Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Jang Deltoej

Seorang pemuda desa yang sedang merantau di negeri Seribu Menara

Manusia Memang Lemah…

OPINI | 15 March 2012 | 09:03 Dibaca: 360   Komentar: 0   1

Siapakah mereka yang lemah itu..?

Kadang terlintas di benak ketika mendengar kata “Dho’iif (lemah)” itu hanya dimiliki oleh sebagian manusia. Padahal realitasnya, semua manusia itu lemah, tanpa terkecuali. oleh karenanya, manusia tidak pernah kehilangan satu bentuk dari bentuk-bentuk sifat lemahannya.

Anak kecil, lemah. Orang tua, lemah juga. Sampai seorang pemuda yang kelihatannya kuat, pada hakikatnya dia lemah jika diteropong dari beberapa sisi. Boleh jadi ia lemah dalam hal pengalaman, segi akal, kekayaan atau hal lain dari sifat lemah. Ketika seorang faqir lemah karena kefaqirannya, maka si kaya pun kadang lemah dalam hal kesehatan, kecintaan manusia terhadapnya atau lemah imannya.

Maka secara umum, manusia tidak pernah kehilangan satu bentuk dari bentuk-bentuk sifat lemahannya. oleh itulah Allah berfirman secara ijmal dalam Ayat-Nya:

“Dan manusia dijadikan bersifat lemah”. (QS. An-Nisa ; 28)

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa korelasi ayat ini adalah at-Takhfiif (keringanan) yang disebutkan pada ayat sebelumnya; dikarenakan sifat lemah pada dirinya, ‘azam dan ekspektasinya.

Bahkan yang menarik adalah perkataan Ibnu Abi Hatim ketika berkomentar tentang ayat ini, beliau berkata;

“Muhammad bin Isma’il Al-Ahmasi bercerita kepada kami, Waki’ bercerita kepada kami dari Sufyan, dari Ibnu Thowus, dari ayahnya; (”Dan manusia dijadikan bersifat lemah”) yaitu; dalam perihal perempuan. Waki’ berkata: ‘Akalnya hilang ketika bersama mereka’.” (Tafsir Ibnu Katsir juz: 2 hal: 357)

Dan perhatikan perbincangan nabi Musa dengan nabi Kita Muhammad -Shollallahu ‘alaihi wa sallam- pada malam Mi’raj ketika kembali dari Sidratul Muntaha, nabi Musa berkata kepada nabi Muhammad ketika mengetahui bahwa Allah mewajibkan kepada umatnya sholat yang 50 waktu sehari semalam;

“Hei Muhammad, demi Allah…! Sungguh aku telah membujuk bani Israil -kaumku- kepada yang lebih rendah dari ini, lalu mereka lemah dan meninggalkannya.. maka umatmu itu adalah umat paling lemah secara fisik, hati, tubuh, pendengaran dan penglihatan, kembalilah…! dan mintalah keringanan kepada Rabbmu (Allah)”.  (HR. Imam Bukhori, kitab Tauhid : 7079 dan Imam Muslim, Kitab Iman bab Isra’nya Rosulullah : 162)

Kemudian, sesungguhnya sifat lemah yang ada pada manusia di episode kehidupannya inilah yang menjadi sebab adanya keringanan hukum. Allah berfirman dalam Al-Quran berbicara mengenai Ahlu Badr sedangkan mereka itu adalah mu’min paling tinggi derajat dan kemampuannya;

“Sekarang Allah meringankan kepadamu dan dia mengetahui bahwa padamu ada kelemahan”. (QS. Al-Anfal : 66)

Maka sifat lemah ini adalah sebab at-Takhfiif (keringanan), bukan akibat atau celaan. Allah-lah yang menciptakan dan Maha Mengetahui kadar kesanggupan hamba-NYA, dan Allah tidak membebani hamba melebihi kadar kemampuannya.

Inilah Rahmat-NYA, Allah berfirman:

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”.

(QS. Al-Baqarah : 286)

***

*sebuah_kontemplasi_betapa_lemahnya_manusia*

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Visa on Arrival Turki Dihapus? …

Sifa Sanjurio | | 29 July 2014 | 06:03

Kaum Dhuafa Berebut Zakat, Negara Gagal …

Nasakti On | | 28 July 2014 | 23:33

Membuat Hidangan Lebaran di Moskow (Jika …

Lidia Putri | | 28 July 2014 | 17:08

Kampanye Wisata Thailand’s Best …

Olive Bendon | | 28 July 2014 | 16:49

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Pijat Ala Dubai International Airport …

Ardi Dan Bunda Susy | 20 jam lalu

Jangan Terlalu Berharap Banyak Pada Jokowi …

Bambang Srijanto | 21 jam lalu

Berlebaran Tetap Gaya dengan Kaos Kompasiana …

Topik Irawan | 23 jam lalu

Jangan Nanya Panci ke Polisi Amerika …

Usi Saba Kota | 28 July 2014 18:24

” Dari Tahun Ketahun Tak Pernah …

Rere | 28 July 2014 13:56

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: