
Dibaca: 165
Komentar: 8
Nihil
Spanduk Omdo?/dok.pribadi
Beberapa hari yang lalu, kebetulan saya melewati daerah Sudirman. Sebagaimana diberitakan, gorong-gorong yang ada di jalan protokol tersebut bermasalah. Pekerjaan gorong-gorong ternyata belum usai ketika perhelatan Asean Games hampir dimulai, dan karenanya, harus ditutup sementara.
Masalahnya, setelah acara besar yang menyeret banyak nama terkait pembangunan Wisma Atlet di Palembang tersebut, pekerjaan tersebut sepertinya tidak dilanjutkan. Mungkinkah kontraktornya merugi? Saya tidak tahu. Yang saya tahu, gorong-gorong di sepanjang jalan Sudirman yang saya lewati jauh dari kondisi bagus. Jalanan menjadi bergelombang bak keripik kentang, sangat tidak nyaman dilewati.
Yang paling menyesakkan adalah, keberadaan spanduk-spanduk berwarna kuning yang bertuliskan permohonan maaf atas ketidaknyamanan dan semacam pemberitahuan bahwa pemasang spanduk-spanduk tersebut, siapapun mereka, sedang bekerja keras untuk menyelesaikan pekerjaan (gorong-gorong) tersebut. Mengapa menyesakkan? Karena jelas-jelas di sepanjang jalan tersebut tidak ada tanda-tanda pekerjaan jalan sedang dilakukan, baik tukang-tukang, maupun peralatan atau marka jalan.
Mungkin saja, sang kontraktor memang sedang bekerja keras mencari pinjaman untuk menutup kerugian dan menyelesaikan “PR”-nya itu, saya tidak tahu. Tapi yang jelas, tulisan atau pernyataan yang tidak sesuai dengan realita di lapangan sepertinya sudah membudaya di negeri ini. Spanduk itu, dalam pandangan mata saya waktu itu, menipu. Mungkinkah meneladani bapak pencitraan kita? Ah, entahlah….