Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Metik Marsiya

belajar dari keterbatasan…. belajar dari ketiadaan Membaca dan memahami tulisan dongeng saya, harus dari selengkapnya

Sekilas M. Prananda Prabowo Putra Kedua Ibu Megawati Soekarnoputri

REP | 06 February 2012 | 17:18 Dibaca: 7535   Komentar: 19   4

13285025411081178598

Beliau adalah putra kedua Mantan Presiden Republik Indonesia, Ibu Megawati Soekarno Putri, sekaligus ketua umum partai PDI Perjuangan. Beliau memang tidak mengenal saya, demikian juga saya tidak mengenal beliau secara langsung. Pertemuan sekilas.

Komentar pertama adalah keren habis, mantap. Tidak ada kata yang lebih seru dari itu. Untung saya hanya mengantarkan teman. Saat teman saya  ngobrol,  saya bisa  menikmati pemandangan indahnya ciptaan Tuhan.  Aduh PDIP punya aset begini kok ngga muncul ya.

Begitu sekilas mendengar beliau bicara, tambah deg, wuisss keren, ternyata beliau tidak hanya keren, tetapi juga mampu melihat permasalahan yang dihadapi secara runtut dan sistematis.  Beliau dapat  berbahasa dengan halus, suaranya kalem.  Terlihat sekali bagaimana beliau mampu menghargai orang yang di ajak bicara, siapapun dia, termasuk saya sebagai orang asing. Tutur katanya sopan. Beginilah saya, menyampaikan ulasan, ciri khas orang terpesona habis. Pulangnya kami di antar sampai depan, di parkiran di luar rumah beliau.

Kenapa ya PDIP tidak memunculkan aset yang demikian bagus, atau mungkin beliau tidak tertarik dengan dunia politik, terlalu halus, terlalu kalem, dan terlalu baik.  Beda bener dengan para politisi pada jaman sekarang. Atau disimpan sebagai bom waktu, jika saatnya nanti tiba. Atau tidak mau tercemar oleh dunia politik yang jelas-jelas tidak sehat seperti sekarang ini. Ayolah mas, siapa tahu dengan Mas Nanan (demikian biasanya beliau dipanggil) masuk ke politik maka semua jadi kalem, hehehehe… terlalu banyak pertanyaan yang ada di benak dan tidak mampu menjawabnya. Hihi jadi inget aturan temenku kemaren, kamu tidak boleh tanya apapun, diam, ga boleh ini itu, wadeeeuw banyak bener. Iya saya nurut, untung ga ada aturan jangan melihat wajahnya ya. kalau aturan ini diberlakukan barulah saya akan rugi.

Saya dapat foto tambahan baru, dan tidak kalah kerennya dengan foto yang pertama.

1342142175274902895

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Andai Masyarakat Tangerang Selatan Sadar, …

Ngesti Setyo Moerni | | 28 November 2014 | 17:27

Dari (Catatan Harian) Kompasiana ke (Sudut …

Lizz | | 28 November 2014 | 16:22

Kampret Jebul: Rumah …

Kampretos | | 28 November 2014 | 15:50

Saran untuk Ahok Cegah Petaka Akibat 100 …

Tjiptadinata Effend... | | 28 November 2014 | 15:30

Tulis Ceritamu Membangun Percaya Diri Lewat …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 14:07


TRENDING ARTICLES

Kongkalikong Dokter dengan Perusahaan Obat …

Wahyu Triasmara | 4 jam lalu

Hampir Saja Saya Termakan Rayuan Banci …

Muslihudin El Hasan... | 6 jam lalu

Lagu Anak Kita yang Merupakan Plagiat …

Gustaaf Kusno | 8 jam lalu

Edisi Khusus: Kompas 100 Halaman dalam …

Tubagus Encep | 8 jam lalu

Ahok Narsis di Puncak Keseruan Acara …

Seneng Utami | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Cinta Sejati …

Adhikara Poesoro | 8 jam lalu

Mengenal Air Asam Tambang …

Denny | 8 jam lalu

Afta dan Uji Kompetensi Apoteker …

Fauziah Amin | 8 jam lalu

Demo BBM vs Berpikir Kreatif …

Rumahkayu | 8 jam lalu

Revolusi dari Desa (Paradigma Baru …

Ikhlash Hasan | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: