Artikel

Catatan

Rahmi Supangab

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Ex-Staf pengajar di salah satu Madrasah Aliyah (MA) terbesar di Indonesia. Berusaha berdakwah bagi kemaslahatan umat, beriman dan bertaqwa.

Kenapa Dakwahku Selalu Dihapus Sama Admin Kompasiana?


OPINI | 24 November 2011 | 15:35 Dibaca: 305   Komentar: 175   Nihil

Saya heran, banyak dari tulisan-tulisan saya yang secara sepihak dihapus oleh Admin Kompasiana. Padahal tulisan-tulisan saya itu murni adalah dakwah. Adalah wajar kalau ada pihak-pihak yang tidak sesuai dengan dakwah saya, atau penafsiran saya akan Al Quran dan Hadits karena memang pada kenyataannya setiap orang berbeda kadar otak dan imannya. Masak hanya karena aliran Suni yang keberatan dan versi tafsir Syiah, maka lantas Admin seenaknya saja mendelete tulisan saya? Gak adil dong, bagaimana perasaan umat Syiah yang merasa hak dakwahnya telah dirampas oleh Admin?

Beberapa tulisan saya dihapus karena dianggap sebagai tulisan “copy-paste”. Lha, pastilah tulisan copy paste, karena saya mengcopy nya dari hadits dan/atau Al Quran. Lha logikanya kalo saya tidak copy-paste, maka artinya saya itu mengada-ada, saya membuat tafsir versi saya sendiri. Artinya saya tidak mengakui Hadits atau Al Quran seperti yang ditafsirkan oleh orang yang lebih mengetahui dari saya. Pasti dong saya harus copy-paste dari hadits Bukhari misalnya, atau Hadits Muslim, atau hadits apalah namanya. Apa Admin mau bertanggung jawab dunia akhirat kalau nanti saya membuat tafsir versi saya sendiri? Apa Admin mau tanggung jawab kalau ada kawan dari Kompasiana yang menuduh saya sebagai tukang pelintir Hadits atau  Al Quran? Ketahuilah Admin, saya itu copy-paste dari tafsir yang sesuai menurut keimanan kami. Janganlah dzolimi kami dengan kekuasaan anda dengan semena-mena.

Saran saya kepada Admin, hargailah kejujuran saya. Dalam tulisan saya, saya selalu menyebut sumber hadits nya dan saya selalu jujur tentang versi tafsir siapa yang saya pakai, jadi istilah copy-paste itu tidak tepat jika ditujukan kepada saya. Jerih payah saya berjam-jam hilang percuma, hanya dalam sedetik. Tidakkah ada sedikit rasa iba di hati Admin terhadap jerih payah saya?

Semoga bisa menjadi pelajaran bagi Admin Kompasiana.

Wassalam,

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: