Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Vera Hermawan

Jurnalist, Advanture & Humanist

Arti Sukses yang Sesungguhnya!

OPINI | 18 May 2012 | 23:57 Dibaca: 2032   Komentar: 4   0

Sekarang ini kita sering mendengar orang mengatakan bahwa dirinya “sukses”. Hal tersebut, salahsatunya bisa diakibatkan oleh kebijakan pemerintah, terkait kebebasan masyarakat dalam mengembangkan usahanya dan akhirnya sukses. Realitas tersebut, tentunya akan membuat anda merasa iri. Namun, sebelum anda mengatakan bahwa diri anda iri, semestinya kita harus memahami arti sukses yang sesungguhnya. Semakin jelas definisi “sukses”, maka semakin mudah pula batasan yang akan tetapkan untuk menggapai itu semuanya, tentunya “sukses” menurut versi anda.

Tahukan anda, siapa yang tidak ingin sukses? tentunya tidak ada. Namun, kalau hanya sekedar ingin dan bermimpi saja, “sukses” itu tidak akan pernah menghampiri kita. Pernahkah anda berpikir definisi “sukses”, jika ada 6 milyar lebih manusia di muka bumi, maka ada 6 milyar lebih pula defenisi tentang sukses itu sendiri. Tetapi ada satu hal yang menarik mengenai definisi itu, bahwa “sukses” tidak dapat dilepaskan dengan proses pengembangan diri.

Pengembangan diri merupakan kata-kata yang abstrak. Pada dasarnya, pengembangan diri bisa diketahui dengan berbagai macam pertanyaan mendasar dari setiap manusia, siapa diri saya? Apa tujuan saya? dan apa yang saya miliki sebagai modal awal untuk mencapai tujuan itu?. Tiga hal itu, bakal menjadi peta dasar untuk pengembangan diri, mencapai apa yang kita mau dan apa yang kita punya untuk mencapai tujuan itu. Melalui pendekatan tadi, barulah kita bisa menyiapkan diri dengan belajar, berusaha, dan bekerja.

Selain itu, pengembangan diri merupakan topik yang luas karena didalamnya ada manajemen waktu, personal goal setting, creative thinking, self healing, motivation, problem solving dan masih banyak lagi. Tetapi kita selalu kembali ketiga pendekatan tadi, karena pengembangan diri merupakan proses yang harus terjadi di dalam diri sendiri, bukan orang lain. Sederhananya, kita akan menciptakan kondisi baru di luar, dengan melakukan perubahan di dalam diri sendiri.

Proses pengembangan diri itu dimulai dari kesadaran akan pentingnya pengembangan diri, namun perlu anda ketahui juga bahwa kesadaran akan proses pengembangan diri tidaklah instant.“Instan”, adalah tidak sekali jadi atau tidak terjadi dalam waktu yang singkat dan akan mengahadapi situasi yang sulit. Tetapi setelah itu semua terjadi, anda harus tetap belajar dan terus bertindak. Karena jika tidak, kesadaran tidak akan menjadikan anda sukses. Kesadaran hanyalah awal. Anda perlu terus belajar dan bertindak agar bisa benar–benar sukses. Keep action to success.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tanggapan Soal “PR Anak 2 SD yang …

Hendradi Hardhienat... | | 22 September 2014 | 14:36

Analisis Ancaman ISIS di Australia …

Prayitno Ramelan | | 22 September 2014 | 13:47

Software Engineer/Programmer Dibayar Murah? …

Syariatifaris | | 22 September 2014 | 10:16

Revolusi Teknologi Perbankan: Dari ATM ke …

Harris Maulana | | 22 September 2014 | 11:19

[Blog Reportase] Nangkring dan Test Ride …

Kompasiana | | 20 September 2014 | 18:06


TRENDING ARTICLES

Cak Lontong Kini Sudah Tidak Lucu Lagi …

Arief Firhanusa | 8 jam lalu

Asyiknya Acara Pernikahan di Jakarta (Bukan …

Irwan Rinaldi | 9 jam lalu

Matematika Itu Hasil atau Proses? …

Pical Gadi | 10 jam lalu

Usia 30 Batas Terbaik untuk Menjomblo? …

Ariyani Na | 10 jam lalu

Keluarga Korban MH17 Tolak Kompensasi dari …

Tjiptadinata Effend... | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Menerobos Batas Kelam …

Akhmad Fauzi | 8 jam lalu

Nangkring Cantik: I am Beautifull …

Elisa Koraag | 8 jam lalu

Wanita dalam Sebuah Keluarga …

Aulia Fitrotul | 8 jam lalu

Mama, Pak Melmi Masuk TV …

Cay Cay | 8 jam lalu

Teman Datang saat Butuh Saja? …

Ois Meyta Rahayu | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: