Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Efri Yaldi

Peminat Sastra Inggris Pernah tinggal di Bandung, Kudus, Situbondo, Pekanbaru, Bintan, Batam Kembali berdomisili di Padang pada selengkapnya

Pintu Darurat Pesawat, Dibenci dan Dicari

OPINI | 21 March 2012 | 17:46 Dibaca: 375   Komentar: 7   0

Dulu, sebelum tahu penyebabnya, saya selalu kesal ketika petugas check-in bandara tanpa basa basi selalu menempatkan saya di bangku darurat pesawat. Apalagi di bandara Minangkabau, entah mereka sudah hafal wajah saya entah gimana, keseringannya saya terpilih menjadi penghuni bangku darurat itu. Alasannya penuhlah, jaga keseimbangan la…macam-macam.

13323049521686457215

sumber : http://efriyaldi.blogspot.com

Sudah lazim penumpang pesawat terbang suka melihat lepas keluar jendela. Tidak seperti kondisi di pintu darurat. Pemandangan ke luar terhalang sayap dan mesin. Habis itu, suka diceramahin pramugara atau pramugari. Seolah kita ini menjadi stafnya mereka. Saya benci bangku darurat. Itu dulu.

13323043801009641194

suasana check-in di bandara Minangkabau ; source : http://efriyaldi.blogspot.com

Sekarang, tidak lagi. Saya ingat, duduk di bangku darurat banyak keistimewaan. Orang-orang yang duduk di bangku darurat adalah orang penting. Mereka adalah orang-orang yang siap membantu awak pesawat jika terjadi pendaratan darurat. Mereka orang-orang terpilih karena dianggap sehat dan kuat. Yang mampuĀ  membuka pintu darurat dan menolong penumpang lainnya keluar pesawat dalam keadaan gawat.

Lalu siapa saja orang-orang yang suka mencari bangku dekat pintu darurat itu? Tentu saja orang-orang yang berpostur tinggi, karena bangku darurat lapang trus bisa selonjor. Hehehe

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Fort Marlborough dan Tugu Thomas Parr, Saksi …

Sam Leinad | | 21 April 2014 | 12:34

Dekati ARB, Mahfud MD Ambisius Atau …

Anjo Hadi | | 21 April 2014 | 09:03

Menjadi Sahabat Istimewa bagi Pasangan Kita …

Cahyadi Takariawan | | 21 April 2014 | 07:06

Bicara Tentang Orang Pendiam dan Bukan …

Putri Ratnaiskana P... | | 21 April 2014 | 10:34

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Bagaimana Rasanya Bersuamikan Bule? …

Julia Maria Van Tie... | 7 jam lalu

PDIP dan Pendukung Jokowi, Jangan Euforia …

Ethan Hunt | 9 jam lalu

Akuisisi BTN, Proyek Politik dalam Rangka …

Akhmad Syaikhu | 10 jam lalu

Jokowi-JK, Ical-Mahfudz, Probowo-…? …

Syarif | 11 jam lalu

Pengalaman Bekerja di Luar Negeri …

Moch Soim | 15 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: