
Lahir di Jakarta, tumbuh di Kalimantan Timur, kuliah di Yogyakarta dan Solo, kerja di Jakarta.....(Koes Plus banget yah....) hobi membaca, menulis, nonton tv dan film, berenang dan koleksi. Tertarik dengan diving (khususnya untuk hura-hura walaupun sudah kursus diving beberapa kali), sailing (walaupun kalau ikutan regatta dapet bobbi price terus), Jepang, Korea, Manga, Dorama, Film Korea dan Jepang, cerita detektif, misteri, dokumenter dan travelling (walaupun masih sebatas pulang kampung dan sekitar Jakarta).
Dibaca: 638
Komentar: 2
Nihil
Sejak kuliah saya sudah terkena maag. Walaupun tidak terlalu parah tapi jika kumat maka saya tidak dapat berdiri tegak karena perut saya terasa perih. Setelah bekerja di stasiun televisi saya pun jadi tidak memperhatikan penyakit maag saya karena kesibukan bekerja. Untungnya maag pun jarang kumat tidak seperti kuliah dulu.
Hingga pada suatu hari saya harus shooting di daerah hutan yang terkenal angker di kawasan Depok. Karena angker sebelum shooting, kami semua sudah diwanti-wanti agar selalu “waspada” terhadap kehadiran mahluk halus. Apalagi konon kabarnya “penghuni” hutan angker tersebut tidak suka jika kami terlalu ribut atau buang air sembarangan.
Bukan hanya itu, tiba-tiba salah seorang rekan yang pernah kesurupan ketika shooting di sebuah lokasi seram lainnya juga ikut memberikan tips tanda-tanda orang yang akan kesurupan. Pertama adalah tiba-tiba bengong, kedua badan rasanya berat, ketiga perut kembung dan keempat sering bersendawa. Jadilah saya tiba-tiba jadi was was karena saya sering bengong.
Ketika shooting berjalan, saya tak tahan untuk buang air di sebuah toilet rusak (bin seram sekali) yang terletak di gedung tua. Gedung tersebut sudah tidak berpenghuni sejak tahun 1998 akibat dari krisis moneter. Selain keadaannya gelap, di beberapa sudut ruangan banyak sekali sajen berupa bunga tujuh rupa dan kemenyan bekas orang bertapa mencari wangsit ataupun mencoba berkomunikasi dengan mahluk gaib yang entah untuk tujuan apa.
Namun rasa takut saya sudah terkalahkan dengan rasa kebelet pipis. Jadi dengan mulut komat kamit melafalkan semua doa yang saya ingat (sampai gak sadar doa makan juga ikut dirapalkan) saya berusaha pipis dengan tenang.
Setelah selesai saya bergabung dengan teman-teman untuk shooting. Dipertengahan shooting, Producer saya yang kebetulan “sensitif” akan kehadiran mahluk halus mengabarkan kontak pertama dengan mahluk halus di Gedung Tua tersebut. Dia bilang mahluk itu berada di toilet yang saya pergunakan untuk pipis….halaaaaaaahhhhh……..saat itu juga saya langsung panik banget. Namun paranormal tim menenangkan kami karena menurutnya mahluk itu tidak menganggu.
Dipertengahan shooting, tiba-tiba saja saya sering bersendawa dan perut rasanya kembung. Padahal saya sudah makan malam ditambah dengan snack. Lalu saya juga sudah memakai jaket agar tidak kedinginan. Sampai diakhir shooting, saya terus-terusan bersendawa bahkan semakin lama semakin keras. Seakan gas dalam perut saya akan terus menerus mendesak untuk keluar. Ketika keringa dingin keluar, saya teringat tips tanda-tanda orang yang akan kerasukan mahluk halus atau akan diikuti pulang mahluk halus, yang diceritakan teman saya sebelum shooting. Semua ciri-ciri itu ada pada saya…..aduuuhhh tambah panik saya.
Namun saya mencoba bersikap tenang dengan tidak memberitahukan kepada teman-teman saya takut terjadi kehebohan. Saya berusaha menahan ketakutan saya sendiri sampai pulang ke rumah.
Sampai di rumah saya lewat tengah malam, saya paksakan diri saya untuk mandi dan mencuci baju saya, yang konon cara ini ampuh untuk menghilangkan aura mahluk halus yang menempel pada diri kita. Lalu saya berusaha tidur namun tetap mata saya tidak bisa diajak kompromi. Tiba-tiba saja terdengar suara aneh dari dapur rumah…..saya merasa ada orang lain di rumah saya padahal saya sendiri….saya langsung menyimpulkan saya sudah diikuti oleh mahluk halus pulang ke rumah. Saya ketakutan dan hampir menangis.
Disaat itu tiba-tiba adik saya menelpon menanyakan barang-barangnya, saya tak melepaskan kesempatan ini untuk curhat tentang penderitaan dan ketakutan saya malam itu. Saya ceritakan keadaan saya, perut saya yang kembung dan seringnya saya bersendawa. Saya ceritakan suara-suara aneh di dapur rumah yang terdengar sampai kamar saya. Tak lupa juga ketakutan saya diikuti oleh mahluk halus dari lokasi shooting.
Adik saya menanggapinya dengan tertawa, lalu dia berkata “Coba kamu ambil Promag di rak kamarku. Terus kamu kunyah satu atau dua tablet abis itu tidur”. Setelah menutup telpon, saya kumpulkan semua keberanian saya yang tersisa untuk mencari Promag di rak buku adik saya. Cepat-cepat saya kunyah satu tablet lalu kembali ke kamar. Tak lama saya terbaring di tempat tidur saya merasa rasa kembung saya berkurang dan saya tidak bersendawa sama sekali, saya langsung tertidur.
Keesokan harinya saya bertemu dengan perawat yang bertugas di klinik kantor. Saya tanyakan “penyakit” yang menyerang saya semalam. Perawat itu pun dengan senang hati menjelaskan bahwa saya memang terkena serangan maag namun tidak sampai perih hanya membuat perut terasa kembung dan bersedawa akibat gas dalam lambung saya harus dikeluarkan. Ini diakibatkan oleh kebiasaan saya makan yang tidak teratur. Yah harus saya akui saya sering menunda waktu makan saya, sering kali makan pun dijamak alias digabung antara makan pagi dan makan siang.
Ah, saya ternyata saya memang sakit maag bukan mau kerasukan apalagi diikutin sama mahluk halus….hehehehehehehehe…… Akhirnya jika lokasi seram dan terkena perut kembung, saya lebih memlih lari ke Promag daripada paranormal……hehehehehehehehe……