Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Auda Zaschkya

Realita adalah Inspirasiku Menulis

Mengambil Uang Lewat Western Union di Indomaret? Mudah Kok!!!

REP | 05 January 2012 | 01:48 Dibaca: 306   Komentar: 45   8

Medan, 4 Januari 2011

Siang tadi saya mendapat kabar yang cukup menggembirakan dari kakak sepupu (kak Sheila) yang berdomisili di luar negeri. Kak Sheila baru mengirim uang sebagai kado tahun baru untuk saya. Kak Sheila mengatakan bahwa baru mengirim uang melalui Western Union dan saya diminta mengambilnya di kantor pos siang ini juga.
Nah… Disitulah masalahnya, saya belum pernah berurusan dengan kantor pos yang berhubungan dengan western union. Bagi saya, ini pengalaman baru yang membangkitkan rasa ingin tahu saya. Rasa penasaran ini menuntut saya untuk segera mengunjungi kantor pos terdekat.

Pukul 15.00 tepat, sampailah saya di Kantor Pos. Oleh sang juru bayar saya dimintai foto copy KTP sebagai langkah awal pengambilan uang melalui western union ini. Oleh karena saya lupa membawanya, saya disuruh kembali esok hari. “aduhhh kak, pake KTP asli ajalah.. Lupa aku foto copy tadi”, kataku dengan memelas. “ooo, gak bisa kak, kalo gak ada copy KTP nya sekarang, mending besok ajalah balik lagi kemari”, katanya. “jadi dimana ada foto copy terdekat di daerah ini biar ku copykan bentar, kakak tunggu ya aku datang, 5 menit aja”, kataku dan Iapun mengusir saya, “alahhh, besok ajalah.. aku dah mau tutup ini udah lewat jam 3 sore, jadi gak bisa kulayani lagi”. Sambil mengikuti saya keluar, iapun menarik pagar sreeeeeeeeeeeettt!! Dan seketika meng-gemboknya. Dengan kecewa dan kesal saya pergi dari situ dan menuju Indomaret, seingat saya di Indomaret juga bisa kok mau ngambil uang dari western union. Indomaret adalah sebuah mini market yang tersebar di seluruh Indonesia.

Segera saya memfoto-copy KTP untuk ini, dan Tibalah saya di Indomaret yang teletak di Jl. Amal (200 meter dari rumah).

1325689543893709141

google image

“kak, aku mau ambil uang pake western union, masih bisa kan?”, tanyaku. “Alahmaaaaakkk… sebenarnya bisa dan mudah kalipun kak,, tapi tunggu ya kak, kupanggil dulu orang yang ngerti”, katanya. Abang yang ngerti itupun datang, dan mengatakan, “aku ngerti sih kak, mudah kali memang, tapi aku masih OON juga padahal udah sering kali diajarin… eh tapi aku mau belajar lagi lah ya… yang penting kakak sabar menunggu”, katanya dan akupun mengangguk. Kemudian aku diminta mengisi formulir penerimaan. Setelah aku mengisi formulir tersebut, mulailah mereka berdua belajar lagi dengan untuk transaksi ini.

“Ah, kekmana-nya ini? Bolak-balik mereka berdua bermain dengan computer didepan mereka dan berkali-kali menghubungi menejer outlet indomaret tersebut. “Kami masih belum gitu ngerti sama western union ini kak, pun baru-nya ini jadi masih oon kami,, sabar menunggu kan kak?”, Tanya salah satu dari mereka dan saya pun menjawab, “sabarlah, akupun penasaran sama western union ini”.

Sekitar 30 menit menunggu (huff cukup lama memang), merekapun berhasil menyelesaikan tugasnya, dan salah satunya mengatakan, “kak, pake’ materai 6000 ya”.”Apa lagi tu pake materai, kok mesti keluar duet lagi aku”, kesalku. “ memang pake lho kak, tengoklah ini ada kolom materai di formulirnya, harga materainya Rp 7000 ya kak”, katanya menjelaskan.

Dan selesailah tugas mereka dan mereka berpesan kepada saya, “lain kali kesini lagi ya kak kalo’ mau pake’ western union lagi biar kami belajar, soalnya aku pernah dapat pelanggan yang mau ambil uang dari anaknya yang TKI/TKW di luar negeri”. Kemudian saya langsung kembali kerumah. Analisa saya mengatakan, Western Union ini amat berguna dan mudah digunakan bagi para TKI yang ingin mengirim uang untuk keluarganya. Tapi tetap, bagi saya susah-susah gampang mengikuti proses ini di Indomaret. Kasian si Kasir yang kerepotan.

Selamat Malam

Auda Zaschkya

13256807701692286357

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Taman Balekambang, Bukti Cinta Orangtua …

Agoeng Widodo | | 30 September 2014 | 15:39

Gedung DPR Dijual …

Hendra Budiman | | 30 September 2014 | 11:55

Bahkan Macan Asia pun Butuh Demokrasi …

Yudhi Hertanto | | 30 September 2014 | 12:16

Langkah Kecil, Meninggalkan Jejak yang …

Ngesti Setyo Moerni | | 30 September 2014 | 15:07

Kamukah Pemenang Sun Life Syariah Blog …

Kompasiana | | 29 September 2014 | 09:44


TRENDING ARTICLES

Kumpulan Berbagai Reaksi Masyarakat …

Elvis Presley | 7 jam lalu

UU Pilkada, Ahok dan Paham Minoritas …

Edi Tempos | 10 jam lalu

People Power Menolak Penghapusan Pilihan …

Daniel Setiawan | 10 jam lalu

Hobi Berbahaya Anak Muda di Saudi …

Umm Mariam | 11 jam lalu

Inilah Cara SBY Membatalkan UU Pilkada …

Rullysyah | 12 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: