Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Abinoam

menjadi berkat bagi semua orang :)

Kisah cinta seorang wanita yang selalu tersakiti

OPINI | 23 December 2011 | 02:15 Dibaca: 15227   Komentar: 2   0

Gadis muda bernama Voni (nama samaran) ya, itulah panggilan ku… aku merasa hidupku tak seberuntung apa yang di rasakan oleh orang lain.. aku selalu di sakiti oleh pria, entah salah ku apa dan dimana aku tak tahu tapi kenapa harus aku yang mengalami ini semua,, aku merasa Tuhan tidak adil padaku, aku sebagai wanita  ingin di sayangi, aku ingin di perhatikan, tapi kenapa aku harus selalu di sakiti dan di khianati???

Pengalaman pertama ku yaitu waktu aku duduk di bangku kelas 1 SMK, dimana masa remaja mulai mempengaruhi diriku untuk meyukai seorang pria, awalnya aku tak tahu apa yang ku rasakan karena setiap kali ku melihatnya jantung ku selalu berdetak kencang, tapi salah satu temanku berkata kalau aku menyukai nya, atau mungkin bisa di bilang jatuh cinta,, Cinta? Ya cinta monyet J

Suatu ketika aku mulai dekat dengan dia dan hingga pada akhirnya dia menyatakan perasaannya pada ku,, jujur pengalaman pertama hatiku sangat berdebar kencang, sangat kencang dari yang sebelumnya tapi sekaligus senang hati berbunga-bunga.. Dimana pria itu menyatakan perasaannya padaku jatuh pada tanggal 08 August 2008,, jam 12 siang hari jumat ,ya 08-08-08 dimana angka ini melambangkan seperti rantai yang tak pernah putus, tapi apalah cinta ini hanya berakhir 2 bulan saja, dimana pada saat itu aku sedang merasakan cinta-cintanya pada dia, tapi apa boleh buat hubungan ku pada nya harus berakhir, aku tdk tahu apa salahku hingga dia berbuat seperti itu.. Tapi ya sudahlah itu sudah keputusannya…… Saat itu aku hanya bisa bersedih dan menangis..!! Mulai saat itu aku tidak berani dekat dengan yang nama nya pria karena aku gak mau pengalaman yang menyakitkan itu terulang lagi padaku..

Hingga beberapa bulan kemudian ada seorang pria mendekati ku, pria ini cukup dewasa karena dia sudah mempunya penghasilan sendiri,, dia mulai mendekati ku, tapi aku tidak mau member harapan atau aku meresponnya, karena aku tidak mau di sakiti lagi.! Setahunpun silam dia masih saja mendekatiku, walaupun aku sudah mencuekinya, tapi masih saja dia terus mendekatiku, hingga suatu saat dia menyatakan perasaannya padaku, dan di saat itu juga aku menolaknya dengan nada kasar dan mentah-mentah, tapi apa yang dia katakana padaku? “Aku akan menunggumu, walaupun keadaan seperti apapun” aku pikir itu hanya rayuan gombal saja, tapi ternyata aku salah,, lebih dari 2 atau 3 kali dia menyatakan perasaan nya padaku tapi terus saja ku tolak, hingga suatu saat entah keberapa kali pria ini menyatakan perasaan nya pada ku akhirnya luluh juga, ya aku mulai luluh, luluh karena kasihan karena selama ini ku tolak cintanya, tapi di saat itu sahabatku bilang “gak ada salahnya kalau di coba dulu, membri kesempatan pada orang gak  ada salahnya” aku pikir ada benarnya juga perkataan temanku itu.. Akhirnya aku cobalah untuk menerima dia, awalnya aku biasa-biasa saja denganya, tidak ada perasaan apapun terhadapnya tapi lama kelamaan aku mulai merasa nyaman sama dia hingga aku gak mau kehilangan dia, aku sayang sama dia dan begitupun sebaliknya. Setahun dia mendekati ku pada waktu aku duduk di bangku kelas 1 SMK, setahunpun berlalu hingga aku menduduki kelas 2 SMK, aku menilai pria ini sama dengan masalaluku tapi aku salah, dia lebih setia dan pengertian dari yang sebelumnya..

Di tahun ketiga tepatnya aku kelas 3 SMK aku mengalami sakit hingga aku harus di rawat selama beberapa hari. Dia menjenguku malah bukan hanya itu dia menemaniku semalaman untuk menjagaku,, di sini aku sangat senang karena di saat aku sedang sakit ada seorang yang ku sayang menemaniku, tapi entah kenapa papa tidak senang terhadapnya, melihat kejadian ini keadaan ku yang seharusnya membaik malah menjadi drop, di tambah aku melihat isi pesan di HP nya ada kata-2 dari mantan kekasihnya, aku sangat kecewa, marah dan sedih, kenapa di saat seperti ini dia melakukan hal yang tidak menyenangkan padaku… Mulai saat itu dan detik itu aku marah dg dia, aku usir dia dari kamar rumah sakit, meskipun dia menjelaskan padaku aku tetap tidak mau mempercayainya, bagiku dia sama saja dengan pria lainnya..

Satu minggu,, dua minggu aku baru memaafkannya, masalah satu sudah selesai, cuma masalah yang satunya saja belum terpecahkan yaitu kenapa papa tidak menyetujui hubungan ku? Padahal dia sangat baik terhadap ku dan keluargaku, hubungan ku sudah cukup lama dengan nya, sudah tiga tahun aku dekat dengan nya, aku pikir dia orang yang setia tapi kenapa papa tidak menyetujui ku.. demi papa aku coba menuruti keinginan nya, walaupun begitu tetap saja hati dan pikiran ku masih tertuju padanya, buatku gak gampang melupakan orang yang ku sayang, apalagi aku ini orang yg sulit untuk jatuh cinta, butuh waktu lama untuk ku mengenal orang tersebut..

Karena aku tidak bisa melupakannya aku menjalani hubungan backstreet padanya meskipun papa tidak tahu aku tetap saja membantah karena aku gak bisa kehilangan dia dan melupakan dia. Tapi sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga,, ya akhirnya papa mengetahui kalau aku balikan lagi sama dia, papa sangat marah pada ku tapi aku coba untuk terima ini semua dengan lapang dada. Mulai saat itu aku tidak lagi menjalani hubungan sama dia, meskipun rasa nya hati kecilku mengatakan lain, dan meskipun aku tidak bisa melupakannya aku harus tetap belajar demi menuruti kemauan papa…

Seminggu pun berlalu aku tanpa dia, sepertinya dia dengan mudah melupakan ku, ya.. aku lihat di facebooknya dia sedang dekat dengan wanita lain, meski hatiku sangat sakit karena aku masih mencintainya tapi aku berusaha untuk mencoba tetap tegar dan menerima semua ini dengan sabar.. Sebulan berlalu akhirnya dia jadian juga dengan wanita itu,, buatku tidak mudah melupakan cinta ini tapi kenapa dengan mudah nya dan dengan cepatnya dia mempunyai yang baru? Ku pikir dia cukup setia, tapi ternyata tidak.. Ya Tuhan,,, kenapa hidupku seperti ini… Kenapa orang yang ku sayang dengan cepatnya melupakan ku, setahun lebih aku baru bisa melupakan nya, memang tidak mudah untuk ku… Di pengalaman kedua ini aku berkomitmen untuk tidak mau kenal lagi dengan yang namanya pria karena buatku pria hanyalah seorang pengkhianat yang seenaknya menyakiti perasaan wanita, aku mulai menutup hati ku untuk semua pria hingga aku mendapatkan yg bner2 sayang dan terima aku apa adanya..

Singkat cerita beberapa lama aku bertemu dengan seorang pria, pria ini mulai mendekati ku hingga aku mulai belajar untuk membuka pintu hatiku,, tapi kenyataannya dia sama saja, tidak lebih dari seorang pengkhianat.. Dia telah membohongiku tapi untungnya kedekatan itu belum dekat sampai jauh lagi aku sudah tahu kalau ternyata dia sudah memiliki kekasih,, aku sakit hati banget, kenapa di saat aku mulai dekat dg pria, di saat aku mulai membuka hati ternyata dia seperti itu,,,?? Apa salahku hingga aku selalu di sakiti pria? Yang aku mau hanyalah di hargai, bukan di sakiti. Tuhan,,, kenapa harus aku???? Aku capek dengan ini semua, aku gak mau hidup seperti ini, kenapa pria2 dengan seenaknya memainkan perasaan ku? Aku tahu semua dia miliki, title, derajat, bahkan materi semua dia miliki, tapi apakah dia punya hati? Hidupku tiada hari tanpa bersedih, meskipun di luar aku terlihat ceria tapi sebenarnya itu hanyalah kebohongan, hatiku menangis..

Tapi walaupun begitu aku gak mau menyimpan dendam kemarahan sama dia, aku tetap mengasihi dia, walaupun hati ini masih terasa sakit tapi aku percaya Cuma kasih Yesus – lah yang dapat menyembuhkn luka ini, yang dapat ku lakukan hanya lah berdoa dan berdoa untuk orang yang sudah menyakiti ku karena pembalasan hanyalah milik Tuhan, aku percaya Tuhan itu setia dan adil, dan aku juga percaya mungkin belum saat nya Tuhan ngzinin aku buat dket sama cowok J tapi aku percaya janji Tuhan tuh Ia dan Amin, Tuhan akan menggenapi janji Nya hingga saatnya nanti tiba aku mendapatkan yg terbaik :D

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mau Ribut di Jerman? Sudah Ijin Tetangga …

Gaganawati | | 24 October 2014 | 13:44

Pesan Peristiwa Gembira 20 Oktober untuk …

Felix | | 24 October 2014 | 13:22

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Pelayanan Sertifikasi Lebih Optimal Produk …

Nyayu Fatimah Zahro... | | 24 October 2014 | 07:31

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Pak Jokowi, Kemana Pak Dahlan Iskan? …

Reo | 8 jam lalu

Akankah Jokowi Korupsi? Ini Tanggapan Dari …

Rizqi Akbarsyah | 14 jam lalu

Jokowi Berani Ungkap Suap BCA ke Hadi …

Amarul Pradana | 15 jam lalu

Gerindra dapat Posisi Menteri Kabinet Jokowi …

Axtea 99 | 16 jam lalu

Nurul Dibully? …

Dean Ridone | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 8 jam lalu

Pengumuman Kabinet, di Istana Atau Dimana? …

Erwin Alwazir | 9 jam lalu

Dilan dan Milea: Kisah Manis ABG ala Tahun …

Nurussakinah | 9 jam lalu

Nora Samosir, Bintang Indonesia Bersinar di …

Adi Supriadi | 9 jam lalu

Preman …

Bhre | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: