
Di rumah, saya dipanggil Dar. Di sekolah, saya dipanggil Dor. Di kampus, ada yang memanggil saya Day. Di Kompasiana, teman-teman memanggil saya Isjet (alias Iskandarjet, artinya Iskandar Z, kepanjangannya Iskandar Zulkarnaen). Temukan iskandarjet di About.me, Slideshare.net, Twitter, Facebook dan LinkedIn!
Dibaca: 140
Komentar: 38
3 dari 6 Kompasianer menilai inspiratif
Hari ini, kalender dunia menunjuk ke angka satu: 11-11-11 alias 11 November 2011. Mungkin tanggal ini tidak memiliki arti istimewa untuk bangsa Indonesia. Tidak ada perayaan khusus di tanggal 11 November. Di Wikipedia, hari ini hanya tercatat sebagai hari ulang tahun Akademi Militer.
Pemilihan tanggal tersebut sebagai hari pembukaan pesta olahraga Sea Games 2011 boleh jadi hanya didasari pada angka cantik. Penetapannya tidak lebih dari aksi para pasangan muda yang menggandrungi angka seragam sebagai hari pernikahan mereka. 10-10-10, 09-09-09, 08-08-08, dan seterusnya. Maka tidak mengherankan jika hari ini ada 10 ribu pasang manusia yang melangsungkan pernikahan di Jakarta. Tidak terhitung berapa pasang kepala di dunia yang sedang melangsungkan akad nikah di hari bertanggal istimewa ini.
Untuk itu, demi melihat banyaknya angka satu di hari ini, gimana kalau kita canangkan saja tanggal 11 November sebagai hari keSATUan Indonesia. Semangatnya mirip seperti Sumpah Pemuda, tapi sumpahnya gak perlu banyak-banyak. Cukup kita ikrarkan:
“INDONESIA SATU SELAMANYA!”
Gak ada lagi ceritanya perseteruan karena beda sekolah, karena beda gang, karena beda suku, karena beda agama, karena beda sipil-militer, karena beda rakyat-polisi, atau karena apapun alasan perbedaan yang ada. Gak ada lagi cerita darah tumpah dalam pertikaian maupun peperangan antar-penduduk. Apalagi perang antara sipil-militer dan rakyat-polisi.
Semangat kita adalah Indonesia itu satu. Gak boleh berpencar apalagi tercerai-berai. Gak boleh ada negara dalam negara. Gak boleh ada provinsi yang menguasai provinsi lain. Gak boleh ada suku yang merasa paling hebat dari suku lain.
Dan tujuan dari semangat kesatuan ini adalah, Indonesia gak lagi punya cerita ‘berpisahnya Timor Timur dari Tanah Air’. Atau berita ‘Papua cari dukungan dunia untuk merdeka’. NKRI itu harga mati, yang harus diperjuangkan sampai mati. Ini bukan soal hak satu golongan, tapi soal masa depan sebuah bangsa yang disatukan oleh satu kesatuan Nusantara.
Kalau teman-teman setuju dengan semangat ini, mari kita pekikkan kata:
“INDONESIA SATU SELAMANYA!”
#merdeka
JET