Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Syifa Nuraini Gunara

Amateur Writer - Citizen Journalist - Volunteer

Aura Seseorang dapat Mempengaruhi Lingkungannya

OPINI | 11 June 2012 | 07:02 Dibaca: 330   Komentar: 0   0

Benar tidak ya aura seseorang itu mempengaruhi lingkungan disekitarnya?

Manifestasi paduan tubuh, jiwa, dan pikiran yang tercipta disekeliling tulang belakang dan medulla oblongata, terdapat emanasi atau pancaran yang disebut Aura atau medan gaya magnetik tubuh manusia. Masing-masing individu memiliki nyala warna kehidupan yang terpapar pada dirinya dan semuanya nyata, semuanya terjadi, bahkan keberadaannya yang terpancarkan oleh pancaran magnetnya atau auranya yang mengelilingi seluruh tubuhnya (jasmani) dapat terbaca dan dirasakan.

Secara sederhananya, aura itu sendiri mewakili emosi, pikiran, bahkan kondisi psikis dan fisik seseorang, sedikit saja terjadi perubahan emosi atau pikiran terhadap seseorang tersebut, makan akan mempengaruhi warna, pancaran, kerentanan, intesifikasi, dan kekuatan aura itu sendiri, mengapa bisa demikian? Kadang disuatu waktu kita bisa membaca kondisi seseorang yang sedang Bad Mood, bisa kita rasakan dari raut wajahnya, tutur katanya, kita yang tidak merasa Bad Mood bahkan juga bisa ikut terbawa Bad Mood, kita bisa merasakannya secara tidak langsung.

Seperti salah satu contoh, orang yang selalu mendekatkan diri dengan Tuhan, orang yang saleh dan salehah, kita bisa merasakan aura mereka ketika bersama dengan mereka, rasa tenang, enggan, dan sikap lainnya yang juga otomatis mempengaruhi kita. Atau contoh lain seperti, kenapa terkadang dua orang gadis yang sama-sama cantik namun kita bisa merasakan inner beauty yang berbeda dari keduanya. Jangan salah, rasa “tulus” dan “penyayang” seseorang itu bisa terpancarkan secara tidak langsung oleh auranya, tak heran jika ada seorang gadis semisalnya yang begitu hangat dan kita nyaman berada bersamanya, berarti dia bisa memancarkan aura kebaikan kepada orang-orang disekitarnya. Itu artinya, sikap yang ramah, tulus, dan murah senyum itu jelas mempengaruhi, makanya tak heran jika banyak lelaki yang tertarik mereka yang bisa mengeluarkan engeri-aura posotif untuk orang-orang disekitarnya.

Kalau tidak bisa merasakan atau membedakan bagaimana? Setiap masing-masing individu memiliki kesadaran “awareness” yang setiap orang mungkin tingkat kesadarannya berbeda-beda, pada intinya kita bersikap sama, tetap positive thinking, positive doing, karena kita yang mengamati juga mengeluarkan energi-aura yang memancar pada setiap lingkungan sekitar kita. Sedikit pembahasan kecil tentang aura dalam lingkup umu, dari contoh-contoh sederhana disekitar kita, karena kita hidup, selalu diberi kesempatan untuk mengamati, menikmati, menjalani, dan mensyukuri segala apa yang telah diberikan olehnya, karena segala sesuatu baik – buruk yang terjadi adalah pembelajaran dan ujian untuk iman kita, supaya kita tumbuh dan siap menghadapi dan bertanggungjawab atas apa yang kita lakukan, dan atas pilihan yang kita ambil. Tetaplah menjadi diri sendiri yang apa adanya dengan begitu kita akan menjadi salah satu orang yang istimewa.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Visa on Arrival Turki Dihapus? …

Sifa Sanjurio | | 29 July 2014 | 06:03

Kaum Dhuafa Berebut Zakat, Negara Gagal …

Nasakti On | | 28 July 2014 | 23:33

Membuat Hidangan Lebaran di Moskow (Jika …

Lidia Putri | | 28 July 2014 | 17:08

Kampanye Wisata Thailand’s Best …

Olive Bendon | | 28 July 2014 | 16:49

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Pijat Ala Dubai International Airport …

Ardi Dan Bunda Susy | 20 jam lalu

Jangan Terlalu Berharap Banyak Pada Jokowi …

Bambang Srijanto | 21 jam lalu

Berlebaran Tetap Gaya dengan Kaos Kompasiana …

Topik Irawan | 23 jam lalu

Jangan Nanya Panci ke Polisi Amerika …

Usi Saba Kota | 28 July 2014 18:24

” Dari Tahun Ketahun Tak Pernah …

Rere | 28 July 2014 13:56

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: