Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Syaifudin Zuhri

menjadi manusia yang berguna meski hanya untuk seekor semut. twitter : @zuhryta

Menjadi Suami Penuh Cinta

REP | 09 January 2012 | 04:00 Dibaca: 668   Komentar: 4   1

Sebuah kalimat yang sepertinya mudah untuk diucapkan, akan tetapi pada kenyataannya sulit dipraktekan, apalagi usia pernikahan mulai bertambah dan anakpun mulai nakal-nakalnya. Sampai-sampai ada ucapan dari lisan wanita “ berani mencintai setelah menikah?” Memang, pada kenyataanya sebagian para suami mencintai istrinya hanya ketika pada awal - awal pernikahan saja, setelah usia pernikahan menginjak dua tahun atau lebih, cinta itu sedikit demi sedikit mulai terkikis, dan akhirnya habis sama sekali. Dan yang tidak diharapakan adalah karamnya bahahtera rumah tangga tersebut di tengah samudra kehidupan. Tidak heran sebuah penelitian di Italia menemukan bahwa nyala romantisme hanya bertahan dua tahun. Setelah itu hormon Anda akan mengalami penurunan dan berujung pada kegagalan sebuah hubungan bila tidak dipupuk (TRIBUNNEWS -).  Namun Islam adalah agama yang sempurna, islam tidak hanya mengajarkan permasalahan-permasalahan Aqidah, Akhlak, dan Ibadah  (sholat, puasa,zakat haji dll) saja, namun islam juga mengajarkan bagaimana membina rumah tangga yang baik. Salah satu cara membina rumah tangga yang baik adalah dengan cara menjaga cinta itu tetap ada, bahkan kalau perlu makin bersemi layaknya bunga - bunga di taman. Untuk para suami,  artikel berikut. “Tips menjadi suami yang penuh cinta”.perlu di pelajari dan di praktekan, Diantaranya :

1. Menjadi pemimpin yang baik

Seorang suami merupakan pemimpin bagi keluarganya  didalam sura An Nisa : 34 “Laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, karena Allah telah melebihkan sebagian dari mereka atas sebagian yang lainnya dan karena mereka telah membelanjakan sebagian harta mereka.”

Oleh karena itu hendaknya para suami memperhatikan tanggung jawabnya sebagai pemimpin.

2  Perhatian terhadap agama istrinya

Hendaknya sang suami lebih memperhatikan agama istrinya, selain kebutuhan kebutuhan yang lainnya yang juga harus diperhatikan dan dipenuhi. Dalam hal kecil, misalnya sang istri diingatkan apakah sudah sholat apa belum, sudah waktunya suci atau masih datang bulan, membimbing ketika ada kesulitan dalam upaya beribadah dan lain sebagainya. Dan yang tak kalah pentingnya adalah memberikan ilmu kepada sang istri. Jika suami merasa kurang mampu karena ilmunya juga minim , cukup mendampingi atau mengajak mendatangi majalisul ilmi, atau jika sedang sakit atau yang lainnya sehingga tidak memungkinkan mendatangi majalisul ilmi, bisa dengan menyediakan sarana media sehingga sang istri masih bisa taklim.misal menyediakan majalah , DVD player, PC dll. Intinya usahakan sang istri tetap mendapatkan ilmu syar’i meski tidak secara langsung bisa datang ke majalisul ilmi.

3.Memperhatikan dan menjaga penampilan dihadapan istrinya

Sudahkah anda para suami memperhatikan masalah ini? Sebagaimana para suami mengharap penampilan yang baik dari sang istri, begitu juga sang istri. Mereka itu juga manusia biasa yang menyukai penampilan yang sempurna dari sang suami. Mereka lebih suka penapilan fisik yang sehat dan bugar dari pada kondisi badan yang (maaf) sudah perutnya buncit, kepala botak, sakit – sakitan lagi. Oleh karena itu hendaknya para suami senantiasa menjaga kesehatan, kebugaran dan penampilan fisiknya. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan, antara lain rajin dan rutin berolahraga, minum obat – obat herbal untuk menjaga stamina dan kekuatan misal madu, jahe merah, habbatusa sauda, susu dan lain – lain , makan makanan yang halal dan bergizi serta teratur. Berkaitan dengan hal ini, perlu diperhatikan juga dalam rutinitas sehari – hari  misalkan Pulang kerja jangan langsung ‘nyruduk’ istri dengan keadaan baju bau bensin, bau keringat yang menyengat, bau mulut yang bikin semaput. Hendaknya sang suami membersihkan badan dahulu , merapikan penampilan sebelum bertemu sang belahan hati.

4. Hormati dan hargai istri

Istri merupakan karunia dan kenikmatan yang diberikan oleh Allah. Suami hendaknya bersikap lemah lembut terhadap istrinya sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sabdakan di dalam hadits

“Kaum Mukminin yang paling sempurna imannya adalah yang akhlaknya paling baik di antara mereka, dan yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik kepada isteri-isterinya.” HR. At-Tirmidzi (no. 1162), Ahmad (II/250, 472), Ibnu Hibban (at-Ta’liqaatul Hisaan ‘alaa Shahiih Ibni Hibban no. 4164)

Banyak contoh akhlak yang baik Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap para istri – istrinya, di dalam hadits – hadits yang sahih diantaranya : Ummul mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah diajak lomba utk menunjukkan cinta dan kasih sayang beliau terhadapnya, juga persaksian Aisyah radhiyallahu ‘anha ketika ditanya tentang apa yang dilakukan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam rumah.Aisyah radhiyalla’anha mengatakan:

Beliau biasa membantu istrinya. Bila datang waktu shalat beliau pun keluar untuk menunaikan shalat.” (HR. Al-Bukhari ), persaksian .Aisyah radhiyalla’anha yang lain “Biasanya pada hari raya, orang-orang Habasyah bermain perisai dan tombak (berlatih perang-perangan). Aku yang meminta kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam (agar diperkenankan menonton permainan tersebut) dan beliau sendiri menawarkan dengan berkata, ‘Apakah engkau ingin melihat permainan mereka?’ ‘Iya’, jawabku. Beliau pun memberdirikan aku di belakangnya, pipiku menempel pada pipi beliau. Beliau berkata: ‘Teruskan wahai Bani Arfidah4.’ Hingga ketika aku telah jenuh, beliau bertanya, ‘Cukupkah?’ ‘Iya’, jawabku. ‘Kalau begitu pergilah’, kata beliau.” (HR. Al-Bukhari no. 950 dan Muslim no. 2062) . Al-Imam An-Nawawi rahimahullahu berkata: “Dalam hadits ini ada keterangan tentang sifat yang dimiliki Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berupa penyayang, penuh kasih, berakhlak yang bagus, dan bergaul dengan baik terhadap keluarga, istri, dan selain mereka.” (Al-Minhaj, 6/424)

5. Tidak segan segan Berterima kasih terhadap istrinya

Hendaknya para suami tidak sungkan sungkan atau gengsi mengatakan terima kasih kepada sang istri atas kebaikan kebaikan yang telah diberikan selama mendampinginya. Pekerjaan sehari hari dirumah, mengurus anak tidaklah ringan. Coba anda sehari saja di rumah menggantikan pekerjaan istri, biarkan sang istri bersantai sambil liatin andayang sedang menggantikan  pekerjaannya . bisa?. Mungkin bisikan lembut “jazakillah khoir ya istriku yang telah mengurusi, manjaga & mendidik anak anakku selama saya tinggal kerja,” atau “ makasih yah telah menyiapkan makan malam “ dan lain – lain . InsyaAllah ucapan tulus seperti itu lebih diharapkan dari lembaran - lembaran rupiah.

6. Menafkahi istrinya dan tidak pelit kepadanya

Untuk yang satu ini hendaknya para suami memperhatikan dengan cermat, jangan suka pelit menafkahi untuk kebutuhan sehari hari,

Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Satu dinar yg engkau belanjakan di jalan Allah satu dinar yg engkau keluarkan utk membebaskan budak satu dinar yg engkau sedekahkan kepada seorang miskin dan satu dinar yg engkau nafkahkan utk keluargamu maka yg paling besar pahala dari semua nafkah tersebut adalah satu dinar yg engkau nafkahkan untuk keluargamu.”

Kalau perlu sesekali melebihkan uang belanja melebihi yang biasa di berikan, apalagi ini mau akhir bulan.

Alhamdulillah semoga apa yang saya sampaikan bermanfaat buat para suami, dan jika ada kata – kata yang kurang berkenan,  itu merupakan kesalahan saya. Dan saya meminta maaf. Baarokallahufikum,

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

LIVE STREAMING KOMPASIANIVAL 2014 …

Kompasiana | | 22 November 2014 | 08:30

OS Tizen, Anak Kandung Samsung yang Kian …

Giri Lumakto | | 21 November 2014 | 23:54

Aku dan Kompasianival 2014 …

Seneng Utami | | 22 November 2014 | 02:18

Obama Juara 3 Dunia Berkicau di Jaring …

Abanggeutanyo | | 22 November 2014 | 02:59

Seru! Beraksi bareng Komunitas di …

Kompasiana | | 19 November 2014 | 16:28


TRENDING ARTICLES

Duuuuuh, Jawaban Menteri ini… …

Azis Nizar | 18 jam lalu

Zulkifli Syukur, Siapanya Riedl? …

Fajar Nuryanto | 19 jam lalu

Memotret Wajah Jakarta dengan Lensa Bening …

Tjiptadinata Effend... | 20 jam lalu

Ckck.. Angel Lelga Jadi Wasekjen PPP …

Muslihudin El Hasan... | 23 jam lalu

Tak Berduit, Pemain Bola Indonesia Didepak …

Arief Firhanusa | 21 November 2014 13:06


HIGHLIGHT

Kompasiana dan Pesaing-pesaingnya …

Fandi Sido | 10 jam lalu

Banyak yang Dipenjara di Kompasianival …

Mataharitimoer | 12 jam lalu

Jokowi, Getarkan Hatiku! Buat …

Joko Siswonov | 14 jam lalu

Inilah 3 Pemenang Blog Movement “Aksi …

Kompasiana | 14 jam lalu

LIVE STREAMING KOMPASIANIVAL 2014 …

Kompasiana | 14 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: