Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Metik Marsiya

belajar dari keterbatasan…. belajar dari ketiadaan Membaca dan memahami tulisan dongeng saya, harus dari selengkapnya

Sekilas M. Prananda Prabowo Putra Kedua Ibu Megawati Soekarnoputri

REP | 06 February 2012 | 17:18 Dibaca: 7312   Komentar: 19   4

13285025411081178598

Beliau adalah putra kedua Mantan Presiden Republik Indonesia, Ibu Megawati Soekarno Putri, sekaligus ketua umum partai PDI Perjuangan. Beliau memang tidak mengenal saya, demikian juga saya tidak mengenal beliau secara langsung. Pertemuan sekilas.

Komentar pertama adalah keren habis, mantap. Tidak ada kata yang lebih seru dari itu. Untung saya hanya mengantarkan teman. Saat teman saya  ngobrol,  saya bisa  menikmati pemandangan indahnya ciptaan Tuhan.  Aduh PDIP punya aset begini kok ngga muncul ya.

Begitu sekilas mendengar beliau bicara, tambah deg, wuisss keren, ternyata beliau tidak hanya keren, tetapi juga mampu melihat permasalahan yang dihadapi secara runtut dan sistematis.  Beliau dapat  berbahasa dengan halus, suaranya kalem.  Terlihat sekali bagaimana beliau mampu menghargai orang yang di ajak bicara, siapapun dia, termasuk saya sebagai orang asing. Tutur katanya sopan. Beginilah saya, menyampaikan ulasan, ciri khas orang terpesona habis. Pulangnya kami di antar sampai depan, di parkiran di luar rumah beliau.

Kenapa ya PDIP tidak memunculkan aset yang demikian bagus, atau mungkin beliau tidak tertarik dengan dunia politik, terlalu halus, terlalu kalem, dan terlalu baik.  Beda bener dengan para politisi pada jaman sekarang. Atau disimpan sebagai bom waktu, jika saatnya nanti tiba. Atau tidak mau tercemar oleh dunia politik yang jelas-jelas tidak sehat seperti sekarang ini. Ayolah mas, siapa tahu dengan Mas Nanan (demikian biasanya beliau dipanggil) masuk ke politik maka semua jadi kalem, hehehehe… terlalu banyak pertanyaan yang ada di benak dan tidak mampu menjawabnya. Hihi jadi inget aturan temenku kemaren, kamu tidak boleh tanya apapun, diam, ga boleh ini itu, wadeeeuw banyak bener. Iya saya nurut, untung ga ada aturan jangan melihat wajahnya ya. kalau aturan ini diberlakukan barulah saya akan rugi.

Saya dapat foto tambahan baru, dan tidak kalah kerennya dengan foto yang pertama.

1342142175274902895

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ratusan Ribu Hingga Jutaan Anak Belum Dapat …

Didik Budijanto | | 31 July 2014 | 09:36

Olahraga Sebagai Industri dan Sarana …

Erwin Ricardo Silal... | | 31 July 2014 | 08:46

Espresso, Tradisi Baru Lebaran di Gayo …

Syukri Muhammad Syu... | | 31 July 2014 | 07:05

Rasa Takut, Cinta, Naluri dan Obsesi …

Ryu Kiseki | | 31 July 2014 | 03:42

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Jokowi Menipu Rakyat? …

Farn Maydian | 15 jam lalu

Gandhi-Martin Luther-Mandela = Prabowo? …

Gan Pradana | 17 jam lalu

Jokowi Hanya Dipilih 37,5% Rakyat (Bag. 2) …

Otto Von Bismarck | 19 jam lalu

Jokowi yang Menang, Saya yang Mendapat Kado …

Pak De Sakimun | 21 jam lalu

Dilema Seorang Wanita Papua: Antara Garuda …

Evha Uaga | 24 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: