Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Hermanto Lase

I'm a young man who have a willingness to learn

Saya Mengucap Syukur Atas Kelemahanku

OPINI | 02 August 2011 | 04:06 Dibaca: 274   Komentar: 2   0

Saya tiba2 teringat wkt saya melamar pekerjaan kantoran, saya disuruh utk menjelaskan apa2 saja kelebihan yg saya miliki. Dgn gampang saya menguraikannya dlm susunan kalimat yg agak lebay,karna saya mau menonjolkan kepribadian saya dgn harapan bahwa dgn itu,saya dpt ditrima dgn mudah di pekerjaan tsb. Saya mulai menulis kalau saya pinter,baik,ramah,bisa ini,bisa itu,bla bla bla.

Tp setelah itu,tiba2 di kolom bawahnya ada kolom ttg kelemahan. Saya langsung diem & bingung hrs isi apa? Karna setiap hal saya tulis sbg kelebihan saya. Saya bahkan tdk tau apa yg mjd kelemahan atau kekurangan saya. Padahal,sebenarnya saya memiliki byk kelemahan, tp ironisnya saya tdk pernah menyadari hal itu. Saya tdk pernah mengidentifikasi ttg kelemahan saya. Yg saya pikirkan adalah kelebihan saya yg menonjol.

Saya mulai berpikir bahwa kalau saya tdk mengenali kelemahan saya,saya tdk akan pernah bisa mengubahnya. Boro2 saya mengubahnya, kenal aja kaga. Apanya yg mau diubah? Apanya yg mau dibenahi?

Mari kita sama2 blajar dr seorang tokoh Alkitab terbesar sepanjang abad, a man of God,yakni Musa. Musa mengenali dgn baik kelemahannya.

Keluaran 4:10
“lalu kata Musa kpd Tuhan: “Ah,Tuhan,aku ini tdk pandai bicara,…”"

Musa bener2 tahu & takut akan kelemahannya itu. Musa berterus terang kpd Tuhan. Musa mencurahkan isi hatinya kpd Tuhan.

Dlm pasal ini kita blajar bahwa Tuhan bisa ubah keadaan apapun mjd baik. Coba lihat ayat 12, Tuhan berkata : “Oleh sebab itu,pergilah,Aku akan menyertai lidahmu & mengajar engkau apa yg hrs engkau katakan”

Kuncinya knp Musa bisa memimpin bangsa Israel,adalah PENYERTAAN TUHAN. Tuhan bisa pakai Musa sedemikian hebat & dahsyat karna Tuhan menyertai Musa.

Bukankah kita juga menyebut diri kita sbg anak2 Tuhan? Bukankah Tuhan slalu menyertai anak2Nya? Bahkan Tuhan bukan cuma sekedar menyertai,tapi Tuhan sayang kpd anak2Nya, spt kata Mazmur 103:13 “Seperti bapa sayang kpd anak2nya, demikian Tuhan sayang kpd org2 yg takut akan Dia”

Harusnya kita tdk takut dgn kelemahan2 kita,karna ada Tuhan yg menyertai kita. Mungkin kita lemah dlm hal pornografi,sex, tapi percayalah Tuhan selalu menyertai kita. Tuhan tetap tolong kita. Dia tahu koq kalau kita jatuh bangun utk bisa bebas dari dosa tsb. Dia tahu kalau kita berjuang dgn keras. Tetap percaya kalau Tuhan bisa tolong kita terlepas dari semua itu, karna Tuhan ada menyertai kita.

Mungkin kita lemah dlm hal kemarahan yg menggebu-gebu, cepat tersinggung, gosipin org, berlaku curang, dst dst, tapi percaya satu hal, Tuhan bisa ubahkan hal itu menjadi kebaikan buat kita, tetep percaya bahwa Tuhan menyertaimu.

Saya teringat ada satu ilustrasi yg tiba2 Tuhan kasi ketika saya sdg sharing di sekelompok anak2 remaja yg mengasihi Tuhan. Ilustrasi ini saya peragakan di dpn mereka dgn bantuan seorang anak yg badannya besar dan cukup kuat dan seorang lg yg badannya kecil dan di ilustrasi ini saya menyuruh mereka membayangkan bahwa anak kecil ini terluka parah karna satu kejadian bencana alam. Saya sendiri bertindak sbg salah seorang tim penyelamat dlm bencana itu.

Mereka berdua hrs menyebrang sebuah jembatan yg licin, dmn kiri kanan dr jembatan itu adalah jurang yg dalam. Mereka hrs menyebrang karna di ujung jembatan yg di seblah sana ada tim evakuasi yg akan segera menolong mereka utk memberikan mknan dan obat2an.

Pada saat anak yg badannya besar itu yg tdk terluka sama sekali dan memang kelihatannya dia cukup kuat utk menyebrang jembatan, saya mencoba menawarkan bantuan, saya mulai berteriak, “mari, saya gendong kamu, saya bantu kamu utk menyebrang”.
Spontan anak yg berbadan besar ini mengatakan : “oh tidak usah! Saya bisa koq. Saya bisa jln ndiri, No, thank you”.

Anak ini tdk butuh pertolongan saya, karna dia merasa dirinya mampu melakukan ndiri, atau jgn2 dia berpikir kalau dia digendong bisa saja malah terjatuh karna badannya cukup besar. Singkat cerita dia bisa menyebrang sendiri tanpa bantuan dari saya ataupun org lain.

Kemudian pada saat saya melihat ada seorang anak kecil yg satu lg, yg dgn bersusah payah menyeret langkahnya utk mencoba berjuang menyebrang jembatan, maka tanpa berpikir panjang, saya lgsg membungkukkan punggung saya di hadapannya sambil berkata, “mari,saya gendong kamu”.

Anak kecil ini lgsg meraih punggung saya dan saya menggendongnya sampai ke ujung jembatan utk segera diobati oleh tim medis. Anak kecil ini menyadari kelemahannya tdk mampu berjalan dgn baik saat itu dan dia mengijinkan saya sbg tim penyelamat utk menolong dia.

Dari ilustrasi ini, saya mau bertanya, org yg hrsnya mengucapkan terima kasih dgn sungguh2 siapa?

Pasti Anda akan lgsg jwb dgn cepat, anak kecil yg terluka.

Tepat sekali guys. Bahkan saya tdk yakin bahwa anak yg satu lg, yg tdk membutuhkan pertolongan saya, akan mengucapkan terima kasih jg atau setidaknya memberikan sebuah senyuman manis pada saat kami bertemu di ujung jembatan itu.

Kenapa? Jwbnnya simple, karna dia tdk merasa saya bantu.

Tapi coba kita lihat anak kecil yg terluka, dia pasti akan bersyukur dgn bantuan saya, dia pasti akan berterima kasih, bahkan saya yakin kalau di sana ada orgtua atau keluarganya, mereka akan melakukan hal yg sama, yakni berterima kasih. Kalau memungkinkan, mereka tdk akan segan2 memberikan hadiah sbg rasa terima kasih mereka.

Guys, saya mau ingatkan, mungkin kita tdk akan pernah tahu atau mendengar sebuah kata terima kasih kalau tdk pernah ada pertolongan terlebih dahulu.

Bahkan mungkin kita tdk akan pernah tahu apa itu arti bersyukur kpd Tuhan kalau kita tdk pernah merasa ditolong Tuhan. Atau bagaimana mungkin Tuhan bisa menolong kita, sdgkn kita tdk butuh pertolongan?
Kita merasa sombong dgn kekuatan kita sendiri, kepintaran kita sendiri, kelebihan2 kita,pengalaman2 kita atau apapun yg bisa membuat kita tdk butuh pertolongan Tuhan.

2 korintus 12:9 Tuhan menjawab Paulus spt ini:
“cukuplah kasih karuniaku bagimu, sebab justru dlm kelemahanlah kuasaKu mjd sempurna”.

Berapa lama lg kita berpikir bahwa kelemahan2 yg kita miliki adalah kutuk dari Tuhan? Hukuman dari Tuhan? Karma dari Tuhan?

Kenapa kita ga mulai merubah paradigma kita dan mulai berkata, bahwa saya percaya melalui kelemahanku inilah Tuhan bener2 bekerja dan menyatakan keperkasaanNya. Izinkan Tuhan menyatakan kasih dan kesetiaanNya melalui setiap kelemahanmu saat ini.

Percayalah Tuhan bisa mengubah setiap keadaan buruk sekalipun mjd kemuliaan bagi namaNya.

Tuhan bisa ubahkan keadaan seorang Musa dari yg tdk pintar ngomong menjadi pinter ngomong, cuma karna Tuhan menyertai. Yg Tuhan butuhkan dari Musa cuma ketaatannya dan melakukan spt yg Tuhan suruh, selebihnya Tuhan yg bekerja.

Ayo kita serahkan semua kelemahan kita di hadapan Tuhan, biarkan Tuhan menolong kita, karna Dia memang penolong dan yg menyerai kita.

Dari sekian byk mujizat yg Tuhan adakan di Alkitab, semuanya bicara ttg pertolongan bagi org2 yg lemah, org2 buta,tuli,bisu,perempuan pendarahan,org mati dll, yg semuanya adalah org2 lemah yg tak berdaya.

Saya tdk pernah membaca bahwa Tuhan tiba2 dtg kpd seorang kaya raya, yg keadaannya baik2 aja dan begitu sombong, terus Tuhan berdoa buat kekayaannya supaya bertambah byk seketika itu jg.

Tidak pernah! Bahkan yg ada Tuhan menyuruh org2 kaya itu utk bantu org lain. Tuhan menyuruh org kaya menjual hartanya dan membagikannya kpd org miskin,lalu mengikut Tuhan.

Kiranya kelemahan kita membawa kemenangan! Amen!
Tuhan Yesus memberkati.

by: hermanlase, pertama kali publish di Maret 2010

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Menjelajah Pulau Karang Terbesar di …

Dizzman | | 31 October 2014 | 22:32

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | | 31 October 2014 | 08:42

Hati Bersih dan Niat Lurus Awal Kesuksesan …

Agung Soni | | 01 November 2014 | 00:03

Rayakan Ultah Ke-24 JNE bersama Kompasiana …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 12:53


TRENDING ARTICLES

Susi Mania! …

Indria Salim | 6 jam lalu

Gadis-Gadis berlagak ‘Murahan’ di Panah …

Sahroha Lumbanraja | 8 jam lalu

Pramugari Cantik Pesawat Presiden Theresia …

Febrialdi | 10 jam lalu

Kerusakan Demokrasi di DPR, MK Harus Ikut …

Daniel H.t. | 11 jam lalu

Dari Pepih Nugraha Untuk Seneng Utami …

Seneng | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Sengkuni dan Nilai Keikhlasan Berpolitik …

Efendi Rustam | 9 jam lalu

Wakatobi, Potongan Surga yang Jatuh ke Bumi …

Arif Rahman | 9 jam lalu

Danau Poso, Keelokannya Melahirkan Rindu …

Jafar G Bua | 10 jam lalu

Politik Saling Sandera …

Salman Darwis | 11 jam lalu

Bank Papua, Sponsor Tunggal ISL Musim Depan …

Djarwopapua | 12 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: