Sering saya mendapat koreksian dari teman-teman Kompasianer lewat pesan inbox, pesan seperti ini saya anggap sebagai wujud dari perhatian dan rasa hormat sesama kompasianer, terlihat sepele tapi mempunyai arti serta manfaat yang sangat besar. Saya memang agak lemah dalam hal etika penulisan dan dalam penggunaan tata bahasa yang baik dalam penulisan, dengan adanya koreksi teman-teman tersebut, sedikit demi sedikit mulai saya pahami.
Inilah salah satu manfaat dari menulis dalam blog ramai-ramai seperti di Kompasiana ini. Padahal saya sendiri kadang kala tidak melakukan koreksi seperti itu, kadang saya lakukan di kolom komentar, itu apa yang saya lakukan tersebut bukanlah contoh yang baik dalam mengkoreksi tulisan teman, apa yang saya lakukan tersebut bisa saja malah mempermalukan teman didepan teman yang lainnya…maafkan saya teman.
Banyak hal yang sepele tapi kalau diperhatikan dengan baik, maka tidak menjadi hal yang tidak tersepelekan, malah memberikan manfaat yang baik bagi kita sesama. Tapi ketika hal yang penting kita perhatikan malah kita anggap sepele, malah akan mendatangkan kerugian baik bagi kita sendiri maupun orang lain.
Mengkoreksi tulisan teman lewat pesan inbox menurut saya adalah cara yang sangat bijaksana, dan akan memberikan kesan yang mendalam bagi teman yang dikoreksi tulisannya, itulah salah satu bentuk perhatian dari seorang teman pada kita, dia ingin apa yang kita lakukan mendatangkan kebaikan bagi kita dan memberi manfaat bagi orang lain.
Jadi alangkah baiknya jika ada kata-kata yang salah dan kurang berkenan saat kita lihat sebuah tulisan teman Kompasianer, kita sampaikan koreksi lewat pesan inbox, karena dengan cara ini akan lebih baik juga apresiatif dibandingkan jika mengkoreksi di kolom komentar. Semoga saja tulisan ini ada manfaatnya.
Salam Kompasiana
Banyak yang mendefinisikan pengertian penulis dalam arti yang berbeda-beda. Ada ...
Beberapa rekan saya di Kompasiana ini adalah para penulis fiksi ...
Jika Kahlil Gibran membuat ungkapan : “Cinta seperti burung dara, ...