Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Di Ujung Negeri

HL | 09 November 2011 | 16:45 Dibaca: 775   Komentar: 34   5

132080763720844975

perjalanan menuju Ds. Long Alango Kec. Bahau Hulu

Saat paling mengesankan adalah pengalaman saya ketika menikmati perjalanan menuju desa Long Alango Kec. Bahau Hulu Kabupaten Malinau. Perjalanan melalui jalur sungai dengan mengendarai loang boat dan memakan waktu kurang lebih dua hingga hari. Sungguh berat memang, badan capek, lelah, semuanya berkumpul menjadi satu. Akan tetapi dibalik itu semua, saya mendapatkan sedikit obat di perjalanan saya. Menikmati panorama alam yang masih benar-benar alami dan mengarungi derasnya arus sungai yang sangat extreme.

Dimulai dari Kec. Tanjung Selor berangkat pukul enam pagi, urutan pertama kali kita akan melewati Kec. Long Beluah atau banyak orang menyebut Bayangkara setelah itu kita akan menjumpai Kec. Long Peso.Dari Long Peso saya bersama teman-teman istirahat sebentar untuk makan siang karena jam sudah menunjukkan pukul satu siang. Setelah selesei makan kita melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai menjelang maghrib. Setelah malam tiba perjalanan belum sampai tempat tujuan. Kita masih di tengah-tengah derasnya arus sungai. Akhirnya sang juru mudi atau Motoris ( sebutan orang pedalaman suku dayak kepada sopir loang boat ) menyimpulkan untuk berhenti melanjutkan perjalanan. Kita tidak tidur di tepi sungai melainkan singgah di perusahaan-perusahaan kayu yang beroprasi di tepian sungai Bahau tersebut.

13208087462092546687

bebatuan dipinggir sungai

1320808968928051400

tempat perusahaan kayu

Keesokan harinya, pagi-pagi buta kita bangun tidur dan bersiap melanjutkan perjalanan. Ketika melewati giram ( pusaran air ) maka siap-siaplah untuk basah kuyup. Karena dinding loang boat tidak mampu menangkis besarnya hantaman arus. Batu-batu besar tersebar dipanjang tepian sungai. Membuat sebuah dinding sungai yang sangat elok untuk dipandang mata. Sempat waktu itu loang boat yang saya tumpangi tidak mampu menembus kuatnya arus. Hingga terpaksa sang motoris menyuruh kita untuk jalan kaki lewat bebatuan di tepian sungai agar beban dalam loang boat bisa terkurangi. Baiklah kita turun, agar perjalanan kita selamat sampai tujuan. Perlu kita ketahui bersama bahwa banyak cerita dari penduduk setempat, tidak sedikit loang boat bermuatan penumpang ataupun barang yang jungkir balik tidak mampu menembus kuatnya arus. Bahkan ada juga yang mati karena kepalanya menghatam kebongkahan batu . Wow, hati saya kaget mendengar semua itu. Malah bertambah rasa ngeri yang ada dalam pikiran saya.

Sekitar pukul dua sore kita sampai di Pujungan. Jarak Antara Pujungan dengan Long Alango masih setengah hari perjalanan. Katanya sang motoris, giram antara Long Peso sampai Pujungan ini belum seberapa bila disbanding dengan giram antara Pujungan – Long Alango. Haduh, bertambah pula rasa dag dig dug jantung saya. Istirahat sebentar, makan siang dan tanpa berlama-lama kita langsung bergegas berangkat melanjutkan perjalan karena untuk mengejar waktu.

13208095421570288233

giram sungai bahau

132080961784786254

tanaman padi gunung / padi adan

1320809701649303392

Dermaga Ds. Long Alango yang khas dengan lukisan suku dayak

Alhamdulillah tepat waktu Maghrib saya sampai di Kec. Bahau Hulu Desa Long Alango. Dengan basah kuyup badan lelah kita menurunkan beberapa bekal kita untuk singgah di beberapa hari di Long Alango. Saya hitung antara Pujungan sampai Long Alango kurang lebih kita melewati giram sebanyak 8 kali. Memang benar-benar ini sebuah petualangan yang tak akan terlupakan dalam hidup saya.

Sesampainya di Long Alango saya menginap di tempat Bapak Kepala Desa. Orangnya baik dan ramah menyambut kita. Keesokan harinya saya coba belanja ke warung dan bertanya beberapa harga bahan makan disana. Wow kaget saya ketika mendengar harga-harga bahan makan disana bisa naik 2 atau 3 kali lipat dari harga normal. Pantas saja harga 9 bahan pokok begitu menggila, karena perjalananya juga sangat jauh dan menempuhnya tidaklah mudah.

Daftar harga kebutuhan pokok :

  • Beras Rp. 15.000,- s/d Rp. 20.000,-

  • Minyak goreng Rp. 60.000,- s/d Rp. 80.000,- /liter

  • Sabun mandi Rp. 7.500,- s/d Rp. 12.000,-
  • Garam dapur 250 gr, Rp. 5000,-
  • Bawang merah dan bawang putih kisaran Rp. 35.000,-
  • Rokok Rp. 15.000,- s/d Rp. 20.000,- ( tergantung merk )

Ketika di Long Alango ada beberapa hasil kerajinan tangan dan karya seni dari penduduk setempat yang saya dapati.

  • Saung /seraong / topi untuk keladang

  • Tas / manik-manik

  • Gendongan bayi di hias manik-manik dan taring. Cerita dari warga setempat, barang sejenis ini yang asli sebenarnya taring yang terpasang terbuat dari taring harimau. Namun yang memilikinya hanya satu dua orang saja. Bahan gendongan tersebut diwariskan secara turun temurun.
  • Lukisan asli suku dayak yang tergambar didinding pada balai adat.
13208091861879184354

saung

13208092771230130274

gendongan bayi

13208100441864299395

lukisan asli suku Dayak yang ada pada balai adat

Dengan begini kita semua tahu, bahwa didalam hutan belantara di bumi Kalimantan masih tersimpan kehidupan dan cerita tersendiri dari saudara kita yang tinggal jauh dari kemewahan kota. Fasilitas kesehatan yang terbatas, sarana pendidikan yang terbatas, sarana transportasi yang susah untuk ditempuh. Ada yang lebih pilu lagi, bahkan orang sekaratpun harus menunggu tiga sampai satu minggu untuk berobat kerumah sakit yang lebih menunjang fasilitasnya karena menunggu datangnya pesawat seperti MAF dan Susi Air. Sejuta pertanyaan terlintas dibenak saya, Dimana hasil bumi Kalimantan yang kaya raya, sedangkan penduduknya harus tetap miskin dan bodoh ?.

1320809955264972575

anak sekolah yang masih memakai sandal

Salam

Riawan Djack


 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pengalaman Masa Kecil Membuat Ahok Jadi …

Hendra Wardhana | | 23 November 2014 | 22:44

Pungutan di Sekolah: Komite Sekolah Punya …

Herlina Butar-butar | | 23 November 2014 | 22:08

Masyarakat Kampung Ini Belum Mengenal KIS, …

Muhammad | | 23 November 2014 | 22:43

Penerbitan Sertifikat Keahlian Pelaut (COP) …

Daniel Ferdinand | | 24 November 2014 | 06:23

Olahraga-olahraga Udara yang Bikin Ketagihan …

Dhika Rizkia | | 11 November 2014 | 13:41


TRENDING ARTICLES

Putra Presiden Konsumsi Babi …

Muhammad Armand | 2 jam lalu

Musni Umar: Bunuh Diri Lengserkan Presiden …

Musni Umar | 7 jam lalu

Baru 24 Tahun, Sudah Dua Kali Juara Dunia! …

Jimmy Haryanto | 8 jam lalu

Momentum Pencabutan Subsidi BBM, Memicu Dua …

Dwi Hartanto | 9 jam lalu

Hebohnya yang Photo Bareng Pak Ahok di …

Fey Down | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Tarian Malinau yang Eksotis Memukau Ribuan …

Tjiptadinata Effend... | 7 jam lalu

Seminar Keanekaragaman Hayati dan Konservasi …

Zenilda Fernanda | 7 jam lalu

Tanggapan Negatif Terhadap Kaesang, Putera …

Opa Jappy | 8 jam lalu

Manakala Demo Usai, Tinggal Puing, dan …

Sugiyanto Hadi | 8 jam lalu

Yasonna: Pengaduan Masyarakat Langsung …

Yudhi Rahmanto | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: