
Dibaca: 103
Komentar: 6
2 dari 3 Kompasianer menilai menarik
Tidak semua patah tulang membutuhkan tindakan operasi. Tapi tangan kananku patah menjadi 3 bagian di bagian lengan bawah ketika mengalami kecelakaan.
Saat itu masih tidak kuperhatikan bila tanganku sangat membengkak dan masih mencoba masuk kerja diantar anakku. Teman-teman, memaksa aku untuk ke rumah sakit karena aku tidak bisa tanda-tangan akibat bengkak.
Aku diantar 2 orang teman dan seorang suami dokter di tempat kami bekerja.
Sepanjang perjalanan, aku sempat kalut…. Terbayang serangkaian tindakan, dan oh….tidak…. aku paling takut sakit… Itu berarti tidak bisa kerja, padahal penghasilan baru ada bila ada kerja….
Aku seorang pekerja kontrak dan sambilan kerja seadanya…
” Bu, ini foto rontgentnya. Fracture di 3 tempat dan lihat jelek sekali patahnya…, anjuran saya harus dioperasi ya..”, jelas dokter bedah.
Teman-teman semua merayu dan berusaha meyakinkan aku yang semula menolak.. Lucu juga rasanya seorang dokter takut operasi…, tapi bukan cuma biusnya dan operasinya yang membuatku takut. Tapi tidak bisa kerja, tidak bisa apa-apa karena tangan kanan yang cedera.
Singkat cerita aku terpaksa menerima kenyataan harus operasi. Hari itu juga masuk rumah sakit untuk persiapan operasi esok harinya.Persiapannya meliputi: rontgent alias foto dada, dan pemeriksaan laboratorium.
Berhubung tanganku yang patah sebelah kanan, infus dipasang di tangan sebelah kiri.
Ternyata diinfus itu tidak begitu sakit, tapi yang namanya jarum itu menakutkan buat aku. Hehehe… lagi-lagi aku tersenyum kecut diam-diam.
Problem pertama dilalui, problem selanjutnya ketika akan buang air besar dan air kecil.Bayangkan tangan kanan di bungkus band aid, yang kiri dipasang infus…
Sekali dua kali aku masih mau minta tolong untuk membersihkan diriku di kamar ,mandi. Dan akhirnya aku nekad untuk melakukannya sendiri, berhubung sulit mematikan infus sebelum ke kamar mandi, masalah lain timbul…
Darah di dalam selang infus jadi naik…. Terpaksa memanggil perawat ruangan yang kebetulan sangat baik, karena memang dulu aku bekerja di rumah sakit itu, jadi sebagian besar kenal.
Belum lagi kalau mau sholat, tapi beruntung aku mempunyai anak-anak yang baik dan teman-teman perawat yang baik dan sabar… Segala macam doa kupanjatkan untuk keselamatanku dan anak-anakku, juga operasinya sendiri dan semua yang terkait.
Malam itu aku lalui dengan berbagai gejolak batin. Malampun menyapa….. menanti esok ….
Bersambung….