Artikel

Catatan

Bread4friends Sharing

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Lintong - penulis buku best seller motivasi bread for friends menyajikan nilai-nilai kehidupan positif yang diangkat dari fenomena sehari-hari.

Hakikat Memberi


OPINI | 28 October 2011 | 11:28 Dibaca: 91   Komentar: 0   Nihil

Hakikat MEMBERI
Oleh : Lintong Simaremare | FB : Bread for Friends
Pada hari pertama pelatihan para calon pemimpin di sebuah komunitas, penyelia meminta para peserta membawa ‘bekal’ sendiri dari rumahnya masing-masing untuk digunakan sebagai makanan santap siang di saat pelatihan. Dengan semangat bangun subuh maka para peserta menyiapkan bekalnya sedemikian rupa terutama dengan gizi yang cukup dan rasa yang layak dan membawanya dengan senang hati ke tempat pelatihan.
Saat istirahat makan siang, layaknya seperta pelatihan para tentara, peserta pelatihan kepemimpinan itupun diminta berbaris sambil memegang bekal masing-masing lalu doa untuk makan siangpun dilakukan. Setelah doa selesai diucapkan, penyelia meminta seluruh peserta bertukar bekal dan memastikan tidak ada satupun diantara peserta yang akan menyantap bekal yang dibawanya sendiri.
Selanjutnya…, (Para sahabat bisa menduga apa yang terjadi di saat makan siang itu berlangsung.)
Terlepas dari apa yang para sahabat bayangkan, mari kita lihat beberapa hal dalam kasus sederhana ini:
1. Ada peserta yang tidak bisa menerima mengapa makanan enak yang telah dipersiapkan bagi dirinya sendiri harus diserahkan ke orang lain tanpa pemberitahuan lebih dulu dari penyelia.
2. Beberapa perserta dengan terpaksa melaksanakan instruksi penyelia dengan rasa dongkol dan marah terselubung.
3. Beberapa peserta ingin belajar lebih jauh tentang maksud dari tindakan yang dengan rela atau terpaksa harus mereka laksanakan dan belum menemukan maknanya.
4. Beberapa diantara mereka menganggap mendapat keuntungan dengan pertukaran makanan itu sebab mendapatkan yang lebih enak dari yang mereka bawa sendiri.
5. Beberapa peserta menganggap itu sebauh permainan yang layak dinikmati.
Intinya banyak diantara mereka yang menyesali, namun banyak yang merasa bersyukur atas pelajaran penting ini.
Demikian juga untuk hari kedua, mereka masih diminta penyelia untuk membawa makanan dari rumahnya masing-masing.
Seperti hari pertama, pada hari kedua, penyelia meminta peserta duduk berbaris untuk persiapan makan siang dan siap dengan bekal yang mereka bawa. Namun sebelumnya penyelia meminta agar peserta memilih pasangannya masing-masing untuk duduk berhadap-hadapan dan setiap bekal berada di hadapan mereka.
Lalu penyelia memimpin doa makan siang dan kemudian meminta agar seluruh peserta tidak menukarkan makanannya namun menikmati makanan yang mereka bawa masing-masing. Setiap pasangan diijinkan untuk saling berbagi dengan pasangan di hadapannya.
Sambil para peserta menikmati makan siangnya, penyelia mengamati kualitas makan siang hari kedua yang lebih buruk dari makan siang hari pertama. Menu-menu yang tidak lengkap serta lauk yang seadanya. Ternyata hanya sedikit diantara mereka yang meningkatkan kualitas makanan dari hari pertama dan mayoritas menyiapkan makanan itu seadanya. Sangat jarang pula yang kedua orang (sepasang) yang berhadapan memiliki makanan yang relatif sama kualitasnya.
Apa yang dapat kita pelajari dari ujian kepemimpinan ini?
1. Banyak orang hanya mengupayakan hal terbaik jika hasilnya untuk diri sendiri dan mengupayakan hal yang biasa saja jika dia tahu hal itu untuk diberikannya kepada orang lain.
2. Banyak orang yang mengkaitkan urusan memberi dan menerima adalah masalah untung dan rugi.
Quote:
“Sedikit orang yang memahami bahwa memberi yang terbaik adalah menyelaraskan diri dengan cara kerja alam yang selalu memberi yang terbaik bagi kehidupan.”
“Orang yang memberi hal terbaik adalah orang yang memahami hakikat manusia yang saling terhubung.”
“Orang yang terbiasa memberi, tidak akan ketakutan dalam melepaskan. Memberi adalah latihan yang berarti di saat kita harus siap untuk kehilangan nyawa kita sendiri.”
“Tindakan memberi yang terbaik adalah ‘mengalirkan yang terbaik’ dan menjaga pipa berkat berfungsi dengan baik”.
Semoga bermanfaat.
*Lintong Simaremare saat ini sebagai karyawan TELKOM Indonesia aktif sebagai penulis bebrapa buku inspirasi. Bukunya yang menjadi best seller (book of the year 2011 - versi GalangPress) adalah Bread for Friends telah tampil dan direkomendasikan KickAndyShow.
Celotehannya dapat dibaca di:
FB : Bread for Friends
Personal Webblog : www.bread4friends.wordpress.com
Mediablog : www.kompasiana.com/bread4friends
videolink channel : www.youtube.com/user/lintongsimaremare
Note: Artikel ini bebas dishare tanpa ijin dari penulis.
 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: