Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Muhammad Armand

Lahir di Polmas-Sulbar. Penulis Buku: "Remaja & Seks". ILUNI. Mengajar di Universitas Sultan Hasanuddin, Makassar-Sulawesi selengkapnya

Sekretaris: Ulet atau Cantiknya?

OPINI | 30 May 2011 | 02:31 Dibaca: 565   Komentar: 29   3

Umumnya perusahaan menggunakan dan menempatkan seorang sekretaris berjenis kelamin wanita. Asumsinya seorang wanita lebih teliti dan lebih ulet dalam bekerja. Berbahagialah seorang wanita yang banyak diistimewakan.

Banyak hal yang membuat wanita diistimewakan oleh hadirnya anggapan bahwa kaum yang lemah (aspek fisik, red). Di bis-bis atau di tempat-tempat umum wanita yang sedang hamil sering mendapat perhatian khusus. Dalam peperanganpun wanita sama kedudukannya dengan penghargaan terhadap anak-anak.

Mungkin karakter wanita yang memang lebih ulet sehingga hampir seluruh guru taman kanak-kanak adalah wanita. Bagaimana bila saya yang laki-laki ini diangkat menjadi guru taman kanak-kanak, mungkin hari pertama saya mengajar tetapi hari kedua saya mengundurkan diri.

Dalam berbagai undangan aplikasi pekerjaan dicantumkan persyaratan yang salah satunya “berpenampilan menarik”, sebetulnya maksud dari persyaratan ini “Cantik”. Bagi yang merasa tidak berpenampilan menarik maka telah terdiskwalifikasi sebelum membuat aplikasi/lamaran pekerjaan.

Berbahagialan wanita yang diberikan fasilitas gratis dari Tuhan berupa kecantikan. Tapi tak berarti wanita yang tak termasuk kategori ini adalah “celaka”.

Sayapun terpikir mengapa “berpenampilan menarik” secara fisik menjadi persyaratan bagi mencari kerja?. Ini tidak fair, apakah dengan berpenampilan menarik dapat secara langsung mengangkat produktifitas di perusahaan atau melipatgandakan kinerja perusahaan?.

Saya justru ragu dengan persyaratan ini, tetapi hal ini telah terlanjur menjadi  kebiasaan perusahaan atau perkantoran. Kira-kira apa motif dasarnya hingga berpenampilan menarik menjadi syarat. Mengapa bukan berpenampilan apa adanya?.

Sekiranya memang persyaratan berpenampilan menarik menjadi syarat seorang sekretaris, wajarlah jika bisa diajak jalan ke mana-mana sebab ia memang mengandalkan penampilan menariknya ketimbang keuletannya menjadi seorang sekretaris. Sebaiknya persyaratan berpenampilan menarik bukan lagi menjadi persyaratan untuk menjadi seorang sekretaris.

Karena kenapa?.

Karena meja sekretaris lebih sering ditinggalkan. Si Empunya meja lebih banyak di luar ruangan akibat dampak dari penampilan menariknya.

Makassar, 29-05-2011

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bukti Nyata Power Sosial Media; Jonan, Ahok, …

Prayitno Ramelan | | 23 November 2014 | 10:59

Curhat Kang Emil pada Ko Ahok di …

Posma Siahaan | | 23 November 2014 | 16:12

Menikmati Kompasianival 2014 Lewat Live …

Gaganawati | | 23 November 2014 | 06:26

Saliman, Buruh Biasa yang Cepat Tangkap …

Topik Irawan | | 23 November 2014 | 16:44

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11


TRENDING ARTICLES

Selamat ke Pak Tjip, Elde dan Pakde Kartono …

Pakde Kartono | 16 jam lalu

Haru Biru di Kompasianival 2014 …

Fey Down | 21 jam lalu

Kesan-kesan Saya Ikuti Kompasianival 2014, …

Djarwopapua | 22 November 2014 23:42

Catatan Kompasianival 2014: Aksi Untuk …

Achmad Suwefi | 22 November 2014 21:41

Duuuuuh, Jawaban Menteri ini… …

Azis Nizar | 21 November 2014 22:51


HIGHLIGHT

Pomegranate, Buah Legenda Penumpas Penyakit …

Dara Nadira Daulay | 7 jam lalu

Jumlah Kasus HIV/AIDS di Kota Magelang, …

Syaiful W. Harahap | 8 jam lalu

9 Mitos Perihal Jerawat di Muka …

Tabloid Cantik | 8 jam lalu

Jokowi Siap Tak Populer, Produser Tak Siap …

Erwin Alwazir | 8 jam lalu

Tigaratus Guru Non-PNS di Gunungkidul Belum …

Bambang Wahyu Widay... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: