Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Selvi Diana Meilinda

Suka dengan urusan kebijakan publik, politik, sosbud, dan dapur. Berkicau di @Malikahilmi.

Mengirim Email Kepada Dosen

REP | 05 April 2012 | 21:39 Dibaca: 2390   Komentar: 7   0

Sudah lama rasanya tidak menulis di kompasiana. Ah, bukannya sok sibuk hingga tak punya waktu untuk menulis namun saya hanya ingin menghindari candu. Ya candu, kalau sudah membaca dan menulis di kompasiana pasti setelah posting tulisan nemplok sana nemplok sini hingga kemudian saya malas untuk membuat tulisan dengan rasa berat (baca: tugas akhir atau email), hah? Email? hoho..jadi curhat.

Dulu, dosen saya pernah bilang bahwa beliau tidak suka dengan mahasiswa yang mengirim tugas hanya attach file tanpa tulisan apapun bahkan parahnya terkadang ada mahasiswa yang tanpa menulis subjek. Tidak hanya itu, beliau pun memberitahu bahwa dosen pun malas membuka email dari alamat yang namanya tidak jelas alias alayyy. Misalnya soecie_maniezz@yahoo.co.id, bekicot-item@rocketmail.com atau miramusmus@gmail.com aha, biar terkesan imut-imut dari nama email kali ya?! intinya dosenpun kwalahan mengidentifikasi siapakah pengirim email. Nah, buanglah keababilan kita dalam ruang akademis.

Well, tak perlu kita bahas sampai berkilo-kilo kata. To the point aja, akhir-akhir ini saya selalu mencari artikel dengan kata kunci “Etika Berkirim email dengan dosen”, “tips komunikasi dengan dosen via email”, “dosen, email”, “basa-basi email dengan dosen”, “cara mengirim email dengan dosen” pokoknya ya intinya Email dan dosen. Namun, tak satupun artikel yang sesuai harapanku. Kebanyakan normatif saja, musti ada salam hormat, data diri, isi surat, penutup dan menggunakan bahasa yang formal. Hmm.. kalau hanya begitu sih ya informatif namun tidak terlalu aplikatif.

Kalau hendak berkomunikasi dengan dosen, terkadang saya harus berpikir keras bagaimana bahasa yang formal, sopan tapi tidak membosankan. Yo mboseni to kalau,

————-Assalamualaikum pak,

Semoga email saya tidak mengganggu bapak, saya ingin kembali bimbingan. Mengenai waktunya saya menunggu respon bapak.

Terimakasih

Salam

Selvi ————————-

Lalu 2 hari kemudian setelah bimbingan dan hendak bimbingan lagi masa kita mengirim email dengan bahasa yang sama, tentu tidak kan?!

Terkadang kalau sore hari, saya harus mencari basa basi email yang tidak monoton dan tidak terkesan mendesak. Pernah saya tulis seperti ini,

———–Assalamualaikum Pak,

Semoga keberkahan aktivitas hari ini tidak dikurangi oleh kehadiran email saya. Aamiin. Saya ingin meminta kesediaan bapak untuk kembali menjadwalkan waktu bimbingan. Terimakasih.

Salam

Selvi ————

itu versi mahasiswa yang sudah berkali-kali berkomunikasi dengan dosen yang sama. Kalau kita masih baru dan pertama kali, tentu bahasanya beda.

Ya begitulah cara saya, dan terkadang saya khawatir diksi yang dipakai terkesan mengatur sang dosen. Untuk itu sebelum email terkirim, berkali-kali saya baca, perkataan dan keinginan disesuaikan, ohya..jangan pakai smile seperti :) :D atau cara kita sapa menyapa dengan tidak formal. Banyak pertimbangan memang, namun inilah etika berkomunikasi secara virtual dengan orang yang mengajarkan kita. Sekalinya dirasa tak berkenan, ya fatal!

Setelah terkirim pun berkali-kali cek email balasan, harus sabar memang. Jangan berkecil hati jika hanya dib alas dengan 4-5 kata saja. Misalnya : selasa j 9.30 di jurusan. Yaaa.. beberapa kata itu yang kita nanti-nanti layaknya suami menunggu istri melahirkan.. haha… agak berlebihan.

Hujan di Yogya, 5 April 2012

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Saat Hari Anak Nasional Terlupakan oleh …

Topik Irawan | | 23 July 2014 | 18:53

Parcel Lebaran Dibuang ke Jalan …

Roti Janggut | | 23 July 2014 | 17:43

Efek Samping Kurikulum “Cepat Saji” …

Ramdhan Hamdani | | 23 July 2014 | 18:46

Mengejar Sunset dan Sunrise di Pantai Slili …

Tri Lokon | | 23 July 2014 | 20:12

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Akhirnya Prabowo-Hatta Melangkah ke MK …

Bang Pilot | 3 jam lalu

(Saatnya) Menghukum Media Penipu …

Wiwid Santoso | 3 jam lalu

Setelah Kalah, Terus Apa? …

Hendra Budiman | 4 jam lalu

Jokowi Raih Suara, Ahok Menang Pilpres …

Syukri Muhammad Syu... | 5 jam lalu

Kata Ahok, Dapat Jabatan Itu Bukan …

Ilyani Sudardjat | 12 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: