Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Heri Susanto

_an ordinary person who has an extra ordinary dreams_ ^_^

Belajar untuk Beruntung

OPINI | 14 October 2011 | 21:51 Dibaca: 179   Komentar: 0   1

Sebuah kalimat mencuat dari seorang teman saat selesai mengikuti simulasi tes bahasa jepang. Sebagai pemula, tipe soal yang ada ternyata lumayan sulit buat kami sehingga kami harus memutar otak untuk mencari solusi dan cara terbaik belajar bahasa negeri matahari itu. Diakhir cerita, salah seorang teman baru berkata “ok, kita belajar untuk beruntung”. Sekilas celotehan itu terasa seperti sebuah ekspresi kekalahan, menyerah, dan pasrah. Tapi setelah saya perhatikan gelagatnya, ternyata orang tersebut sama sekali tidak menunjukan ekspresi kekalahan. Justru semangat membara yang membakar. Ia tampak lebih bersemangat menghadapi ujian. Dua hal yang sangat kontras menurut saya, yang menjadikan saya akhirnya berfikir dua kali. Sejenak kemudian saya jadi teringat dua buah pepatah bijak yang mengatakan bahwa “kesuksesan kita adalah hasil dari 99% usaha dan 1% izin dari Tuhan” dan “Orang pintar kalah dengan orang cerdas. Orang cerdas kalah dengan orang beruntung”. Jika dibaca sekilas, kita akan memiliki persepsi yang sama dari makna pepatah ini, yakni segala sesuatunya adalah Tuhan yang mengatur jadi sepintar dan secerdas apapun orang akan selalu kalah dengan orang beruntung atas izin Tuhan. Kemudian saya kembalikan teringat dengan firman Allah dalam alquran (pedoman hidup) yang dikatakan secara lugas dalam surat QS. Ar-Ra’du (13):11 ” Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum jika bukan kaum itu sendiri yang merubahnya”. Dalam surat ini jelas bahwa Allah pasti merestui setiap jerih payah dan kerja keras kita jika kita mau berusaha. Jadi jelaslah bahwa keberuntungan(kesuksesan) ternyata bukan semata-mata sebuah takdir yang datang dari Tuhan. Keberuntungan merupakan hasil jerih payah, usaha dan kerja keras kita. Sehingga pantaslah buat kita untuk selalu bekerja keras dan berhati-hati dengan orang sukses yang berkata “Saya hanya beruntung”, karena bisa jadi dibalik itu semua ada kerja keras dan doa yang tak henti-hentinya pada Tuhan. Dan yang perlu diingat jika ternyata kita gagal maka percayalah bahwa Tuhan telah menyiapkan keberuntungan lain yang lebih indah, karena keberuntungan merupakan suatu jalan yang dipilihkan Tuhan untuk kita. Tidak heran sering kali kita juga melihat orang yang usahanya kurang dari kita tapi ternyata lebih beruntung. Jadi mari tetap berusaha keras, berdoa dan bersyukur atas nikmat Allah. Semoga kita termasuk dalam golongan yang ahli bersyukur dan bukan termasuk dalam golongan orang-orang yang kufur nikmat. Nauzubillahi min dhaliq….

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[PENTING] Panduan ke Kompasianival 2014, …

Kompasiana | | 18 November 2014 | 15:19

OS Tizen, Anak Kandung Samsung yang Kian …

Giri Lumakto | | 21 November 2014 | 23:54

Aku dan Kompasianival 2014 …

Seneng Utami | | 22 November 2014 | 02:18

Obama Juara 3 Dunia Berkicau di Jaring …

Abanggeutanyo | | 22 November 2014 | 02:59

Seru! Beraksi bareng Komunitas di …

Kompasiana | | 19 November 2014 | 16:28


TRENDING ARTICLES

Duuuuuh, Jawaban Menteri ini… …

Azis Nizar | 11 jam lalu

Zulkifli Syukur, Siapanya Riedl? …

Fajar Nuryanto | 12 jam lalu

Memotret Wajah Jakarta dengan Lensa Bening …

Tjiptadinata Effend... | 12 jam lalu

Ckck.. Angel Lelga Jadi Wasekjen PPP …

Muslihudin El Hasan... | 16 jam lalu

Tak Berduit, Pemain Bola Indonesia Didepak …

Arief Firhanusa | 21 jam lalu


HIGHLIGHT

Pemeran Film Dokumenter Act of Killing Haram …

Handy Fernandy | 9 jam lalu

Asyiknya Wisata di TRMS Serulingmas …

Banyumas Maya | 11 jam lalu

Ajang Kompasianival Melengkapi Pertemanan …

Thamrin Dahlan | 11 jam lalu

Generasi Sandwich …

Sitti Fathimah Herd... | 11 jam lalu

Eh, Susi Nongol Lagi! …

Mbah Mupeang | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: