Artikel

Catatan

Ahmad Mujiyarto

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Belajar Menjadi : Anak, Suami dan Pengusaha yang Sukses.. Blog bisnisnya http://akubelajarbisnis.blogspot.com

Di Podium Kehormatan Itu, Ku Temukan Cinta Pertamaku


OPINI | 11 February 2012 | 18:41 Dibaca: 125   Komentar: 12   Nihil

Mengenang cinta pertama bagi sebagian orang ada yang menganggapnya begitu menyakitkan karena tak seindah yang diimpikan,namun ada juga yang menganggapnya sebagai kenangan indah yang tak mudah untuk dilupakan.

Pertama kali aku menemukan first love itu ketika aku baru berseragam putih abu-abu.Meskipun dahulu di masa SD ataupun SMP aku pernah tertarik dengan berbagai tipe wanita,tapi hal itu hanya sebatas pada perasaan suka,perasaan kagum lebih tepatnya.Terkagum dengan kecantikannya,terkagum dengan kepintarannya.Tapi,tidak sampai menjatuhkan perasaan cintaku kepada mereka.

Aku baru menemukan cinta pertama itu tepat ketika orasi para calon ketua Osis yang tengah berlangsung di sekolahku.Layaknya sebuah panggung demokrasi yang prestisius,ada sebuah kegiatan yang biasa dilakukan disekolahku,untuk mencalonkan diri sebagai ketua Osis salah satu syaratnya adalah dengan mengadakan orasi di podium kehormatan membicarakan tentang visi dan missinya,lengkap dengan daftar kerja yang akan dijalankan selama masa kepemimpinan,dan disertai pula dengan tanya jawab bersama audien yang hadir di lapangan nun hijau dan luas.

Dari kesekian calon ketua Osis itu,tampilah salah satu sosok wanita yang begitu anggun dan kharismatik.Dengan suara yang lantang dia berorasi dengan penuh kepercayaan diri.Meskipun dia masih adik kelasku,tapi dia sudah begitu berani dan lantang menyuarakan visi dan missinya sebagai calon ketua Osis dihadapan seluruh siswa disekolahku tercinta.

Dia sangat menawan hatiku,ada sejumput rasa yang tak sanggup kudefinisikan secara harfiah.Namun begitu kuat menohok pertahanan dinding jiwaku.Ingin rasanya aku bisa mengenalnya lebih jauh,meskipun untuk saat itu aku begitu minder dan takut.Aku lebih memilih mencintainya secara diam-diam,hingga kelak suatu saatnya yang tepat aku akan meminangnya.

Dua tahun berlalu dari semenjak kelulusanku,aku masih menjaga cinta pertamaku itu,hingga pada suatu hari dengan berbagai proses yang mampu ku lewati,aku berhasil menemukan nomor kontaknya.Dan mencoba mengungkapkan lukisan perasaan hatiku kepadanya.

Bak Gayung bersambut,ternyata tak sia-sia ku memendam perasaan cinta itu.Karena dia juga menaruh perasaan yang sama kepadaku.Hanya saja selama ini dia begitu rapi menyimpannya.

Mulailah kami menjalin sebuah komitmen,untuk saling menunggu dan meyakinkan sampai keadaanya yang tepat.Meski tidak menempuh jalan berpacaran,karena waktu itu aku sudah merantau ke Jakarta sedang dia masih dikampung.

Namun,komitmen itu harus tumbang diterpa badai kenyataan.Yah..hanya dengan sebab dia tidak berhasil lulus diujian sekolahnya,dia lantas frustasi dan putus asa.Meskipun aku sudah meyakinkannya,tapi ternyata itu tak cukup menenangkan hatinya.

Sehingga datanglah lelaki lain yang menaruh simpati kepadanya,dan mendamaikan hatinya dengan cara menjadikannya sebagai teman hidup selamanya.

Singkat cerita,dia menikah dengan lelaki lain yang tentu lebih mapan usia dan ekonominya dibandingkan aku  yang saat itu masih menginjakkan kaki dibumi Jakarta sebagai buruh harian di pabrik swasta.

Begitulah kisah cinta pertamaku…

==================

Dari tepian Kota Jakarta

Sabtu,11 Februari 2012

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: