Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Gianto

Lahir di Tulung Agung, Jawa Timur, Sekolah di Bltar sampai SMA, tinggal di Jakarta sejak selengkapnya

Menjadi Tua Itu Pasti, Menjadi Dewasa Itu Pilihan

OPINI | 24 August 2011 | 12:19 Dibaca: 1002   Komentar: 6   2

Judul diatas adalah Iklan Rokok yang muncul kira-kira 10 tahun yang lalu, Sebuah Slogan pendek, sederhana tapi sangat bermakna bagiku yang memasuki usia 50-an (saat itu)

Kata-kata “Menjadi Dewasa Itu Pilihan” Memotivasi diriku untuk menjadi orang tua yang terpilih dimana aku memilih untuk semakin tumbuh dewasa,  dimana ternyata menjadi makin dewasa adalah Pembelajaran yang terus menerus tanpa henti di sepanjang hidup, yang kuyakini  hanya akan berakhir saat aku Meninggal

Tak banyak gejolak yang terjadi hingga aku berusia 55 tahun didalam keluargaku, karena Anakku paling besar baru memasuki usia Remaja (13 tahun)  Gejolak justru mulai dan sedang terjadi ditempat kerja karena “Teamwork” ku  sudah makin Dewasa dan Matang. Disinilah aku secara Alami ditekan, dipaksa dan di intimidasi oleh diriku sendiri untuk tetap EKSIS

Tumbuh menjadi makin Dewasa ternyata begitu Berat dan Sulit sekali, dan aku terus belajar dari pengalaman hidup, membaca buku panduan, ikut seminar hingga diskusi dengan komunitasku

Ternyata banyak hal sederhana yang menjadi dasar untuk kita bisa makin tumbuh dewasa antara lain ;

Meyakini APA yang benar, bukan SIAPA yang benar

Mau Mendengarkan dan Menghargai pihak lain

Mau ikut Aturan, Mau diatur dan bisa diatur

Jujur, mau Berbagi dan mau Peduli

Bisa “Melayani” Dan berpikir Positif

Bisa “Berdamai Dengan Diri Sendiri”  untuk “Ikhlas” Menerima apa adanya

Tidak “Mengeluh”  Tidak “Ingin Dikasihani” Juga Tidak “Mengasihani Diri Sendiri”

Dan banyak lagi

Saat ini usiaku di awal 60-an dan terus belajar untuk  makin Dewasa

Katakan TIDAK kepada  “Post Power Syndrome”

Cikupa, 24 Agustus 2011

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kisah Haji Warto tentang Lumpur Lapindo …

Windu Andhika | | 17 April 2014 | 14:58

Introspeksi Pascapemilu (Kado buat Caleg …

Nurjanah Nitura | | 17 April 2014 | 11:14

Tahan Nafas di Kereta Gantung Ngong Ping …

Eddy Roesdiono | | 17 April 2014 | 15:42

Parkir Sebabkan PAD Bocor …

Eta Rahayu | | 17 April 2014 | 14:54

Inilah Pemenang Kompasiana - ISIC 2014 Blog …

Kompasiana | | 17 April 2014 | 15:52


TRENDING ARTICLES

Meski Tak Punya Ijin, JIS Berani Menolak …

Ira Oemar | 9 jam lalu

Agar Tidak Menyusahkan di Masa Tua …

Ifani | 16 jam lalu

Menguji Nyali Jokowi; “Say No to …

Ellen Maringka | 17 jam lalu

Dinda, Are You Okay? …

Dewi Nurbaiti | 17 jam lalu

Pelajaran Mengenai Komentar Pedas Dinda …

Meyliska Padondan | 18 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: