Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Kolam Susu Hanya Untuk SPA Kaum Borju

REP | 17 August 2011 | 14:19 Dibaca: 236   Komentar: 10   3

Negeri kita kaya…ada intan, emas, berlian di dalamnya. Ada kekayaan laut dan darat… kita tak perlu khawatir bakal kelaparan dan kehausan. Biji-bijian akan tumbuh sesudah dilemparkan, tongkat bisa jadi tanaman. Tidak akan ada yang dahaga dan kehausan karena ada kolam susu yang di dalamnya ada ikan-ikan. Kita akan sehat berkecukupan, tanpa satu orangpun menderita gizi buruk atau busung lapar. Ketika dilepaskan jala dan kail maka kita jangan takut pasti akan ada makanan kaya gizi untuk makan siang dan malam.

Asyiknya…kita punya kolam susu, untuk anak dan cucu. Kolam susu bukan ada di negeri dongeng…memang ada ditengah kita. Namun kenapa ada yang takut hari ini dan besok tidak bisa makan?, kenapa masih takut akan kehausan?, kenapa ada anak gizi buruk atau busung lapar, apakah ayah ibunya tidak memberi mereka makan atau karena tidak ada makanan?.

Sahut orang-orang kecil ” kolam susu itu cuma mitos, gak ada di sini…yang ada cuma kolam air mata, kami masih mandi dengan menceburkan diri ke sungai yang penuh limbah dan menjadi jamban umum itu, kami makan dan minum bermandikan tetesan keringat dan air mata “.

Jadi di mana kolam susu yang hebat dan kesohor itu?, apakah hanya ada di syair lagu? atau di negeri dongeng?.

Oh…ternyata, kolam susu bukanlah milik kita, yang memilikinya cuma orang-orang hebat dan juga kesohor. Mereka yang berendam saat kepanasan, mereka yang berendam saat mencari ketenangan, dan mereka yang memiliki segalanya. Periuk-periuk kosong bercerita bahwa kolam susu terlalu mahal buat kita, kita tak pantas menanti tetesan percikan susunya.

1313590701370054420

Bukankah mereka yang sudah punya segalanya itu tidak lagi butuh susu?, sudah terlalu berisi badannya sampai-sampai susah menundukkan kepalanya, susah menoleh, dan mengantuk dalam kekenyangan. Mereka bukan mengais dari pinggiran kolam, namun menceburkan diri berendam dengan tenang…sibuk memikirkan bagaimana mereguk susu sampai tak tersisa, sibuk dalam perawatan tubuh dan kulit agar nampak elok rupawan. Jangan sesekali mencoba mengusiknya, karena itu bukan kolam susumu untuk makan dan minummu…tapi adalah kolam susu SPA buat kaum borju.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bukti Nyata Power Sosial Media; Jonan, Ahok, …

Prayitno Ramelan | | 23 November 2014 | 10:59

Supermaterial yang Akan Mengubah Wajah Dunia …

Rahmad Agus Koto | | 23 November 2014 | 11:02

Akrobat Partai Politik Soal Kenaikan BBM …

Elde | | 22 November 2014 | 21:45

Awal Musim Dingin di Gunung Manin, Daejeon, …

Ony Jamhari | | 23 November 2014 | 11:49

Nangkring dan Blog Reportase Kispray: …

Kompasiana | | 12 November 2014 | 11:39


TRENDING ARTICLES

Selamat ke Pak Tjip, Elde dan Pakde Kartono …

Pakde Kartono | 7 jam lalu

Kesan-kesan Saya Ikuti Kompasianival 2014, …

Djarwopapua | 15 jam lalu

Catatan Kompasianival 2014: Aksi Untuk …

Achmad Suwefi | 17 jam lalu

Duuuuuh, Jawaban Menteri iniā€¦ …

Azis Nizar | 21 November 2014 22:51

Zulkifli Syukur, Siapanya Riedl? …

Fajar Nuryanto | 21 November 2014 22:00


HIGHLIGHT

Bagaimana Menjadi Penulis Opini, Kuliah …

Hendi Setiawan | 9 jam lalu

Di bawah Alunan Malam …

Arrizqi Titis Anugr... | 9 jam lalu

Cenderamata Kompasianival 2014 …

Mabate Wae | 9 jam lalu

Awal Musim Dingin di Gunung Manin, Daejeon, …

Ony Jamhari | 9 jam lalu

Benarkah Reformasi Birokrasi Harus Dipaksa? …

Efendy Naibaho | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: