsep subjektif seseorang tentang penampilan fisiknya. Citra tubuh ini dapat sering berubah. Citra tubuh mempengaruhi cara mempertahankan hygiene. Jika seorang klien rapi sekali maka perawat mempertimbaagkan rincian kerapian ketika merencanakan keperawatan dan berkonsultasi pada klien sebelum membuat keputusan tentang bagaimana memberikan peraatan hygienis. Karena citra tubuh klien dapat berubah akibat pembedahan atau penyakit fisik maka perawat harus membuat suatu usaha ekstra untuk meningkatkan hygiene.

2.Praktik social.
Kelompok-kelompok social wadah seorang klien berhubungan dapat mempengaruhi praktik hygiene pribadi. Selama masa kanak-kanak, kanak-kanak mendapatkan praktik hygiene dari orang tua mereka. Kebiasaan keluarga, jumlah orang dirumah, dan ketersediaan air panas dan atau air mengalir hanya merupakan beberapa faktok yang mempengaruhi perawatan kebersihan.

3. Status sosio-ekonomi
sumber daya ekonomi seeorang mempengruhi jenis dan tingkat praktik kebersihan yang digunakan. Perawat harus menentukan apakah klien dapat menyediakan bahan-bahan yang penting seperti deodorant, sampo, pasta gigi dan kometik. Perawat juga harus menentukan jika penggunaan produk-produk ini merupakan bagian dari kebiasaan social yang dipraktikkan oleh kelompok social klien.
1 Pengetahuan
Pengetahuan tentang pentingnya hygiene dan implikasinya bagi kesehatan mempengaruhi praktik hygiene. Kendati demikian, pengetahuan itu sendiri tidaklah cukup. Klien juga harus termotivasi untuk memelihara perawatan-diri. Seringkali, pembelajaran tentang penyakit atau kondisi mendorong klien untuk meningkatkan hygiene. Pembelajaran praktik tertentu yang diharapkan dan menguntungkan dalam mengurangi resiko kesehatan dapat memotifasi seeorang untuk memenuhi perawatan yang perlu.

2 Variable kebudayaan
Kepercayaan kebudayaan klien dan nilai pribadi mempengaruhi perawatan hygiene.Orang dari latar kebudayaan yang berbeda mengikuti praktik keperawatan diri yang berbeda pula. Di asia kebersihan dipandang penting bagi kesehatan. Di Negara-negara eropa, bagaimanapun, hal ini biasa untuk mandi secara penuh hanya sekali dalam seminggu.

3 Pilihan pribadi
Setiap klien memiliki keinginan individu dan pilihan tentang kapan untuk mandi, bercukur, dan melakukan perawatan rambut . klien memilih produk yang berbeda (mis.Sabun, sampo, deodorant, dan pasta gigi) menurut pilihan pribadi.

4 kondisi fisik.
Orang yang menderita penyakit tertentu (mis. Kanker tahap lanjut) atau menjalani operasi sering kali kekurangan energi fisik atau ketangkasan untuk melakukan hygiene pribadi.

Semoga informasi diatas berguna untuk pembaca.


Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Mencintai Alam Ala Kebun Wisata …

Rahab Ganendra 2 | | 31 October 2014 | 23:42

Sebagai Tersangka Kasus Pornografi, Akankah …

Gatot Swandito | | 01 November 2014 | 12:06

Danau Toba, Masihkah Destinasi Wisata? …

Mory Yana Gultom | | 01 November 2014 | 10:13

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

MA si Tukang Sate Ciptakan Rekor Muri …

Ervipi | 4 jam lalu

Jokowi Kelolosan Sudirman Said, Mafia Migas …

Ninoy N Karundeng | 5 jam lalu

Pramono Anung Sindir Koalisi Indonesia Hebat …

Kuki Maruki | 5 jam lalu

Keputusan MK Tentang MD3 Membuat DPR Hancur …

Madeteling | 6 jam lalu

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 7 jam lalu


HIGHLIGHT

Potret Dominasi Pendidikan Formal pada Kasus …

Median Mutiara | 7 jam lalu

Menjadi Salesman, Mengapa Tidak? …

Taufik Amsyah | 8 jam lalu

Hikayat Sang Raja Pemetik Bunga …

Komunitas Penggali ... | 8 jam lalu

Bersama Landak Menuju Indonesia Hebat …

Felix | 8 jam lalu

Solusi Nyata LDK Ulul Albab Uho …

Andry Jufri | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: