Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Rahmadsyah

Trainer & Mind-Therapist, Manager Mind-Talks Training & Counsulting. www.kursusnlp.com

Agar Hidup Tidak Sia-sia

OPINI | 12 January 2012 | 02:38 Dibaca: 311   Komentar: 0   1

Agar Hidup Tidak Sia-Sia

Lena Maria, Penulis Footnote
Siapapun ingin berguna
Bukankah Anda sependapat dengan saya, bahwa tidak ada orang ingin terlahir ke dunia ini dengan sia-sia, iya kan? Saya yakin, orang-orang di sekitar Anda dan saya, tetangga, teman kerja, penjual koran, sopir taksi, kondektur metro mini, pengemis, pegawai restoran, kasir di bank, sekretaris Anda, atasan Anda, dan siapapun. Hakekatnya, bila kita bisa dipercaya oleh mereka, maka kita dapat mendengar desahan terdalam pada dirinya. “Saya ingin hidup menjadi manusia yang berguna”. Seperti, cita-cita masa kecil saya saat SD, berguna bagi nusa, bangsa, agama dan Negara.
Seperti yang pernah saya ceritakan kepada Anda, ide itu hadir dari mana saja. Tulisan saya sekarang, Agar hidup tidak sia-sia, karena terstimulus oleh sharingnya kompasianer Heidy Sengky. Tentang Lena MariaGadis tanpa lengan yang super bisa. Meraih mendali emas, Menulis buku dan lain-lain”. Yang sangat menginspirasi saya, dari sosok Lena maria pada sharing Heidy, motto hidupnya
Saya lebih memilih untuk bersyukur atas apa yang dapat saya lakukan, daripada kecewa atas apa yang tak dapat saya lakukan.
#Lena Maria
Trance derivational search
Setelah saya membaca kata-kata penuh makna dari dari Lena. Pikiran saya terjadi trance derivational search. Atau sering disebut “tds”. Suatu kondisi terjadi pada otak kita, karena melihat, mendengar, mencium, merasa, atau menggerakan tubuh. Pikiran kita teringat akan peristiwa yang pernah terjadi dan terekam dalam memori jangka panjang. Biasanya, kondisi itu bisa hadir, karena, apa yang kita dengar, lihat, cium, rasa atau sentuh memiliki emosi yang sama. Contohnya.
Pada hari rabu 2 november 2011 yang lalu, saya membuat janji bertemu dengan seorang teman jam 13.00 di Pejaten Village Mall. Pada silaturahim tersebut, kami saling cerita pengalaman dalam dunia training. Teman saya sering mengajar tentang IT (Hard skill), sementara saya mengenai pengembangan diri (Soft Skill). Kira-kira sekitar jam 13.30, sambil ngobrol, terbesit niat untuk mengabari istri, kalau saya sudah di PJM dan bertemu dengan teman saya.
Karena menghormati silaturahim tersebut, saya tidak jadi sms. Tapi, gak sampai 1 menit setelah niat itu hadir. Di HP saya ada pesan masuk, sms dari istri yang isinya ”Kak apakah sudah di Pejaten?”. Saya sering mengalami kejadian ini dengan istri. Bahkan sebelum menikah. Bagaimana dengan Anda?
Saya tidak tau, entah kata-kata yang mana membuat Anda teringat akan pengalaman yang pernah Anda alami, setelah membaca kata tersebut. Dan, yang ingin saya sampaikan, peristiwa yang terjadi dalam ingatan Anda, karena terstimulus oleh contoh yang saya ceritakan di atas tadi, itulah yang dimaksud dengan trance derivational search. Saya belum tau membahasakan dalam bahasa Indonesia.
Bong Chandra & Bruce Lee
Begitupun dengan saya. Membaca kata-kata (motto) Lena, pikiran saya terakses dengan memori yang terekam di bawah sadar. Gambar yang terlihat, sosok Bong Chandra. Motivator dan milioner muda. Sementara suara yang terdengar, kata-kata pada salah satu status BC ”Suatu hari nanti, Anda akan menyesal, bukan karena sesuatu yang telah Anda lakukan, melainkan banyak kesempatan terlewat tidak melakukan apa-apa”. Selain itu, yang terlihat adalah gambaran film biografi Bruce lee. Sementara yang suara terdengar, kata-kata di akhir film tersebut yang disampaikan oleh istri Lee. ”Banyak orang bertanya bagaimana Bruce lee meninggal. Saya lebih memilih untuk mengenang, bagaimana Bruce lee hidup”.
Tip supaya hidup tidak sia-sia
Kembali dengan agar hidup tidak sia-sia. Setelah kata-kata Bong Chandra dan istri Bruce Lee membayangi isi kepala saya. Kemudian juga ungkapan inspirational Lena Maria. Saya mengamati, ada pola yang sama pada mereka bertiga.
Pertama, menurut saya, mereka memiliki tujuan yang sama. Yiatu, menjalani hidup ini penuh dengan manfaat dan berguna.
Kedua, karena fokus mereka sama, maka cara menyikapi (mindset) pun juga sama. Yaitu, cara mereka menfokuskan, menyikapi atau memilih sudut pandang, bertujuan untuk menghasilkan tindakan yang prouktif dan berdaya bagi mereka.
Pikiran Anda, menpengaruhi emosi Anda, Emosi mempengaruhi tindakan Anda, dan tindakan, menentukan hasil pencapaian Anda.
Jadi, agar hidup tidak sia-sia, maka kita hendaknya; pertama-tama memiliki keputusan passion / ’azzam yang kuat dalam diri, bahwa kita berkomitmen agar berguna dan bermanfaat, bukan sia-sia. Selanjutnya, memilih sudut padang yang efeknya, bisa menghasilkan tindakan penuh produktif dan berdaya.
Sudah berguna dan bermanfaatkah hidup kita?
Ciganjur, Jumaat, 4 November 2011
Ikuti Workshop KOMUNIKASIH, 28 januari 2012

Mari bersilaturahim, follow @mind_therapist

Dapatkan e-book “Explore Your Potentials” Gratis, Klik download

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Endah Kreco, Kartini dari Keong Sawah …

Junanto Herdiawan | | 21 April 2014 | 07:31

Mempertanyakan Kelayakan Bus Transjakarta …

Frederika Tarigan | | 21 April 2014 | 10:22

Cara Menghadapi Lansia (Jompo) Pemarah …

Mohamad Sholeh | | 21 April 2014 | 00:56

Danau Linow Masih Mempesona …

Tri Lokon | | 21 April 2014 | 07:01

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Bagaimana Rasanya Bersuamikan Bule? …

Julia Maria Van Tie... | 2 jam lalu

PDIP dan Pendukung Jokowi, Jangan Euforia …

Ethan Hunt | 3 jam lalu

Akuisisi BTN, Proyek Politik dalam Rangka …

Akhmad Syaikhu | 4 jam lalu

Jokowi-JK, Ical-Mahfudz, Probowo-…? …

Syarif | 6 jam lalu

Pengalaman Bekerja di Luar Negeri …

Moch Soim | 9 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: