Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Rudi

Sekarang mengajar di SDN Kertajaya 04 Rumpin Bogor. Aktip di Ranting PGRI sebagai ketua. Menjadi selengkapnya

“Sirah Nabawiyah” Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfury

REP | 01 March 2012 | 10:54 Dibaca: 596   Komentar: 0   4

133055202226671644

Dalam Bedah Buku Sarah Nabawiyah (Dok. Pribadi)

Istilah Sirah Nabawiyah pada hakekatnya adalah merupakan ungkapan tentang risalah yang dibawa Rasulullah Selellahu Alaihi wa Salam kepada manusia untuk mengeluarkan mereka dari kegelepan kepada cahaya, dari penyembahan terhadap hamba kepada penyembahan terhadap Allah SWT. Demikian tertuang dalam pengantar buku “SIRAH NABAWIYAH” hasil terjemahan Khathur Suhardi.

Buku setebal 548 halaman itu adalah merupakan juara pertama dalam Lomba Penulisan Sejarah Islam Rabithah Al-Alam Al-Islami di Pakistan. Buku berisikan sejarah perjalanan sejak sebelum lahirnya Nabi Besar Muhammad SAW, hingga beliau wafat dan diteruskan oleh para sahabatnya itu berjudul asli “Ar-Rahiqul Makhtum, Bahtsun Fis-Sirah An-Nabawiyah Ala Shahibiha Abdhalis Shalati Was-Salam” merupakan karya tokoh Islam dari Negeri India tepatnya dari daerah Al-Mubarakfury. Nama tokoh penulia buku tersebut adalah Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfury.

Kemudian buku yang berjudul “Ar-Rahiqul Makhtum…” yang bemakna “Nektar yang tersimpan rapih” itu diterbitkan oleh Pustaka Alkautsar. Dalam kata pengantarnya “Syaikh Muhadmmad Ali Al-Harakan” (Sekretaris Jenderal Rabithah Al-Alam Al-Islami) memuji isi buku yang telah mampu mengungkap perjalanan hidup Rasulullah Muhammad SAW sekaligus sejarah perkembangan Agama Islam yang diwahyukan Allah kepada Nabi Muhammad SAW itu.

Adalah hari ini, Rabu 29 Februari 2012 dalam rangka memeperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, PGRI Kabupaten Bogor, menyelenggarakan acara bedah buku “SIRAH NABAWIYAH” karya besar Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfury itu di Aula PGRI Kabupaten Bogor. Narasumber yang dihadirkan dalam acara tersebut adalah; Prof. Dr. H.M. Darwis Hude, M.Si dari PT IQI Jakarta dan USt. Samson Rahman MA. Bertindak sebagai moderator Eka Purna Yudha, S.P, M.Si.

Acara itu cukup menarik, sayang kesempatan Tanya jawabnya hanya satu sesi saja. Hanya ada tiga orang yang berkesempatan bertanya, padahal saya sudah mempersiapkan beberapa pertanyaan untuk lebih memahami materi yang ada dalam buku yang masih belum saya fahami. Tapi secara umum, saya merasa puas dengan acara tersebut. Dan ada satu kesimpulan yang kemudian saya tarik dari isi buku karya terjemahan Kathur Suhardi itu, adalah dalam perjuangannya menyebarkan ajaran suci Agama Islam, Nabi Muhammad memiliki 5 ciri, yaitu ;

1. Tegas menolak terhadap prilaku yang tidak Islami

2. Saling menyayangi

3. Selalu melaksanakan sujud dan ruku (shalat) dimanapun beliau berada

4. Mencari karunia Allah yang dikarunia Allah

5. Tanda sujudnya membekas dalam kehidupannya sehar-hari

Dan kita sebagai umat Nabi Besar Muhammad SAW, kemudian berkewajiban mengikuti segala prilaku belau, baik dalam berprilaku keseharian, maupun dalam tata cara beribadat menyembah Allah. Sebagaimana terdapat dalam (Al-Qur’an Surat Ali-Imran, ayat 31) yang artinya “Katakanlah”, jika kalian (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosa kalian.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Selamat Tinggal Banjir, Proyek Revitalisasi …

Agung Han | | 30 October 2014 | 21:02

Elia Massa Manik Si Manager 1 Triliun …

Analgin Ginting | | 30 October 2014 | 13:56

[YOGYAKARTA] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:06

Bau Busuk Dibelakang Borneo FC …

Hery | | 30 October 2014 | 19:59

“Nangkring” bareng Tanoto …

Kompasiana | | 27 October 2014 | 10:31


TRENDING ARTICLES

Mantan Pembantu Mendadak PD, Berkat Sudah …

Seneng | 3 jam lalu

70 Juta Rakyat Siap Masuk Bui …

Pecel Tempe | 5 jam lalu

Pramono Anung Menjadi Satu-satunya Anggota …

Sang Pujangga | 9 jam lalu

Mba, Pengungsi Sinabung Tak Butuh …

Rizal Amri | 12 jam lalu

Pemerintahan Para Saudagar …

Isk_harun | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Toleransi terhadap “Orang Kecil” …

Fantasi | 8 jam lalu

Batu Bacan dari SBY ke Obama Membantu …

Sitti Fatimah | 8 jam lalu

Kenapa Orang Jepang Tak Sadar Akan Kehebatan …

Weedy Koshino | 9 jam lalu

Surga Kecil di Sukabumi Utara …

Hari Akbar Muharam ... | 9 jam lalu

Pengampunan Berisiko (Kasus Gambar Porno …

Julianto Simanjunta... | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: