Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Thamrin Dahlan

Sharing, connecting on rainbow. Pena Sehat Pena Saran Pena Kawan

Tempat-tempat Mustajab untuk Berdoa di Tanah Suci

REP | 05 October 2011 | 01:09 Dibaca: 3481   Komentar: 14   5

Sesungguhnya di tanah suci Makkah dan Madinah terdapat 3 tempat dimana doa doa yang di yakini umat dapat dikabulkan Allah SWT . Ketiga tempat itu adalah :

  1. Multazam
  2. Raudhah
  3. Padang Arafah

Multazam

Multazam adalah tempat berdoa mustajab yang terletak di antara Hazar Aswad dan Pintu Ka’bah. Lokasi di areal Masdjidil Haram ini selalu padat dan penuh di tempati jamaah haji dari seluruh pelosok dunia. Ketika waktu sholat areal ini menjadi rebutan jamaah, sedangkan di waktu tawaf jamaah berhenti sebentar sambil berdiri jamaah agak berlama lama memanjatkan doa.

Raudhah

Raudhah terletak di Masjid Nabawi Madinah. Raudah adalah suatu bagian terdepan masdjid yang terletak antara Mihrab dengan Maqam Rasulullah. Raudhaah adalah sepotong taman syurga yang terletak di muka bumi, jamaah berdesak desak berupaya keras agar bisa masuk kekawasan ini guna mendirikan shalat dan berdoa . Alhamdulillah beberapa tahun terakhir ini Masdjid Nabawi buka 24 jam sehingga jamaah bisa lebih leluasa masuk ke areal mustajab itu. Untuk jamaah wanita di tentukan jadual tertentu agar tidak tercampur dengan jamaah lelaki.

Padang Arafah

Berdoa di Padang Arafah diyakini mustajab khususnya di tanggal 9 Dzulhijah antar waktu zhuhur sampai terbenam matahari. Tinggal Arafah ádalah rukun dalam Ibadah Hají, sehingga seseorang dikatakan telah menunaikan Hají apabila hadir sejenak saja di tempat penuh berkah itu pada tanggal 9 Dzulhijah. Berpakaian Ihram dalam suasana ritual gladi resik seperti Padang Ma’syar, jamaah hají beribadah diwaktu yang Sangay singkat yang hanya terjadi setahun sekali..

Doa yang di ijabah

Tahun 2003 berhaji yang ketiga kali. Kali ini tidak sendirian lagi seperti 2 kali ke tanah suci, namun beserta istri. Bila sebelumnya berhaji abidin atau atas biaya dinas dalam arti bertugas, tahun 2003 berhaji sebagai full jamaah. Sebagai wujud rasa terima kasih kepada Polri, saya mendaftar ke Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Mabes Polri. Kepada teman teman di Bintal Polri, kali ini saya mohon jangan dibebankan menjadi Kepala Rombongan atau Kepala Regu, saya ingin konsentrasi ibadah sebagai jamaah biasa.

Keberangkatan haji beserta Istri, adalah atas anugerah Allah SWT yang telah mengabulkan salah satu doa yang di lantunkan di depan ka’bah pada tahun 1998. Sebenarnya doa itu bukanlah doa sendiri, tetapi doa seorang jamaah lain. Ketika sedang iktikaf di depan Ka’bah sambil menunggu waktu Shalat, tiba tiba di depanku berteriak seorang jamaah dengan keras.

Jamaah yang masih mengenakan pakaian ihram itu berdoa ; ya Allah Ya Rabbi, aku bermohon kepadamu dengan sangat dan amat agar aku bisa datang lagi ke rumah MU beserta istriku pada tahun 2003, Ya Allah kabulkanlah permohonaku ini, amin.

Saya tersentak kaget mendengar doa yang di baca sambil berdiri dan suara bergetar itu, serta merta saya meng aminkan doa saudara jamaah itu, amin ya rabbal alamin. Ajaib, saya baru sadar bahwa doa itu makzul setelah beserta istri tawaf mengelilingi kabah, doa yang di ijabah, Alhamdulillah.

­­­

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Baduy, Eksotisme Peradaban Ke XV yang Masih …

Ulul Rosyad | | 20 December 2014 | 23:21

Batita Bisa Belajar Bahasa Asing, …

Giri Lumakto | | 21 December 2014 | 00:34

Penulis Kok Dekil, Sih? …

Benny Rhamdani | | 20 December 2014 | 13:51

Bikin Pasar Apung di Pesing, Kenapa Tidak? …

Rahab Ganendra 2 | | 20 December 2014 | 20:04

Real Madrid Lengkapi Koleksi Gelar 2014 …

Choirul Huda | | 21 December 2014 | 04:22


TRENDING ARTICLES

Konyol, @estiningsihdwi Bantah Sanggahannya …

Gatot Swandito | 20 jam lalu

Jangan Nodai Sukacita Natal Kami dengan …

Sahroha Lumbanraja | 22 jam lalu

Presiden Jokowi-Wapres JK Atasi Korban …

Musni Umar | 23 jam lalu

Dihina “Kampret”, Pilot Garuda …

Felix | 23 jam lalu

Salahkah Menteri Rini Menjual Gedung BUMN? …

Daniel Setiawan | 20 December 2014 07:59


Subscribe and Follow Kompasiana: