Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Menyempurnakan Ibadah: Maqam Ibrahim, Hijr Ismail (Bag. 14)

REP | 15 August 2011 | 20:28 Dibaca: 2572   Komentar: 0   0

1313384661285730878

inilah maqam Ibrahim, bangunan seperti sarang burung ini didalamnya terdapat tapak kaki Nabi Ibrahim

Tadinya saya kira yang disebut Maqam Ibrahim adalah kuburan Nabi Ibrahim, karena memang saya tidak pernah tahu mengenai Maqam Ibrahim ini, sampai ketika saya melihatnya langsung, baru tahu saya bahwa itu bukanlah kuburan, tapi batu yang terdapat bekas telapak kaki Nabi Ibrahim. Maqom Ibrahim adalah batu pijakan pada saat Nabi Ibrahim membangun Ka’bah. Letak Maqom Ibrahim ini tidak jauh, hanya sekitar 3 meter dari Ka’bah dan terletak di sebelah timur Ka’bah. Batu pijakan ini di simpan dalam sebuah bangunan berbentuk seperti sarang burung berwarna keemasan, di dalam bangunan kecil ini terdapat batu tempat pijakan Nabi Ibrahim ,pada saat pembangunan Ka’bah batu ini berfungsi sebagai pijakan yang dapat naik dan turun sesuai keperluan nabi Ibrahim saat membangun Ka’bah. Bekas kedua tapak kaki Nabi Ibrahim masih nampak dan jelas dilihat.

13133919221809231016

telapak kaki nabi Ibrahim

Atas perintah Khalifah Al Mahdi Al Abbasi, di sekeliling batu Maqom Ibrahim itu telah diikat dengan perak dan dibuat kandang besi berbentuk sangkar burung.

HIJIR ISMAIL

Hijir Ismail terletak di samping kabah antara rukun Iraqi dan rukun syiam, Hijir Ismail, berdampingan dengan Ka’bah dan terletak di sebelah utara Ka’bah, yang dibatasi oleh tembok berbentuk setengah lingkaran setinggi 1,5 meter. Hijir Ismail itu pada mulanya hanya berupa pagar batu yang sederhana saja, kemudian para Khalifah, Sultan dan Raja-raja yang berkuasa mengganti pagar batu itu dengan batu marmer. Hijir Ismail ini dahulu merupakan tempat tinggal Nabi Ismail, disitulah Nabi Ismail tinggal semasa hidupnya dan kemudian menjadi kuburan beliau dan juga ibunya.

13133914721372927948

gambar putih setengah lingkaran adalah batas hijir ismail (foto dok pribadi)

Hijir Ismail ini juga merupakan salah satu tempat yang mustajab untuk berdoa, sehingga tempat ini pun selalu penuh sesak dengan orang yang sholat dan berdoa, beruntung saya sempat sholat dan berdoa di hijir Ismail ini, walaupun harus melalui perjuangan yang cukup berat karena harus berebut untuk bisa masuk ke sini.

Sholat di Hijir Ismail ini sama dengan sholat di dalam ka’bah, seperti disebutkan dalam hadits, ketika Aisyah RA minta izin untuk masuk kedalam ka’bah untuk sholat di dalam ka’bah, Rasulullah membawa Aisyah RA ke hijir Ismail dan berkata “Sholatlah kamu disini kalau ingin sholat didalam ka’bah karena ini termasuk sebagian dari ka’bah.”(HR Turmidzi)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kekecewaan Penyumbang Pakaian Bekas di …

Elde | | 25 October 2014 | 12:30

Rafting Tidak Harus Bisa Berenang …

Hajis Sepurokhim | | 25 October 2014 | 11:54

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15

Dukkha …

Himawan Pradipta | | 25 October 2014 | 13:20

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 7 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 13 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 13 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 14 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Matinya Filsafat, Matinya Kemanusiaan …

Herulono Murtopo | 8 jam lalu

Jadilah Peniru …

Wiwik Agustinanings... | 8 jam lalu

Belajar Ungkapan (Idiom) Amerika - Part 7 …

Masykur | 8 jam lalu

Sempatkan Berwisata ke Sumatra Barat …

Nurul Falah Elyandr... | 8 jam lalu

Pesan Membaca di Film The Book of Eli …

Eko Prasetyo | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: