Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Muhaimin Abdullah

I have nothing to share and I have nothing to deal with… be honest.. PIN me selengkapnya

Begadang Menunggu Sahur, Dosakah???

REP | 05 August 2011 | 19:34 Dibaca: 150   Komentar: 2   0

Intensitas menulis yang saya lakukan selama ramadhan ini semakin meningkat. Ini disebabkan karena penyakit insomnia yang saya alami dan sebuah kekhawatiran tidak bangun sahur dan yang lebih parah, tidak bisa menjalankan ibadah sholat subuh di masjid. Padahal, sholat berjamaah menjanjikan banyak pahala, terlebih lagi dibulan ramadhan. Makanya saya memilih untuk menulis hanya untuk sekedar menunggu waktu sahur dan sekalian rehat dari sholat malam yang saya lakukan.

Memang benar bahwa kesehatan itu nomor satu, tapi tidak ada lagi yang bisa saya lakukan. Ini sudah menjadi keseharian saya. Daripada keluyuran didunia nyata, mending keluyuran didunia maya. Toh aktivitas ini juga berguna bagi pembaca. Setidaknya mereka tahu apa yang saya alami setiap malam. Tapi jangan salah, jangan mengira bahwa ini adalah sebuah keluhan.

Seru juga ternyata, melakukan aktivitas positif diwaktu orang tertidur lelap. Bisa sholat malam, membangunkan teman untuk sahur, ronda malam meskipun yang dijaga hanya rumah sendiri, keluarga juga bisa bangun sahur lebih cepat. Tapi, buat pembaca sekalian yang tidak terkena insomnia, jangan sekali-kali meniru aktivitas saya ini (begadang), kecuali dengan niat untuk sholat malam. Saya hanya memanfaatkan sebuah kelemahan (penyakit) menjadi sesuatu yang positif.

Selama ramadhan, saya selalu tidur sepulang dari melaksanakan sholat subuh di masjid. Kalau terbangun diwaktu dhuha, saya melaksanakan sholat dhuha dulu baru kemudian melanjutkan tidur, meskipun jarang terjadi. Bangun sebelum sholat dhuhur, dan lanjut menulis setelah sholat dhuhur.

Perlu pembaca sekalian ketahui, ini bukanlah aktivitas orang malas yang sengaja bermalas-malasan. Saya hanya mengisi liburan dengan cara seperti ini. Mencari keceriaan di tengah kegelapan malam. Menggali potensi dikala kalian terlelap. Mengasah kreativitas ditengah kesunyian. [Telkomsel Ramadhanku]

Tags: ramadhanku

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Selintas Mengenang Taufik H Mihardja …

Dwiki Setiyawan | | 27 August 2014 | 15:21

Bledug Kuwu, Fenomena Langka Alam Indonesia …

Agoeng Widodo | | 27 August 2014 | 15:18

Ini yang Harus Dilakukan Kalau BBM Naik …

Pical Gadi | | 27 August 2014 | 14:55

Cinta dalam Kereta (Love in The Train) …

Y.airy | | 26 August 2014 | 20:59

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Hilangnya Acara Budaya Lokal di Televisi …

Sahroha Lumbanraja | 2 jam lalu

Lamborghini Anggota Dewan Ternyata Bodong …

Ifani | 3 jam lalu

Cara Mudah Latih Diri Agar Selalu Berpikiran …

Tjiptadinata Effend... | 4 jam lalu

3 Kebebasan di K yang Buat Saya Awet Muda …

Hendrik Riyanto | 5 jam lalu

Boni Hargens cs, Relawan atau Buruh Politik …

Munir A.s | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: