Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Sepucuk Surat dari Ayah dan Ibu

OPINI | 09 February 2012 | 22:13 Dibaca: 1072   Komentar: 0   0

Kami perintahkan kpd manusia supaya beruntuk baik kpd dua orang ibu bapaknya, ibu mengandung dgn susah payah, dan melahirkan dgn susah payah (pula). Mengandung sampai menyapih ialah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umur sampai empat puluh tahun, ia berdo’a “Ya Rabb-ku, tunjukilah aku untuk menysukuri nikmat Engkau yg telah Engkau berikan kpdku dan kpd kedua orang tuaku dan supaya aku dpt beruntuk amal yg shalih yg Engkau ridlai, berilah kebaikan kpdku dgn (memberi kebaikan) kpd anak cucuku. Sesungguh aku bertaubat kpd Engkau dan sesungguh aku termasuk orang-orang yg berserah diri” [Al-Ahqaaf : 15]

Dan Allah memerintahkan aku berbakti kepada ibuku dan tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka” [Maryam : 32]

“Ketika Orang tua tinggal dirumah anaknya maka perasaannya sangat sensitif…..

Dia akan Selalu merasa bersalah setiap kali anaknya berteriak”

…..Anak ku,

Ketika Aku semakin tua, Aku berharap engkau memahami dan memiliki kesabaran untuk ku…

Suatu ketika Aku memecahkan piring atau menumpahkan sup dari atas meja…

Dikarenakan penglihatan ku yang mulai berkurang….

Aku berharap Engkau tidak memarahi ku………

Wahai Anak ku…..

Ketika pendengaran ku semakin memburuk dan Aku tidak bisa mendengar

apa yang kamu katakan, Aku berharap Engkau tidak memanggil ku “Tuli…!!!!”

mohon Engkau ulangi apa yang kamu katakan atau menuliskannya.

Maafkan Anak ku.. ……

Aku Semakin tua………..

Ketika lutut ku mulai lemah Aku harap kamu memiliki kesabaran untuk membantu ku bangun…

Sebagaimana Aku selalu membantu kamu saat kamu masih kecil, untuk belajar berjalan.

Aku mohon, jangan bosan dengan ku…..

Ketika Aku terus mengulangi apa yang ku katakan, seperti kaset yang rusak…

Aku harap Engkau terus mendengarkan Aku…

Tolong jangan mengejek ku, atau bosan mendengarkan ku…

Apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil dan kamu ingin sebuah balon..???

Kamu mengulangi apa yang kamu mau berulang-ulang,

sampai kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan……

……. Maafkan juga bau ku….

Tercium seperti orang yang sudah tua, aku mohon jangan memaksa ku untuk mandi…..

Tubuh ku lemah dan aku harap aku tidak terlihat kotor dan jijik bagimu…

Apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil……????????

Aku selalu mengejar-ngejar kamu………. karena kamu tidak ingin mandi…….

Aku berharap kamu bias bersabar dengan ku ketika Aku rewel….

Dan jika kamu memiliki waktu luang, aku berharap kita bisa ngobrol…

bahkan untuk beberapa menit saja…

Aku selalu sendiri sepanjang waktu….

Dan tidak memiliki seseorang pun untuk diajak bicara selain dirimu..

Aku tahu Engkau sangat sibuk dengan pekerjaan mu..

Bahkan jika kamu tidak tertarik pada cerita ku, aku mohon berikan aku waktu Untuk bersama mu.

Apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil….????

Aku selalu mendengarkan apapun yang  kamu ceritakan tentang mainanmu.

Ketika saatnya tiba dan Aku hanya bisa terbaring, sakit dan sakit…

Aku harap kamu memiliki kesabaran untuk meraat ku…….

MA’AF  kalau aku sengaja mengompl atau membuat berantakan…

Aku berharap kamu memiliki kesabaran untuk merawat ku

selama beberapa saat terakhir dalam hidup ku…

Aku mungkin tidak bertahan lebih lama,,…

Ketika waktu kematianku dating,,,..

Aku berharap kamu memegang tangan ku

dan memberikan ku kekuatan untuk menghadapi kekuatan…..

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Fort Marlborough dan Tugu Thomas Parr, Saksi …

Sam Leinad | | 21 April 2014 | 12:34

Dekati ARB, Mahfud MD Ambisius Atau …

Anjo Hadi | | 21 April 2014 | 09:03

Menjadi Sahabat Istimewa bagi Pasangan Kita …

Cahyadi Takariawan | | 21 April 2014 | 07:06

Bicara Tentang Orang Pendiam dan Bukan …

Putri Ratnaiskana P... | | 21 April 2014 | 10:34

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Demonstrasi KM ITB: Otokritik untuk …

Hendra Wardhana | 5 jam lalu

Bagaimana Rasanya Bersuamikan Bule? …

Julia Maria Van Tie... | 10 jam lalu

PDIP dan Pendukung Jokowi, Jangan Euforia …

Ethan Hunt | 11 jam lalu

Akuisisi BTN, Proyek Politik dalam Rangka …

Akhmad Syaikhu | 12 jam lalu

Jokowi-JK, Ical-Mahfudz, Probowo-…? …

Syarif | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: