Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Cintaiklas.blogspot.com

Love isn't always blind

Hallo…Telkom, Nggak Nyambung?

OPINI | 13 March 2012 | 07:33 Dibaca: 110   Komentar: 0   0

Sudah satu minggu ini telepon kabel di rumah saya nggak  di pakai. Bukan karena saya bosen, dan berfikir praktis meninggalkan pemakaian telepon kabel dan beralih hanya menggunakan “ponsel” saja sebagaimana tetangga-tetangga saya yang lain. Tapi karena memang “mungkin” ada gangguan dan harus bener-bener istirahat total. Yah…, namanya juga udah “tua”. Mungkin juga sudah mulai ketinggaln zaman, sehinggga mungkin profitnya semakin kecil bagi “operator” jika di bandingkan dengan telepon seluler, sehingga mereka merasa nggak perlu terlalu buru-buru untuk memperbaikinya.

Sudah beberapa kali saya menelepon 147. Jawaban yang sedikit menyenangkan memang jika kita menelepon dan berbicara dengan operator yang  “terdengar” selalu ramah, manis dan menjanjikan. Selalu ada pernyataan yang terdengar sangat tulus minta maaf atas ketidak nyamanan yang terjadi. Dengan janji 2 X 24 jam kerusakan akan di perbaiki, jika tidak maka biaya abodemen yang Rp. 45.000, perbulan akan di gratiskan. Senangnya….

Berfikir dan berhitung-hitung tentang Rp. 45.000,- itu enaknya di belikan apa yah.., jika dibandingkan dengan kerugian saya yang tidak bisa berhubungan dengan orang-orang yang hanya tahu no. telepon rumah saya yang rusak itu.

Setelah menunggu beberapa hari, akhirnya datang juga 2 petugas dari PT. Telkom yang akan memperbaiki telepon saya tersebut. Akhirnya setelah cek dan periksa sana-sini, dan tanpa perlu berpanjang lebar di perbaikilah telepon saya tersebut. Finally, 2 orang petugas itu pulang, dan telepon rumah saya itu…tetap saja nggak nyambung. Kenapa…?  Sampai detik ini saya bener-bener nggak tahu.

Yah.., akhirnya sebagai konsumen (yang biasanya selalu dalam posisi yang sangat lemah),  cuma pasrah dan hanya bisa menunggu, semoga ada keajaiban yang muncul sehingga dengan tiba-tiba telepon rumah saya tersebut bisa berbunyi lagi. Sampai saat ini saya masih berusaha menepis fikiran di kepala saya untuk meninggalkan telepon kabel, dan bener-bener beralih hanya ke telepon seluler sebagaimana teman-teman saya yang lain.

Hallo…! Telkom….? Dimana….? Apa…? Bagaimana….? Nggak Kedengaran…! Coba Telepon ke Plexi…

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ada “Tangan” Anjing Diborgol di Pasar …

Eddy Mesakh | | 18 December 2014 | 21:39

Konyolnya Dokumen Hoax Kementerian BUMN Ini …

Gatot Swandito | | 18 December 2014 | 09:24

Suka Duka Kerja di Pakistan …

Gaganawati | | 18 December 2014 | 23:19

Warga Hollandia Antusias Menyambut …

Veronika Nainggolan | | 18 December 2014 | 20:40

[UPDATE] Nangkring Parenting bersama Mentari …

Kompasiana | | 10 December 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Seorang Manager Menjadi Korban Penipu …

Fey Down | 7 jam lalu

Meramu Isu “Menteri Rini Melarang …

Irawan | 8 jam lalu

Luar Biasa, Kasus Lapindo Selesai di Tangan …

Hanny Setiawan | 8 jam lalu

PSSI dan Kontradiksi Prestasi …

Binball Senior | 9 jam lalu

Mungkinkah Duet “Jokowi-Modi” …

Jimmy Haryanto | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: