Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Rasyid Sayyari

love music and writing. https://soundcloud.com/rasyid-sayyari

Masa Kecil yang Tak Terulang

OPINI | 07 June 2012 | 17:23 Dibaca: 734   Komentar: 4   1

133908734055688119

main petak umpet

Masa kecil adalah satu fase yang sangat menentukan dalam kehidupan manusia. Karena selagi masih kecil, orang tua menanamkan nilai yang mereka anut pada anak. Selain itu, masa kecil adalah masa-masa yang paling indah untuk belajar, masa yang paling indah untuk berbuat salah, bisa menangis, merengek, masa sebanyak-banyaknya belajar.  Masa kecil adalah sesuatu yang tidak bisa diulang.

Kenapa saya menulis ini?

Saya yang baru menginjak kepala dua mendadak merasa demam. Demam melihat betapa realita rimba raya sebentar lagi akan menganga di depan mata. Realita sikut kanan- sikut kiri sogok sana-sogok sini akan semakin akan terlihat jelas. Realita rimba raya yang samar-samar akan terlihat sangat nyata. Fakta yang akan terlihat amat jelas. Bahkan kadang saya bingung akan menjalaninya seperti apa.

Melihat anak-anak yang bermain setiap hari di sebelah rumah, senang sekali rasanya melihat mereka berlari-lari, bermain bola, bermain petak umpet, ataupun permainan lainnya. Beberapa kali saya diajak main bareng. Tapi saya sadar, saya terlalu tua untuk main bareng mereka. Jadinya saya hanya bisa mengamati dan menikmati setiap energi mereka yang tidak pernah habis. Energi masa kanak-kanak yang selalu terisi penuh walaupun hujan datang dan panas menerjang. Energi untuk selalu bermain dan menghabiskan waktu bersama teman-teman.

Sebenarnya saya rindu, sangat rindu. Saya  ingin sekali kembali ke masa itu. Tapi apa boleh buat. takdir sudah berkata demikian, kepala dua tetaplah kepal dua  dan hidup harus terus dijalani. Masa kecil sudah lewat, masa remaja sebentar lagi akan usai, masa depan akan semakin dekat dan dekat.

Foto-foto ini akan berbicara lebih jelas daripada sekadar kata-kata. Bahwa masa kecil itu mesti dihargai oleh para orang tua. Mesti diberikan kelapangan selapang-lapangnya. Walaupun masih dalam pengawasan, namun biarkanlah mereka sebanyak mungkin mencari dan belajar. Biarkan mereka berlari-lari, tertawa, ceria dan bercanda. Jangan batasi, jangan penjarakan, jangan sempitkan. Karena itu memang saatnya bagi mereka.

Foto-foto ini saya ambil secara candid selagi mereka bermain di sekitar rumah saya. Karena ketahuan, mereka malah minta difoto, dan hasilnya seperti ini. Foto yang menginspirasi lahirnya tulisan ini.

13390894621220211130

sadar kamera banget

13390893071635308501

ngeksis

133908834874750325

kecil-kecil narsis

13390872411274764514

lari-lari sambil ketawa

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Menembus Cadas Puluhan Meter demi Air …

Emanuel Dapa Loka | | 02 March 2015 | 19:48

Modus Baru Begal dan Rampok di Jalanan …

Gunawan | | 02 March 2015 | 16:36

Masa Depan Hubungan Korut - Tiongkok …

Dasman Djamaluddin | | 02 March 2015 | 16:12

Melestarikan Penghijauan dengan Cara Hemat …

Tjiptadinata Effend... | | 02 March 2015 | 17:30

Cara Nyaman, Aman, dan Sehat Tetap Langsing …

Ellen Maringka | | 02 March 2015 | 14:03


TRENDING ARTICLES

NasDem ‘Temani’ Ahok Selamatkan …

Gan Pradana | 9 jam lalu

Nuri Shaden; Salah Kamus …

Jimin Andri Sarosa | 9 jam lalu

Rahasia Kemenangan Zulkifli Hasan Jadi Ketua …

Pebriano Bagindo | 9 jam lalu

Hati-hati ke Bali: Peraturan Angkasa Pura …

Angin Dirantai | 9 jam lalu

Nasi Aking dan Beras Busuk Untuk Jokowi …

Felix | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: