Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Tika

Wanita biasa yang tidak punya pengaruh apa apa dan tidak bisa dipengaruhi

Seninya Bermain dengan Tanah Liat

REP | 26 February 2012 | 12:26 Dibaca: 1797   Komentar: 8   2

13302575591907320809

Kreasi ikan dari tanah liat (koleksi pribadi)

Bermain tanah liat serasa kembali ke massa kanak kanak, karena dari segumpal yanah liat kita dapay membentu apapaun seperti yang kita inginkan, baik untuk benda pajangan ataupun benda benda yang dapat kiya pakai dalam kehidupan sehari hari.  Ibarat kata seperti kembali menikmatiasyiknya bermain dengan lilit yang biasa anak anak TK buat.

Dua hari yang lalu sepulang dari kantor saya melihat salah satu keponakan saya sedang asyik mengotak katik tanah liat, dan nampaknya seperti kebingungan mau dibuat apa. Ketika coba dekatu dan bertanya, tugas sekolah ya…memangnya mau dibuat apa, karena ditangannya sedang berusaha mengepal tanah liat  dan memplintirnya.

Mau dibuat kura kura katanya. ” Loh bukanya dua tahun yang lalu sudah buat kura kura, cari ide yang lain atuh, khan buat kura kura membutuhkan waktu yang panjang, belum untuk buat batoknya kepala, kaki dan buntut.

Kering ide neh…katanya, bantuin cariin ide dunk, soalnya hanya dikasih waktu satu minggu buat  bikin kerajinan keramik ini.

Ya sudah ambil dan cari barang apa saja yang bentuknya bundar buat cetakan katanku, setelah mengammbil gelas plastik yang sudah tidak pernah dipakai lagi, akhirnya aku memberi instruksi untuk membuat bidang datar dan mencetaknya untuk membentuk lingkaran serta dengan bantuan rusukan es vream meminta ponakanku untuk memotong tanah liat tersebut menjadi lingkaran, setelah sedikit memberi ide dan masukan akhirnya jadi deh sebuah sepasang ikan dari tanah liat.

Kalau sudah kering jangan dulu dikasih cat dasar ya kataku sesaat setelah bentuk yang diinginkan selesai, karena harus mengaplasnya dulu supaya permukaannya halus.

Jangan bagus bagus ya buatnya. nanti nanti dikira dibuatin kata ponakanku, Ga…kataku, kalu guru tanya bilang aja aku memang mau kuliah di IKJ, makanya karyaku bagus kataku  (hadeuh…diajarin ga bener neh ponakanku)

Setelah permukaan dirasa cukup halus, kemudian barulah diberi cat dasar, hmmm lagi lagi aku harus mengorbankan spon untuk bedak muka yang baru aku beli untuk mengoplos cat dasar tipis tipis untuk ikan tersebut, baru setelah cukup kering aku biarkan ponakanku untuk berimajinasi dalam pemberian warna.

Dan dibawah ini adalah hasil dari kreasi ikan yang dibuat dari tanah liat tersebut.

1330258402131709815

koleksi pribadi

Sesaat sesudah diberi cat dasar

13302585881126656391

koleksi pribadi

Yang ini asli ponakanku yang buat

1330258800926891404

koleksi pribadi

Kalo ini aku sendiri yang buat

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Berburu Oleh-oleh Khas Tanah Dayak di Pasar …

Detha Arya Tifada | | 26 November 2014 | 04:19

Berburu Oleh-oleh Khas Tanah Dayak di Pasar …

Detha Arya Tifada | | 26 November 2014 | 04:19

Menuju Jakarta, Merayakan Pestanya …

Hendra Wardhana | | 26 November 2014 | 07:59

Minum Air Lemon di Pagi Hari dan Manfaatnya …

Gitanyali Ratitia | | 26 November 2014 | 01:38

Ikuti Blog Competition ”Warna Warni Indah …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 10:50


TRENDING ARTICLES

Kisruh Golkar, Perjuangan KMP Menjaga …

Palti Hutabarat | 8 jam lalu

Golkar Lengserkan Aburizal Bakrie, Babak …

Imam Kodri | 8 jam lalu

5 Kenampakan Aneh Saat Jokowi Sudah …

Zai Lendra | 13 jam lalu

Timnas Indonesia Bahkan Tidak Lebih Baik …

Kevinalegion | 14 jam lalu

Suami Bergaji Besar, Masih Perlukah Istri …

Cucum Suminar | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Kepercayaan Penuh Berbuah Revolusi …

Nursalam Sabir | 8 jam lalu

Media Cetak (Belum) Akan Mati …

Irwan Rinaldi | 8 jam lalu

Ini Kata Menpora Terkait Gagalnya Timnas …

Djarwopapua | 8 jam lalu

Datang ke Papua, Al Jazeera Ingin “Tebus …

Hamid Ramli | 8 jam lalu

(Peserta) #KPKGerebek (7) Jakarta Street …

Kpk Kompasiana | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: