Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Nawawi

Mahasiswa Undip

MIMPI ATAU OBSESI YA KIRA-KIRA

REP | 09 September 2011 | 15:27 Dibaca: 125   Komentar: 0   0

Kemungkinan itu selalu ada dan jangan pernah lelah untuk menggapai mimpi-mimpi yang dulu kita miliki. Dulu semua orang bahkan Thomas alva Edison pun beranggapan bahwa tidak mungkin tercipta telpon tanpa menggunakan kabel atau nirkabel. Tetapi nyatanya sekarang telah tercipta sebuah handphone. Sahabat saya dulu pernah becerita tentang kawanya yang ber angan-angan ingin membanggakan kedua orang tuanya dia mengikuti apa yang orang tuanya inginkan untuk bersekolah di salah satu perguruan tinggi di Jogjakarta.

Tetapi bagaimanapun keinginanya jika itu didasari karena keterpaksaan atas dasar menyenangkan orang tua dan mimpi itu hanya menjadi obsesi dan akhirnya dia gagal karena keterpaksaanya. Namun yang hebat dari dia adalah di dalam hatinya masih tersimpan mimpi untuk membanggakan kedua orang tuanya. Dan mimpi itu bagaikan mesin atau sugesti yang selalu menggerakanya untuk melakukan itu, melakukan sesuatu keinginanya terlepas dari bantuan atau support orang lain. Dia lalu mengikuti kursus bahasa arab dan bahasa inggris di sebuah bimbel yang juga menawarkan program beasiswa bagi muridnya yang berprestasi.

Hanya bermodal mimpi dan keinginan yang kuat akhirnya ia bangkit dan berlari pada jalurnya dia terus berlari dan semakin cepat larinya karena tenaganya didasari mimpi dan keinginan bukan sekedar obsesi. Dalam kurun waktu satu tahun akhirnya dia mendapat kabar gembira dari mimpi dan keinginanya ia mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliah di yaman. Kabar itu lalu ia simpan baik-baik dan menunggu waktu yang tepat untuk menyampaikan pada kedua orang tua nya.
Ketika ia pulang sehabis bermain ia lalu mandi dan tidak seperti biasanya ia menyempatkan diri untuk duduk bersama makan malam bersama keluarganya dengan harapan dia dapat menyampaikan kabar bahagia itu pada momen tersebut. Dengan kekuatan mimpinya ia pun akhirnya menyampaikan suatu kabar yang membuat kedua orang tuanya bangga dengan hasil ini. Dengan cerita ini saya ingin menyampaikan jangan pernah takut untuk bermimpi karena jika mimpi kita simpan di tempat yang baik untuk meletakanya di suatu tempat yang baik pula mimpi itupun akan terlihat indah. Selain itu kekuatan mimpi di barengi keinginan pasti akan terwujud tinggal di tunggu saja waktunya, jika kita belum bisa untuk mewujudkan mimpi kita berarti di dalam mimpi itu masih ada suatu yang buruk yaitu obsesi.

Yang kita harus wujudkan adalah mimpi yang nyata bukan obsesi, obsesi itu hanya ber angan ingin seperti dan tidak lebih karena bisa saja tidak di awali dengan ilmu untuk mewujudkanya. Tetapi mimpi luas bukan hanya sekedar ingin seperti tetapi ingin lebih dari itu dan terus lebih lagi karena mimpi itu hidup sedangkan obsesi itu hidup tetapi mati. Dan yang terpenting mimpi itu tidak pernah mengenal kata PUAS tetapi mimpi itu akrab dengan kata-kata KURANG tetapi ada kepuasan di balik kekuranganya itu yaitu rasa bersyukur di setiap mimpi yang telah di wujudkan. Tidak ada orang hebat tanpa belajar dan tidak ada mimpi indah tanpa mimpi buruk keterpurukan adalah pelajaran bagi kita yang di anggap mimpi buruk untuk mendapatkan keberhasilan yang kita anggap mimpi indah.

Sekarang banyak yang terluka oleh kondisi negara kita yang carut marut hancur lebur dan memalukan yang sungguh mengiris hati. Yang kita lakukan bukan mencaci atau mencela mereka yang berada di atas sana karena selain belum tentu di dengar mungkin kita tidak lebih baik dari mereka. Yang harus kita lakukan adalah bagaimana untuk menjadi seorang yang bisa duduk di sana dan memperbaiki segalanya dengan ilmu dan mimpi yang kita miliki.

Banyak dari kita yang terjebak dan secara tidak langsung memilih obsesi daripada mimpi, tanpa disadari itu adalah obsesi karena kita tidak dapat berada disana jadi yang kita lakukan ya seperti itu padahal inginya kita berada disitu dan melakukan yang terbaik. Tidak sedikit bahkan banyak yang bermimpi untuk jadi pemimpin atau sebagainya tetapi karena merasa gagal lalu mimpinya berubah menjadi obsesi dengan mencela dan mencaci orang yang berhasil mencuri mimpinya. Dengan berbagai alasan tetetapi ilmunya atau ketika di tanyakan solusi berdasarkan rincian dan konsep yang jelas meneketehe.

Ayo wujudkan mimpi kita agar kita bisa duduk disana dan melakukan sesuatu untuk mewujudkan negara ini jauh lebih baik dan dihargai oleh negara lain buang jauh-jauh obsesi kita. Setidaknya jika mimpi untuk menjadi pemimpin itu sulit untuk dicapai kita harus memiliki sikap seperti seorang pemimpin yang kita impikan yaitu rendah hati,tidak sombong,saling menghargai,sabr dan bijaksana itu adalah orang yang bermimpi dan bukan berobsesi. Jika kita bermimpi menjadi seorang pemimpin tetapi sikap kita tidak seperti itu berarti kita berada di jalur obsesi dan saya katakan ayo bangki bangun kembali untuk mewujudkan mimpi saya yakin kalian semua orang hebat dan bisa lebih hebat dari mereka.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Memotret Kinerja Warga Kubangwungan …

Roselina Tjiptadina... | | 21 December 2014 | 22:08

Kejutan Tingkah Polah Remaja di Lokasi …

Dhanang Dhave | | 22 December 2014 | 11:47

Rimba Beton dalam Labirin Kota …

Ratih Purnamasari | | 22 December 2014 | 11:25

Drama Proyek Jembatan Linggamas …

Kandar Tjakrawerdaj... | | 22 December 2014 | 12:32

Ayo Tulis Ceritamu untuk Indonesia Sehat! …

Kompasiana | | 25 November 2014 | 21:46


TRENDING ARTICLES

Evan Dimas, Tengoklah Chanathip ‘Messi …

Achmad Suwefi | 9 jam lalu

Ibu Melemparku ke Tiga Benua …

Sunaryoadhiatmoko | 12 jam lalu

Hari Ibu Selow Aja …

Ifani | 12 jam lalu

Gol Telat Skrtel, Bawa Liverpool Imbangi …

Achmad Suwefi | 20 jam lalu

Karena Gede Pasek, SBY Akan Terus Berjaya …

Giri Lumakto | 21 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: