Artikel

Catatan

Ouda Saija

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Telunjuk membimbing mata kepada rembulan, seperti kata-kata membimbing jiwa pada kebenaran. Tetapi telunjuk bukanlah rembulan dan kata-kata bukanlah kebenaran. Hidup adalah menyusun aksara menjadi makna.

beragama tapi tak bertuhan


OPINI | 26 December 2011 | 14:28 Dibaca: 132   Komentar: 14   3 dari 4 Kompasianer menilai inspiratif

1324884422162707678

Gadis cilik bertawa gemericik

Pada tengkukku aku berkaca tentang makna integritas dari racau gadis cilik yang bertawa gemericik seperti parit di kebun tebu, tentang makna sunya, tentang makna kebenaran yang kadang terkorupsi oleh kata. Kata seorang guru Zen dulu, kebenaran dan kata-kata itu seperti telunjuk dan rembulan. Telunjuk membimbing mata kepada rembulan, seperti kata-kata membimbing jiwa pada kebenaran. Tetapi telunjuk bukanlah rembulan dan kata-kata bukanlah kebenaran.

Seringnya makna menjadi dewasa adalah sebuah kehilangan integritas, kehilangan keselarasan antara pikiran, perkataan, dan perbuatan. Anak-anaklah yang selalu selaras antara pikiran, perkataan dan perbuatannya. Orang dewasa, apalagi yang tertimbun godaan harta dan nikmat dunia akan semakin semrawut silang sengkarut dalil, dalih, dan teorinya untuk membentuk integritas semu yang seolah lurus dan selaras. Pada bualku aku katakan yang sederhana itu yang bijaksana.

Pada tengkukku aku berkaca dan melihat bahwa dadananku beragama, tapi polah tingkahku seringnya tak bertuhan. Di jalananpun sama, dandanan mereka beragama tapi polah tingkah mereka seringnya tak bertuhan. Beragama tetapi tak bertuhan seperti sudah menjadi norma sehingga itulah kenormalan.

Pada jiwa gadis cilik bertawa gemericik parit di kebun tebu, aku berguru tentang integritas, tentang selaras. Menuju integritas dan selaras adalah sebuah perjalanan menjadi waras walau belum tentu normal.

—————-

[catatan pembual in the making]

Sumber gambar: http://dulwichonview.org.uk/2011/03/18/kimono-the-beauty-and-spirit-of-japan/

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: