
Berbagi buku, menebar ilmu dalam program blogger hibah sejuta buku. #HibahBuku #Blogger #TKW di Malaysia #KoplakYoBand #MiringUnite · http://www.anazkia.com
Dibaca: 523
Komentar: 70
10 dari 11 Kompasianer menilai aktual
Sore ini, saat membuka sebuah social network seorang teman menulis Quick Notes dengan judul “Horeee, pak Presdien Main Film” Sumber beritanya dari kompas.com membaca berita tersebut, ada yang mengiris-iris hati nurani saya. Entahlah, mendadak, saya begitu emosi dan menitikan air mata. Mikir, tidak adakah yang lebih penting dari sekedar main film? Sudah tidak ada lagikah yang harus lagi-lagi, dari sekedar main film?
Saya jarang sekali berekasi dengan berita-berita para punggawa negeri. Saya mikir buat apa? Toh sekeras suara saya lontarkan, sekeras itu pula diam tak bergerak. Diam saja menyaksikan anggota dewan yang meributkan banggar, melirik tidak pada spekulasi tentang toilet anggota dewa. Pun tetap bergeming saat anggota dewan meributkan cemilan. Saya selalu berpikir, itu semua bukan urusan saya. Toh sudah ada yang mengkritik, toh sudah ada yang bersuara. Tapi nyatanya? Saya hanya bisa ngelus jidat!
Lantas, berita sore ini di mana dikabarkan Pak Presiden akan main film, sungguh menguras emosi saya. Ndilalah saya menangis. Ujug-ujug saya emosi. Kalau pantas, kok yah saya pengen maki-maki. Tapi buat apa? Lagi-lagi saya berpikir nggak ada untungnya :((
Sejak beberapa hari lalu, melihat berita tentang putusnya sebuah jembatan yang menewaskan beberapa orang. Ah, lagi-lagi orang kecil. Sepagian ini, saya membaca tulisan temen-temen kompasiana. Selama membaca juga saya tertanya-tanya sendiri, “Apa, sih, motif anggota dewan sebelum duduk di kursi negara?” “Apa, sih, yang mereka pikirkan saat sudah duduk di istananya?” Kalau sepagian sudah dibuat menangis, lah ini membaca berita yang sungguh luar biasa ajaib. Di saat segala kebutuhan rakyat tak terpenuhi dengan maksimal, apa untungnya main film? Apa pentingnya main film? Tak cukupkah dengan menjadi penyanyi, Pak? Atau Bapak juga mau mencoba menjadi TKI menjadis ebagian dari kami? (saya) Waduh, Pak….
Pak, di ujung sana, di seluruh ceruk-ceruk bangsa masih ada saja sebagian dari rakyatnya yang nggak makan, yang nggak keurusan, yang nggak bisa mengenyam pendidikan. Lah ini, Bapak kok malah sibuk-sibuk main film. Piye, tho, Pak, Pak?
Wis tho, Pak, sing penting aku ndak setuju nek Bapake main pilm. Saya suguhkan sebuah pilm aja yah, Pak? Ini asli slide-slide filem anak-anak Bapak di seluruh negeri. Tanpa make-up, tanpa polesan, tanpa akting juga tanpa bayaran!





Koleksi-koleksi foto di atas adalah milik Oca, peserta ACI (Aku Cinta Indonesia)

Jadi, Bapak, kalau bapak main film kelebihannya di mana, tho? Saya rasa, justru merekalah aktor-aktor sesungguhnya dan merekalah juara tanpa harus melihat peran bapak bermain film. Ah, maafkan saya Bapak Presiden…